Jamaah : “Jo sekarang lagi viral di medsos seorang yang konon mengaku keturunan nabi (habib) berseteru dengan seorang artis yang konon pernah mondok di pesantren modern paling terkenal di Indonesia. Kira-kira apa hikmah di balik perseteruan itu ya Jo?”

Paijo : “Setiap zaman punya cerita yang viral. Bahkan begitu viralnya sampai ada yang diabadikan Tuhan dalam Al Qur’an. Seperti kisah nabi Yusuf dan Zulaikha. Akang bisa membayangkan bagaimana viralnya seorang istri “gubernur” kepergok sedang berduaan dengan seorang pemuda tampan di dalam kamar dengan baju robeknya. Kalau terjadi di zaman kita, pasti akan jadi gosip di jagad Maya. Ada juga cerita seorang ulama yang konon bisa menjadikan semua muridnya menjadi ulama, karena begitu alim dan karomahnya beliau. Tetapi sang ulama ini akhirnya menjadi pecundang karena terkena bujuk rayu iblis dengan perantara putri bangsawan yang sakit dan membutuhkan pertolongan sang ulama. Cerita ini dikenal dengan kisah kiai Barseso. Kisah israiliyat ini konon diriwayatkan Ibnu Abbas.

Ada juga kisah tentang ayahanda nabi Muhammad ketika masih perjaka (sebelum menikah dengan ibunda Rasullullah). Beliau begitu mempesona banyak wanita. Sehingga setiap ayahanda nabi (Abdullah) lewat jalanan yang ramai, para wanita menyapa dengan nada menggoda agar mau menikahi mereka. Namun semua itu berubah ketika ayahanda nabi Muhammad sudah menikah dengan Aminah sang ibunda Rasullullah. Semua cahaya kemuliaan sang ayah seolah hilang dan diturunkan kepada putranya nabi Muhammad. Cermatilah kang cerita-cerita tersebut, dahulu seolah perempuan yang selalu “dilekatkan” dengan sifat menggoda orang-orang baik. Padahal kalau diresapi keduanya memiliki potensi yang sama untuk saling menggoda. Hanya karena bujuk iblislah peristiwa itu terjadi. Namum kita bisa lihat mereka yang punya ketulusan iman bisa menjaga ahlaqnya kepada Allah dan kepada sesama. Kiai Barseso gagal karena dia terlalu berlebih-lebihan dalam beragama dan semakin galau setelah melihat aktifitas simbolik si iblis dalam beribadah yang menurut perasaannya lebih hebat dari dirinya. Maka kita tak perlu heran jika sekarang banyak sekali ummat yang meniru cara melihat kiai Barseso terhadap ekspresi beribadah yang cuman mengandalkan tampilan luarnya saja. Hanya karena melihat “kepura-puraan” iblis yang seolah khusu’ dalam beribadah. Dia Akhirnya menukar nurani ilmunya dengan nafsu yang berbungkus simbol agama. Akibatnya banyak sekali orang-orang yang terlihat shaleh (karena atribut yang dikenakan nya), melakukan tindakan yang sama sekali jauh dari ahlaq seorang yang ber- (Iman, Islam dan Ihsan). Mereka justru menjadi ahli maksiat, tukang pemecah belah ummat, tukang mengumpat, dan tukang melaknat orang lain yang dianggap musuhnya. Lho..lho..lho kang kenapa menangis?”

Jamaah : “Astaghfirullahhaladhimm …kenapa aku selama ini tidak sadar dengan apa yang kamu ceritakan. Kamu benar Jo. Aku selama ini terlalu berlebihan menilai bahwa ibadahku sudah paling baik dengan segala atribut jubah, jenggot sorban dan bendera yang aku selalu bawa kemanapun aku berjihad dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar. Aku bahkan akan mengikuti rombongan untuk mengepung wanita artis itu Jo. Kalau dengar ceritamu, bisa jadi wanita itu sengaja dihadirkan Allah agar bisa menyadarkan kita Jo. Bukankah akhirnya Zulaikha menikah dengan nabi Yusuf dan sang Barseso mati dalam keadaan kafir. Sedangkan para perempuan penggoda ayah nabi itu mungkin setelah nabi mendakwai mereka, nasibnya berubah menjadi sahabat-sahabat nabi yang mulia.”

Paijo : “Waduh akang hebat, bahkan aku tak sejauh itu memikirkan dan menafsiri cerita-cerita itu. Syukurlah akang kalau nggak jadi ikutan mereka yang ingin mengepung si artis. Enak kongkow di warung Yuk Tin kang, bisa ngopi sambil ngaji.” #SeriPaijo

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *