Sejak 1 Juni 2021 lalu, saya mulai menapaki dunia baru sebagai YouTuber –sebutan untuk seseorang yang terjun di dunia konten kreatif dan memiliki kanal YouTube (YouTube Channel) sendiri untuk berbagi informasi dan pengalaman tentang berbagai hal melalui tayangan video— dengan nama Channel : Didi Junaedi. Adapun konten video yang saya unggah dan bagikan ke netizen adalah seputar dunia literasi. Karena itu tayangan di kanal YouTube saya diberi judul NGAJI LITERASI.

Sebagai seorang YouTuber pemula, tentu saya harus banyak belajar kepada para YouTuber senior yang sudah malang melintang di dunia persilatan… eh.. dunia per-YouTube-an… he..he..

Tak ayal, saya pun mulai rajin menyimak tayangan-tayangan video para YouTuber senior yang jumlah subscriber juga viewernyanya sudah mencapai ribuan, hingga jutaan. Dari tayangan-tayangan video tersebut, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Ternyata, menjadi YouTuber, apalagi yang profesional itu sangat mengasyikkan sekaligus penuh tantangan. Mengasyikkan karena kita bisa mengekspresikan diri sesuai minat, hobi dan skill atau keterampilan kita. Lebih mengasyikkan lagi, ketika kanal YouTube kita ternyata disukai banyak orang. Efek positifnya, kanal YouTube kita bisa dimonetisasi atau menghasilkan uang, jika memenuhi syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh YouTube. 

Selain mengasyikkan, menjadi YouTuber juga penuh tantangan. Ya, jika kita ingin menjadi YouTuber profesional, maka kita harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh YouTube. Ada sejumlah aturan yang harus kita patuhi dan tidak boleh dilanggar, jika kita ingin tetap bisa berkarya dan terus berbagi konten menarik di kanal YouTube kita.  Jika tidak, maka kita akan di-black list oleh YouTube dan kita tidak akan pernah bisa lagi menjadi YouTuber selamanya. Waah.. mengerikan bukan…?

Tantangan yang jelas menghadang di depan mata para YouTuber, agar kanal YouTubenya bisa dimonetisasi atau menghasilkan uang adalah memenuhi syarat 1000 subscribers dan 4000 Jam Tayang. Dan hal ini, tidaklah mudah. Hingga tulisan ini diunggah, jumlah subscriber di kanal YouTube saya, yang sudah berjalan selama empat belas hari, baru mencapai 162 subscribers. Semoga terus bertambah hingga bisa mencapai syarat minimal 1000 subscribers… Amiin.. (Ayo, yang belum subscribe, segera subscribe yah… he..he.. like, comment n share juga.. ha..ha..)

Tantangan selanjutnya yang dihadapi para YouTuber adalah bagaimana agar bisa konsisten dan  terus menghadirkan konten-konten menarik. Tentu, hal ini tidak semudah membalik telapak tangan. Karena butuh perenungan mendalam, agar mendapatakan inspirasi yang mampu memberi nilai dan manfaat kepada para pemirsa tayangan di kanal YouTubenya.

Setelah mendapat ide untuk konten di kanal YouTube, tugas selanjutnya adalah melakukan proses shooting atau recording (rekaman). Proses ini juga harus dipersiapkan secara matang, agar hasilnya maksimal. Selanjutnya, video yang masih mentah itu pun harus diedit dengan baik dan menarik, agar para pemirsa di kanal YouTube kita menikmati tayangan yang kita unggah. Jika mereka puas dengan konten yang kia sajikan, maka tidak menutup kemungkinan, mereka tidak segan untuk subscribe, like, comment dan share video kita. Hal ini akan berimbas pada jumlah subscriber, viewer, serta menjadikan kanal YouTube kita semakin dikenal luas.

Proses terakhir, setelah recording dan editing adalah uploading atau mengunggah video ke kanal YouTube kita. Dalam proses pengunggahan ini pun ada beberapa tahap yang harus kita lewati, sesuau ketentuan YouTube, agar video kita bisa efektif dinikmati para pemirsa. 

Nah, itulah sisi mengasyikkan sekaligus menantang bagi para YouTuber. Dan, saya tengah menikmati dunia baru ini dengan sepenuh hati. Saya menikmati proses pencarian ide untuk konten kanal YouTube saya. Saya menikmati proses shooting atau recording, yang ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Saya juga menikmati proses editing video, yang merupakan hal baru dalam kehidupan saya. Karena sebelumnya sama sekali saya tidak pernah bersentuhan dengan dunia ini. Berbekal ilmu dari para YouTuber senior melalui sejumlah kanal YouTubenya itu, saya belajar otodidak cara mengedit video agar tampak menarik dan keren. Dan saya betul-betul menikmati proses ini… 

Setelah video siap diunggah, saya pun langsung menguploadnya ke kanal YouTube saya. Dan, this is it.. konten terbaru pun siap dinikmati para pemirsa…

Inilah sekelumit curhat saya tentang dunia baru yang mengasyikkan… 

Semoga YouTube Channel saya menghadirkan manfaat dan keberkahan untuk semua.. Dan semoga ke depannya semakin berkembang dengan baik.. Amiin….

* Ruang Inspirasi, Senin Pagi, 14 Juni 2021

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *