oleh: Rinda Tri Hartanti. Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA
Keluarga identik dengan rumah tangga dan merupakan pranata sosial yang didasarkan pada kenyataan bahwa keluarga merupakan faktor terpenting yang menentukan bagaimana anggota masyarakat itu ada. Kata keluarga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003: 536) berarti ibu, bapak dan anak-anaknya.
Sedangkan Sakina dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003: 980) berarti kedamaian, ketentraman dan kebahagiaan. Kata sakina muncul enam kali dalam Al-Qur’an. yakni Surat al-Baqarah ayat 248, Surat Atawba ayat 26 dan 40, serta Surat al-Fath ayat 4, 18, dan 26. Sakina adalah istirahat, ketenangan, kedamaian yang datangnya dari Allah, rahmat, dan tumaknina. (Ensiklopedia Islam, 2002: 201-202). Gabungan kata ‘keluarga’ dan ‘sakina’ berarti keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak, yang dikelilingi suasana damai, tenteram, tenteram, dan bahagia.
Islam mengajarkan dan menganjurkan pernikahan karena membawa dampak positif bagi pelakunya,masyarakat, dan seluruh umat manusia. Pernikahan adalah cara terbaik untuk memuliakan anak, memperbanyak keturunan, melindungi kehidupan manusia dan melestarikan takdir, dan Islam sangat memperhatikan hal ini. Naluri kebapakan dan keibuan tumbuh dalam suasana kehidupan bersama anak, saling melengkapi, serta tumbuh pula perasaan kelembutan, cinta dan kasih sayang, dengan sifat-sifat baik yang melengkapi kemanusiaan. Menyadari tanggung jawab mempunyai istri dan mengasuh anak, menimbulkan sikap tekun dan sungguh-sungguh dalam mengembangkan bakat dan karakter seseorang.
Kejujuran merupakan unsur spiritual dan mencerminkan berbagai sikap terpuji (honorable, respectable, creditable, maqaman mahmuda).Perilaku jujur adalah perilaku yang disertai sikap bertanggung jawab atas perbuatannya. Dia siap menghadapi risiko dan segala konsekuensinya dengan penuh kegembiraan (Tasmara, 2001: 190).
- Jujur pada diri sendiri, Salah satu dimensi moral dari doa adalah kejujuran, keikhlasan, dan ketabahan. belum pernah mendengar ada orang yang mencontek jumlah rakaat shalat, meskipun shalatnya sendirian. Bagi orang jujur , hakikat shalat tidak sebatas amalan yang diawali dengan Takbir dan diakhiri dengan salam. Namun semua yang diucapkannya dalam doa membuktikan dirinya adalah awal dari terlihatnya hasil doa nya.
- Jujur terhadap Orang Lain berarti tidak hanya mengatakan dan melakukan hal yang benar, tetapi juga demi kepentingan terbaik orang lain. Sikap jujur terhadap orang lain artinya sangat peduli melihat orang lain menderita.Oleh karena itu, orang jujur mempunyai sikap empati yang kuat dan semangat kepedulian yang baik.
- Jujur kepada Allah berarti berbuat dan memberikan segalanya atau beribadah hanya kepada Allah. Kejujuran terhadap Tuhan adalah soal hati nurani. Orang yang mempunyai sikap jujur terhadap Allah dalam hatinya selalu merasakan kehadiran Allah dan dilindungi oleh Allah. Oleh karena itu, ia tidak akan berani melakukan apa yang dilarang Allah dan akan selalu berusaha untuk tetap dalam keadaan baik.
Contoh Perilaku jujur dalam lingkungan keluarga, Mengakui kesalahan kepada orang tua ketika melakukan kesalahan, Mengembalikan kelebihan uang belanja kepada orang tua, Memberitahukan hasil ujian yang sebenarnya kepada orang tua, Tidak mengambil secara sembarangan barang anggota keluarga, Tidak berbohong atas nama keluarga, Disiplin dalam waktu.
Penerapan Perilaku Jujur dalam Keluarga
- Berbicara dengan jujur pada diri sendiri
Jujur pada diri sendiri adalah langkah awal yang harus kamu lakukan untuk mempraktikkan kejujuran di rumah. Hal ini sangat penting karena kejujuran dimulai dari diri sendiri. apabila seseorang mengamalkan kejujuran di rumah, maka ia harus jujur pada dirinya sendiri dan menyatakan apa yang sesungguhnya dia rasakan, apa kelemahannya, dan kesalahan apa yang diperbuatnya. ketika Anda jujur pada diri sendiri, Anda bisa menghadapi masalah dan situasi sulit dengan lebih percaya diri. Selain itu, ketika orang jujur pada dirinya sendiri, mereka akan lebih mudah jujur pada orang lain. Saat mempraktikkan kejujuran di rumah, jujur pada diri sendiri juga membantu Anda berkomunikasi secara terbuka dengan anggota keluarga lainnya. Jujur pada diri sendiri akan memudahkan Anda mendiskusikan masalah dengan anggota keluarga lain dan mencari solusi bersama. Oleh karena itu, berbicara jujur pada diri sendiri merupakan langkah penting dalam mempraktikkan kejujuran di rumah. Ini akan meningkatkan kepercayaan diri Anda, mendorong komunikasi terbuka dengan keluarga, dan membantu Anda lebih meningkatkan diri.
- Berbicara dengan jujur pada anggota keluarga
Berbicara dengan jujur pada anggota keluarga merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan dan kerja sama antar anggota keluarga. Salah satu cara jujur pada keluarga adalah dengan mengungkapkan perasaan dan pikiran secara jelas dan terbuka. Jangan takut untuk membicarakan apa yang kamu sedang rasakan. Jujur pada keluarga juga berarti tidak menyembunyikan informasi atau fakta penting. Jika anggota keluarga lain perlu mengetahui sesuatu, jujurlah dan terus terang. Jangan menyembunyikan informasi penting atau berbohong kepada anggota keluarga, karena dapat merusak kepercayaan dan hubungan antar anggota keluarga. Selain itu, jujur pada keluarga juga berarti menjadi pendengar yang baik. Jika anggota keluarga lain ingin membicarakan masalah atau perasaannya, dengarkan baik-baik dan jangan menghakimi atau menyalahkan. Memberikan bantuan dan dukungan yang diperlukan serta menyarankan saran dan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Singkatnya, berbicara jujur dengan keluarga adalah cara penting untuk mempraktikkan kejujuran di rumah. Hal ini membantu membangun kepercayaan, meningkatkan kerja sama, dan memecahkan masalah antar anggota keluarga.
- Tidak Mengambil Barang Milik Orang Lain Tanpa Izin
Hal ini sangat penting karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin merupakan tindakan tidak jujur dan dapat merusak hubungan dengan anggota keluarga yang terkena dampak. mengambil barang milik orang lain tanpa izin dapat dilakukan secara tidak sadar maupun sengaja. misalnya saja kamu meminjam sesuatu dan mengembalikannya, namun lupa menghubungi pemiliknya. Jika kamu ingin meminjam sesuatu dari orang lain, kamu harus menanganinya dengan hati-hati dan mengembalikannya tepat waktu. Jika kamu memiliki suatu barang yang tidak digunakan orang lain dan kamu pikir mungkin dapat menggunakannya, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada pemiliknya apakah barang tersebut tersedia untuk dipinjamkan. mohon jangan mengeluarkannya tanpa izin meskipun kamu memutuskan untuk tidak menggunakannya. Dalam hal ini, penting juga untuk mengajarkan anak untuk selalu meminta izin sebelum mengambil barang orang lain. Dengan mengajarkan kejujuran pada anak dalam hal ini, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan bertanggung jawab.
- Tidak membuat janji yang tidak bisa dipenuhi
Cara mempraktikkan kejujuran di rumah adalah menghindari membuat janji yang tidak dapat kamu tepati. dalam kehidupan sehari-hari, berjanji adalah hal yang lumrah, bahkan kepada anggota keluarga. Namun seringkali kita membuat janji yang sebenarnya tidak bisa kita tepati. Misalnya, kamu berjanji akan membantunya mengerjakan pekerjaan rumahnya, tetapi dia akhirnya tidak mengerjakannya. Hal ini justru sangat merugikan anggota keluarga lainnya. Karena mereka memercayai janji kita dan kemungkinan besar akan menyesuaikan jadwal mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak membuat janji yang tidak dapat kamu tepati. Jika jelas bahwa kamu tidak dapat menepati janji kamu, segera beri tahu keluarga yang terkena dampak dan berikan alasan yang jujur. Jangan menunda atau mengabaikan komitmen ini. Dengan tidak memberikan janji yang tidak dapat kamu tepati, kamu dapat membangun kepercayaan dan keintiman yang baik dengan anggota keluarga lainnya.
- Menghargai Privasi Anggota Keluarga
Menghormati privasi keluarga adalah cara penting untuk mempraktikkan kejujuran di rumah. Setiap anggota keluarga berhak atas privasi dan pemeliharaan privasi mengenai informasi pribadi, ruang pribadi, dan barang-barang pribadinya. Oleh karena itu, jangan membaca atau mengakses informasi pribadi anggota keluarga lain tanpa izin mereka. Selain itu, selalu hormati privasi keluarga kamu. Jika ingin meminjam barang milik anggota keluarga, pastikan mendapat izin dan jangan mengambil barang orang lain tanpa izin. Jika kamu ingin mencari bantuan dari anggota keluarga lainnya, jangan pernah membuat janji yang tidak dapat Anda tepati.
Menerapkan kejujuran di rumah sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian keluarga. Tindakan pencegahan yang mungkin dilakukan termasuk, namun tidak terbatas pada, berbicara jujur dengan anggota keluarga, menghormati privasi mereka, tidak mengambil barang milik orang lain tanpa izin, dan tidak membuat janji yang tidak dapat kamu tepati. Mempraktikkan kejujuran di rumah membantu keluarga membangun hubungan yang lebih baik dan harmonis, dan mampu membentuk keluarga yang sakinah.
Kesimpulan
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal seorang anak dan merupakan lingkungan pertama yang tanggung jawabnya ada pada orang tua. memberikan teladan dan panutan bagi kehidupan anak di masa depan. Pendidikan di rumah yang penuh kasih sayang, rasa aman dan hangat, serta kebiasaan yang menanamkan moral agama yang baik memungkinkan anak untuk hidup sebagai individu yang sehat dan baik di masyarakat. Menanamkan kejujuran pada anak sangat penting melalui orang tua dalam keluarga begitu pun kejujuran yang dilakukan antara orang tua. Dengan memiliki perilaku jujur, individu akan mampu membangun hubungan yang sehat dengan orang lain dan mampu menciptakan lingkungan yang harmonis.

No responses yet