Categories:

Judulnya provokatif, tetapi tidak mengapa, karena kebenaran memang harus di ungkap agar manusia awam paham bahwa fitnah dusta tidak boleh menjadi kebenaran mutlak, bahwa kebatilan harus kita katakan batil dan al haq harus di katakan al haq, sehingga masalah ini menjadi kebenaran utuh, sehingga hati-hati yang lemah tidak hanyut kedalam dusta yang nyata.

Berawal dari ceramah yang penuh fitnah dan kedustaan yang di sebarkan habib riziq (semoga Allah meluruskannya) tentang Sofyan Tsauri, sebetulnya video tersebut video lama (2010) yang sengaja di viralkan kembali, entah motifnya apa,  yang jelas tahun politik ini akan menggoreng semua issue, jika hal tersebut ada peluang untuk menghantam rezim maka hal tersebut halal demi menggapai tujuan, itulah jahatnya politik yang terkadang menghalalkan segala cara walau harus menghancurkan karakter dan kehormatan seorang muslim.

Allah Ta’ala berfirman 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.( Al-Maidah : 

Wahai kaum, kebencian itu tidak menjadi alasan pembenar untuk bisa menzalimi pihak lain. Kita tidak boleh keluar dari aturan main dan tidak boleh membalas kezaliman di luar batas-batas keadilan dan hukum. Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir menegaskan:

‎إن كفر الكافر لا يمنع من العدل في معاملته، وفي الآية الآمرة بالعدل والتقوى دلالة أيضا على أن يقتصر في المحاربة على المستحق للقتال، وأن المثلة بالأعداء غير جائزة وإن قتلوا نساءنا وأطفالنا وآذونا بذلك، فليس لنا أن نقتلهم بمثلة قصدا لإيقاع الغم والحزن بهم.

“Kekufuran orang kafir itu tidak menghalangi kita berbuat adil dalam berinteraksi dengan mereka. Dalam ayat perintah untuk berbuat adil dan taqwa ada petunjuk untuk membuat batasan dalam pertempuran, misalnya mereka membunuh para wanita kita dan anak-anak kita, maka kita tidak dibenarkan melakukan pembunuhan yang serupa”.

Kami dulu mempercayai tuduhan HRS, dan bahkan kami berniat membunuh dan menghabisi Sofyan Tsauri jika betul dia bagian dari Intel, karena dalam terminologi Jihad, Jasus atau Tajasus itu harus di bunuh, tetapi ada yang aneh bin janggal, ternyata Sofyan Tsauri ikut di penjara bersama kami, biasanya intel selalu sengaja di hilangkan, seperti Abdul haris di tubuh MMI yang berhasil mengelabui Umar Al-Faruq, sekarang Abdul Haris hilang entah kemana, atau Said Ahmad Sungkar yang selama ini aman tidak pernah di proses hukum padahal beliau penyandang dana seperti kelompok Sonata, Dulmatin dll, dalam banyak BAP Ikhwan yang tertangkap banyak mengarah ke Said Sungkar, tapi memang beliau sakti mandraguna, demikian intel kampungan seperti Rouf lelaki  keturunan Arab ponakannya Ustad ABB, beliau yang membocorkan keberadaan akhi eko peyang, dan akhi Air Setiawan jaringan pelaku Bom Rizt Cartlon dan JW Marriot, sehingga keduanya terbunuh, Rouf walau ikut ke Bekasi dengan Bayu Seno ( calon pengantin yang gagal) tetap aman dan tidak terlihat batang hidungnya sampai sekarang, demikian nasib intel yang di backup dan selalu aman hidupnya, tetapi ini beda, kami tinggal bertahun-tahun bersama Sofyan Tsauri, makan tidur bersama, beliau memang dai dan ustad, ceramah dan ilmunya bisa di ambil faedahnya didalam penjara, kami melihat tidak ada perlakuan khusus dan berbeda, baik dari densus dan sipir penjara, biasa-biasa saja, bahkan setahu kami pada tahun 2013 bisnis Airsoftgun nya di grebeg polisi polda metro dan istrinya juga ikut di penjarakan selama 3 bulan.

Setahu saya beliau terlihat aktif menulis dan menerjemahkan beberapa rilisan mujahidin guna menangkal fikrah khawarij dalam tubuh mujahidin, analisa dan hujjahnya tajam, sampai di sini beliau termasuk orang yang berjasa menyelamatkan banyak para jihadis di Indonesia dari paham ISIS,  jika tidak salah beliau salah satu inisiator pendiri dan pemilik muqawamah dan anshar al islam dan semua aktifis jihadis Asia Tenggara mengakui jasa beliau akan hal itu.

2013 ketika perang Suriah berkecamuk beliau membela HRS mati-matian dari tudingan Syiah, ketika kebanyakan Jihadis waktu itu percaya bahwa HRS terindikasi Syiah, karena netralitas HRS pada kasus Jihad Suriah, dan mengklasifikasikan Syiah menjadi tiga jenis, sedangkan terminologi Jihadis ghuluw bahwa Syiah bukan Islam, pendapat Jihadis Ghuluw waktu itu jelas ngawur karena menyelisihi pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Manhaj Al-Qaeda bahwa Syiah masih Ahlu Qiblat, akibatnya saat itu beliau rela keluar dari grup jihadis karena membela HRS.

Dari sini kami berkesimpulan bahwa beliau tidak seperti yang di tuduhkan HRS dan FPI secara umum, bagaimana di tuduh intel sementara kami pernah melihat beliau di siksa dan di pukuli pada malam hari hingga subuh pagi hari dengan badan berdarah-darah di polda Aceh pada April 2010 setelah sebulan beliau di tangkap di Jakarta, dan di antara yang memukuli secara biadab adalah Kombes Ahmad Heryawan Mantan Kasubnit Jatanras Polda Metro jaya yang tergabung dalam Satgas Bom Mabes Polri jika tidak di tolong oleh AKBP Cahyo mungkin nasibnya seperti Siyono.

Apesnya beliau adalah ketika di polda Aceh nampak tidak di borgol dan terlihat oleh Yusuf Qardhawi pemimpin FPI wilayah Aceh, inilah awal fitnah ini dimulai, pertanyaannya ngapain manusia ini di polda Aceh ? padahal ketika itu Sofyan Tsauri dan Tgk. Ahmad di ajak pak Tito Karnavian menaiki helikopter menuju Bireun untuk pengembangan dan mengambil barang bukti persenjataan dan amununisi di daerah Samalanga Aceh Bireun, tetapi itu hal yang biasa, itulah diskresi kepolisian, itu hak polisi, kami memang ada yang di ikat, ada yang tidak, biasanya komandan atau teroris yang punya kududukan tidak di ikat, karena densus menghormati dan memperlakukan khusus terhadap para ustad atau komandan di antara mereka, tujuannya mudah di pahami, pertama agar komandan mau kooperatif dan kedua agar anak buahnya infil kepada komandannya, demikian cara densus menjatuhkan kredibelitas komandan dimata anak buahnya, demikian teknik penyidikan Densus 88 saat itu, dan itu bukan berarrti Sofyan Tsauri di tuduh Intel.

Tuduhan HRS saat itu memang ngawur, sepertinya yang membisiki kurang paham realitas jihad global, bagaimana tidak, tuduhannya kepada Sofyan Tsauri ternyata berasal dari Qila wa Qola (desas desus) yang hanya berasal dari pihak oknum FPI aceh saja, sementara struktural FPI Aceh saat itu Amburadul, tersusupi kepentingan, skandal keuangan yang tidak amanah (bayangkan 400jt hasil sunduq infaq di jalan-jalan tidak jelas pertanggung jawaban), sementara saat tidak ada sama sekali mereka ber tabayyun ke jaringan Al-Qaeda Indonesia atau Sofyan Tsauri sendiri di penjara, hal ini yang sebetulnya yang di tunggu-tunggu oleh Sofyan sejak lama, karena dia sejak 2010-2015 akhir di Penjara dan tidak kemana-mana, dulu 2010 ketika tuduhan ini bergulir Sofyan Tsauri tidak dapat membantah langsung karena beliau masih dalam tahanan Densus 88, dan mustahil beliau menjawab semua tuduhan saat itu, hingga di saat longgar dalam penyidikan densus 88 Ustad Aman Abdurahman menyuruh Sofyan Tsauri untuk menulis dan membantah tuduhan tersebut.

Menurut Kami sesama Jihadis yang Tergabung Al-Qaeda saat itu, jujur kami katakan, bahwa oknum FPI jahat lah yang mengsponsori kegiatan dan pembocor kegiatan Tadrib askariy di Aceh sesungguhnya, diperparah pembelaan membabi buta HRS kepada ABB, padahal kasus keterlibatan  ABB (Abu Bakar Ba’asyir) dalam banyak BAP pelaku pelatihan Aceh adalah berasal dari Bang Thayyib bendahara JAT, Mustaqim aktifis JI Lampung, Ustad Deny Suramto aka Ziyad dan Ustad Ubaed aka Luthfie Haedarah yang NOBAR (NONTON BARENG) di markaz JAT Pengadegan, Kalibata Jakarta Selatan bersama Dr. Syarief Usman dan Hariyadi Usman bersama Ustad Haris Amir Falah mantan amir JAS Jakarta. sampai disini Habib Rizieq disini sudah salah dalam mendapatkan informasi.

Oknum FPI Yang Justru Biang Kerok Terbongkarnya Pelatihan Aceh

Kami sebetulnya ingin masalah ini di kubur dalam-dalam, mengingat FPI sedang memimpin ummat Islam saat ini, dan kami bersama FPI dan umat Islam lainnya terlibat amal bersama dan kami tidak ingin tulisan kami menjadi alat bagi kecebong dengki guna memanfaatkan masalah ini untuk menjatuhkan HRS dan FPI secara umum, tetapi FPI secara umum tiga kali tidak pernah kapok membawa isu fitnah ini, dan kesabaran kami pun ada habisnya.

Pertama, Justru oknum FPI yang membocorkan kegiatan Jihad Aceh hingga menyebabkan Ustad ABB tertangkap, karena kami mencatat ketua FPI Aceh Yusuf Qardhawi (semoga Alloh menghinakannya) sudah dua kali mengancam melaporkan kegiatan latihan militer di Aceh yang di pimpin Abu Thalut dan Dulmatin, pertama Yusuf Qardhawi mengancam pelaporan pada bulan April 2009 dan akhir bulan Januari 2010 ketika berlangsung pelatihan militer di Gunung Jalin Janthoi. tidak hanya itu Yusuf Qardhawi pimpinan Aceh mengajak bertemu Yudi Zulfahri dengan membawa intel Polda bernama Lubis untuk membicarakan pelatihan militer, Qardhawi menganggap Yudi Zulfahri tidak mengenal Lubis padahal keduanya sudah saling mengenal, lucunya Qardhawi oknum FPI Aceh ini terus nyerocos menceritakan kegiatan pelatihan Aceh yang akan datang di depan Intel Polda Aceh.

Kedua, Dari mana dana awal kegiatan pelatihan militer Aceh? ternyata dana Dulmatin pelaku bom Bali 1 berasal dari Oknum FPI Pekalongan yang bernama Said Sungkar, dia lah yang menyebabkan Dulmatin gagal ke Afghanistan pada tahun 2009, karena dana kagiatan pelatihan Aceh turun berasal dari oknum FPI ini, tetapi sayang Said Sungkar orang yang sangat sakti yang tidak bisa di sentuh aparat, padahal seabreg BAP pelaku Teroris Aceh telah menyebutkan dia sebagai donatur utama dalam banyak kegiatan terorisme di indonesia baik dari Ambon, Bom Bali, dan Jihad Aceh. kelak kami akan mengungkap konspirasi jejak intel jahat dalam terorisme di Indonesia.

Karena sejatinya oknum FPI lah yang bernama Said Sungkar lah yang akan menjadi AMIR bagi kelompok Al Qaeda di Aceh, tetapi oknum FPI ini gagal seiring keberatan rekan-rekan Jihadis jika Said Sungkar menjadi Amir .

Ketiga, Ternyata Oknum FPI aceh yang bernama Abu Muslim At-Thahiriy juga yang memerintahkan Tgk. Mukhtar dan Tgk. Ahmad untuk mencari orang asing di Aceh, keduanya menembaki Ketua palang merah Jerman yang di tembak di Banda Aceh, Aceh besar yang bernama Emhard Bauer (50) di Jalan Soekarno Hatta, Lampeureut, Aceh Besar. Saat itu Baner sedang menaiki mobil Toyota Land Cruiser BL 7343 NO. 

Masih atas perintah Tgk. Muslim At-Thahiriy petinggi FPI Aceh, Tgk Ahmad dan Tgk. Mukhtar yang di ongkosi dan di biayai uang transport dan makan, mereka berdua juga terlibat sebagai pelaku aksi penembakan terhadap wanita orang asing  yang bernama Michelee Ahmed dan Sarah Willis,  yang berlokasi di perumahan dosen sektor timur, Darussalam, Banda Aceh.

Bahkan anak buah oknum FPI Tgk Muslim At-Thahiriy yang bernama Mus’ab alias  Azman dipisahkan dari kasus teroris aceh dan hanya kenakan uud darurat saja, padahal kasus pelatihan terorisme Aceh semua paling ringgan dihukum  7 tahun paling berat 15 tahun, sedangkan anggota FPI aceh ini hnya 1,5 tahun, Sungguh aneh ternyata FPI mendapatkan perlakuan istimewa, siapa mereka ini sehingga mendapat imunitas luas ?

Walau kasusnya sudah di sidang pada tahun 2010 tetapi Oknum FPI Aceh TGK. Abu Muslim At-Thahiriy tetap aman dan tidak tersentuh aparat keamanan sampai sekarang, entah ada permainan apa sehingga aparat keamanan tidak mampu menindak oknum FPI Aceh hingga saat ini. oknum FPI lah biang kerok terbongkarnya Jihad Aceh, merekalah pengkhianat sesungguhnya,  akibat khianat ini banyak berguguran orang terbaik dari kami seperti ustad Dulmatin, Ustad Maulana, Abdullah, Hasan, Riko, Saptono, Abu Abi (Yusuf), Mang Jaja, July Karsono, dan Arham alias Ardiy, dan tertangkap hampir lebih 100 ikhwah terbaik,  inilah pengkhianatan pertama oknum FPI dalam Jihad Al-Qaeda di Aceh. sejarah pergerakan Islam di Indonesia tidak akan melupakan pengkhianatan ini.

Kami tahu ada kompensasi dan tukar kepala dalam terbongkarnya kegiatan Tadrib Askariy kami, tetapi kami tidak aneh, atas dasar itulah Sofyan Tsauri dkk ingin menyelamatkan anak-anak FPI Aceh yang baik dan semangat  keislamannya untuk bergabung kepada Jihad Global, mengenalkan Manhaj Jihad yang benar,  dan berusaha menghindari konspirasi jahat menggunakan pemuda Aceh untuk kepentingan sesaat, inilah kooptasi dan driver jahat di tubuh FPI Aceh, ini terlihat dari ajakan oknum Qardhawi kepada Sofyan Tsauri untuk menghabisi NGO asing yang beroperasi di Aceh.

Melihat pengkhianatan ini Sofyan Tsauri sempat mengusulkan kepada dulmatin membatalkan program Jihad Aceh, hal ini berangkat dari tersiarnya latihan militer ditengah-tengah ikhwah Aceh, dan ini membahayakan keselamatan ikhwah yang akan terlibat, karena FPI Aceh berisi oknum rusak yang isinya intelegen kampungan, tidak aneh jika oknum ini terlibat mendukung capres Wiranto pada tahun 2004 bahkan dukungan FPI terhadap Wiranto terlihat dalam aksi ratusan milisi FPI ketika menyatroni kantor Komnas HAM untuk memprotes pemeriksaan terhadap Jenderal Wiranto dalam kasus Mei 1998. Sementara kedekatan dengan ABRI/TNI terlihat dalam aksi demonstrasi tandingan yang dilakukan FPI melawan mahasiswa penentang RUU Keadaan Darurat/RUU PKB yang diajukan Mabes TNI kepada DPR pada tanggal 24 Oktober 1999.

Kami juga ingat bahwa pembentukan FPI tak dapat dilepaskan dari tiga peristiwa: pertama Kerusuhan Ketapang, kedua Sidang Istimewa MPR, dan pembentukan organ paramiliter Pengamanan (Pam) Swakarsa. Ketiga peristiwa ini merupakan lanjutan gelombang demonstrasi Reformasi 1998 yang bergulir sejak Mei 1998. 

Bahkan FPI dulu juga kerap mengadakan pertemuan informal dengan para petinggi militer, seperti yang pernah dilakukan dengan Mayjen Djaja Suparman di Hotel Milenium Jakarta, menjelang pelaksanaan Sidang Umum MPR 1999. Para petinggi militer dan kepolisian, khususnya di tingkat Daerah Khusus Ibukota Jakarta, beberapa kali menghadiri apel siaga yang dilakukan FPI maupun ormas-ormas lain yang menyandang nama “PAM Swakarsa”. pendirian terhadap FPI waktu itu di hadiri Kapolda Metro Jaya tahun 1998-1999 Mayjen (Pol) Nugroho Djayoesman dan Pangdam Jaya (selanjutnya diangkat menjadi Pangkostrad) Mayjen TNI Djaja Suparman. 

Ngacalah wahai FPI ? intropeksi lah, kalian memang berjasa bagi negara karena membongkar Jihad kami, tetapi jangan sok bersih, kalian ini siapa? didirikan oleh siapa?? kami tahu pendirian kalian buat kepentingan siapa? apakah kami ingin membongkar skandal kalian semua dengan pengusaha hiburan dulu ? atau aksi-aksi ISIS di Indonesia terakhir  ada yang berasal eks FPI ? seperti mantan FPI Lamongan, WOW kalian akan kaget kami akan buat skandal ini, uruslah diri kalian sendiri jangan mencari kesalahan orang lain.

Kalian tidak usah sok membela teroris ISIS,  pertisipasi mereka dalam suksesi kepemimpin umat Islam di Indonesia rendah, tidak usah mengharap banyak dari mereka, ingat fatwa golput kaum Wahabi takfiriy ini sejalan dengan program kecebong musuh, yakin mereka tidak akan nyoblos kok, baik wahabi murjiah dan wahabi takfiri adalah kelompok yang paling nyinyir terhadap persatuan umat yang sedang kita bangun, eh tau tidak ? mereka ini sudah mengkafirkan HRS loh dan sebabnya kalian telah Tahakum bit thawaghit dalam kasus Ahok…ingat wahai kaum, yang sering membela ISIS, teroris ini ber aqidah wahabi takfiri, kalian seperti menolong anjing kejepit, bukankah FPI sering kampanye anti Wahabi ekstrem dan takfiri ?kalian ini Aswaja yang ber aqidah Asya’iriyyah yang sudah di kafirkan oleh mereka dengan istilah ahlu takwil, Murjiah, Jahmiah dll.

Wahai kaum, teori konspirasi dengan menafikan kelompok takfiri dalam tubuh gerakan Jihad adalah berbahaya, karena dengan menafikan dan membelanya menyebabkan pemikiran ini senantiasa hidup dan mengancam di tengah-tengah kita, berhati-hatilah mengeluarkan statement membela gerakan Jihad yang terindikasi Takfiri ini, kalian harus bisa memetakan, pembelaan kita kepada gerakan jihad bukan berarti menafikan dan tutup mata adanya paham takfiri ditengah-tengah mereka, dan ulama-ulama jihad banyak mengingakan masalah ini, petakan dan ambil sikap tegas terhadap gerakan ini, organisasi FPI tidak mustahil akan terancam oleh pemikiran ini, karena tabiat perlawanan menyebabkan pemikiran ekstrem ini tumbuh subur, gerakan Islam di seluruh dunia sepakat bahwa paham takfiri di tubuh gerakan jihad adalah bala dan benalu ditubuh Islam,  kenalilah keburukan wahai kaum, berpihaklah kepada al-haq, . Waallahu alam 

والله غالب على أمره ولكن أكثر الناس لا يعلمون

Abu Hamzah Al-Muhajir

Catatan : Tulisan ini dikomentari Sofyan Tsauri yang menyatakan 98 persen cerita ini benar, ini diskusi kita di dalam penjara, dan saya kenal dgn penulis nya, Tsiqoh insya Alloh.

Hanya ada beberapa kesalahan, misalnya menyebutkan nama dan tempat, tetapi alurnya benar, Syawahid cukup banyak di kalangan Jihadis saat itu.

Kasus Terorisme memang tdk lepas dr kompromi di atas, tetapi Teroris itu fakta, Alhamdulillah dan insya Alloh kami sudah meninggalkan nya.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *