Categories:

Penulis : Aisyah Gemintang Shafa Salsabila, Mahasiswi Psikologi, Program Studi Psikologi, Universitas

Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Abstract

Anak adalah titpan Allah kepada hamba-nya. Dimana kita dipercaya, di anugrahi,
dan dititipkan seorang anak. Oleh karena itu sudah kewajiban bagi kita yang mendapat
kepercayaan dan diberi kesempatan menjadi orang tua kita harus merawat, mengasihi, dan
mendidik anak-anak kita. Mendidik anak tidak hanya tentang ilmu pengetahuan saja tetapi
juga tentang akhlak. Dalam Pendidikan tentang akhlak kita dapat menggunakan aliran teori
psikologi salah satunya yakni teori behaviorisme.
kata kunci : Teori Psikologi, Teori behaviorisme, dan Pendidikan Akhlak Anak
Akhlak adalah sifat seseorang yang menghasilkan tingkah laku,kepribadian, dan
perangai baik dan buruk-nya seseorang. Pendidikan mengenai akhlak sebaiknya diajarkan
sedini mungkin pada anak. Akhlak dibagi menjadi 2 yaitu ;

  1. Akhlakul Mahmudah (Akhlak Terpuji) : Penyabar, Jujur, Sopan, Santun, dll
  2. Akhlakul Mazmumah ( Akhlak Tercela ) : Kikir, Iri, Dengki, Pembohong, sombong,
    dll
    Sebagai seorang muslim kita sudah memiliki suri tauladan dalam mengimplementasikan

akhlak, yaitu Rasulullah SAW, Allah ber-firman dalam Qs al-ahzab Al-Qur’an surat Al-
Ahzab: 21

َۡد
ِ ۡى َ ل َك َ ان ُكۡم َق
ِ ُسۡو ِل ل ف
ٌ َر ّٰဃ
ٌ ا ُ ۡسَوة
ِ َمۡن َح َسنَة
َۡر ُجوا ّ
َ ل َك َ ان ي
َ ّٰဃ
َۡوم
ۡي
َ َكَر ۡ ٰ الا ِخ َو َر ال
ِۡي ّٰဃ ًرا َو َ ذ
َ كث

Artinya, ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21)
Dalam dunia psikologi terdapat teori behaviorisme yang merupakan teori pendekatan
dalam psikologi pendidikan. Teori ini dapat kita terapkan untuk Pendidikan akhlak
kepada anak usia dini. Teori Behaviorisme adalah teori yang mempercayai bahwa untuk
mengetahui tingkah laku seseorang harus mengamati aktivitas nya secara keseluruhan,
tidak hanya pada peristiwa-peristiwa tertentu saja.
Menurut teori Behaviorisme juga hal paling penting dalam belajar adalah stimulus
yang diberikan dan bagaimana respon kita terhadap stimulus tersebut. Stimulus
merupakan sesuatu yang kita ajarkan dan respon adalah bagaimana tanggapan orang yang
kita beri pengajaran terhadap apa yang kita ajarkan. Teori ini juga percaya bahwa perilaku
seseorang dibentuk oleh lingkungan sosial Ketika seseorang berinteraksi dengan
lingkungan melalui proses belajar serta adanya stimulus dan respon, menurut teori ini
juga tingkah laku seseorang diperoleh dari hasil belajar sehingga perilaku dapat
diarahkahkan sesuai kemauan pemberi stimulus.
Menurut salah satu tokoh psikologi yaitu Skinner, beliau menyatakan bahwa belajar
merupakan proses perubahan perilaku yang merupakan hasil dari belajar dan pencontohan
perilaku oleh guru (guru disekolah, orang tua, maupun orang-orang disekitarnya) atau
lingkungan ia berada.
Salah satu tokoh yaitu Thorndike juga mengemukakan tiga hukum belajar, yaitu:

  1. Law of readiness, yaitu kesiapan belajar. Anak yang sudah siap menerima
    pengajaran akan lebih mudah diberikan stimulus atau pengajaran dan memberikan respon
    dari pembelajaran tersebut.
  2. Law of exercise, yaitu latihan atau pengulangan. Anak yang sering mengulang atau
    mendapatkan latihan tentang apa yang dipelajarinya seperti suatu tingkah laku maka
    pengajaran akan berhasil.
  3. Law of effect, yaitu akibat. Anak akan lebih bersemangat dalam belajar jika ia
    mengetahui apa yang akan ia dapatkan itu sesuatu yang memuaskan dan cenderung tida
    bersemanagat jia ia mengetahui apa yang akan dia dapatkan adalah sesuatu yang tidak
    memuaskan.
    Dengan penjelasan teori diatas dapat disimpulkan bahwa kita dapat mengajarkan akhlak
    kepada anak sesuai dengan pengajaran yang kita berikan dan lingkungan dia berada. Tidak
    hanya dengan pengajaran akhlak secara teoritis saja tetapi juga dengan mencotohkannya. Dan
    ini mengingatkan kepada kita juga untuk berhati-hati bersikap didepan anak karena anak
    dapat meniru perilaku yang kita lakukan. Tidak hanya itu kita juga harus memperhatikan
    kesiapan anak itu sendiri maka dari itu diperlukan pengajaran bertahap, dibantu dengan
    latihan seperti diterapkan dikehidupan sehari-hari seperti berpamitan dan mencium tangan
    orang tua bila hendak main, dan beritahu anak apa yang akan ia dapatkan jika ia mempelajari
    dan menerapkan akhlak yang baik seperti di sayang allah, mendapat pahala, dll.

Referensi
Asfar, A.M.Irfan Taufan, Asfar, A.M.Iqbal Akbar, Halamury, Mercy F. (2019). TEORI
BEHAVIORISME (Theory of Behaviorism).
https://www.researchgate.net/publication/331233871_TEORI_BEHAVIORISME_The
ory_of_Behaviorism
Juniardi,Muhammad.(2022). PENERAPAN TEORI BEHAVIORAL DALAM PEMBENTUKAN
KARAKTER ANAK USIA DINI DI TK IT RUBADA. https://etheses.uinmataram.ac.id/3244/
Sitoresmi, A. R. (2022). Pengertian Akhlak dalam Islam, Pahami Pula Jenis-Jenis dan
Contohnya.Liputan6.com.Diakses 21 Desember 2023,

https://www.liputan6.com/hot/read/5111481/pengertian-akhlak-dalam-islam-pahami-pula-jenis-jenis-dan-contohnya

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *