Oleh : Yusriyyah Nur Hanifah (Mahasiswa Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma)
Ilmu pengetahuan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama islam. Islam berasal dari kata aslama yang artinya tunduk dan patuh, maknanya tunduk patuh terhadap kehendak atau ketentuan Allah SWT. Ilmu bukan hanya sekedar pengetauan, tetapi sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori yang di sepakati dan dapat selara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam ilmu bidang tertentu. Ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.
Hukum mencari ilmu itu wajib, menjadi fardhu ain untuk setiap manusia mempelajari ilmu sama ada ilmu agama ataupun ilmu duniawi.
Ilmu-ilmu ini bersifat praktis, artinya setiap hambanya wajib memahami dan mempraktiskan dengan niat karena Allah SWT. di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bari nabi juga telah disebut bahwa menuntut ilmu adalah wajib
Pengertian ilmu dan ilmu pengetahuan
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang di susun secara bersistem menurut metode – metode tertentu yang dapat di gunakan untuk menerangkan gejala – gejala tertentu di bidang pengetahuan.
Sedangkan menurut and English leader’s dictionary, science is knowledge arranged is a system, especially obtained by observation and testing of fact yang artinya ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam sebuah sistem khususnya di dapat dari observasi dan pemeriksaaan fakta.
Setiap manusia dianugerahkan oleh Allah kelebihan, yakni akal pikiran. Maka sudah sepantasnya kita menggunakannya untuk hal yang bermanfaat seperti menuntut ilmu. Islam mewajibkan setiap umatnya untuk menuntut ilmu karena ilmu dapat menjauhkan manusia dari ketersesatan. Allah juga telah memuliakan orang-orang yang berilmu.
Ilmu pengetahuan amat penting bagi setiap individu bahkan dapat meingkatkan martabat manusia. Di dalam Islam, menuntut ilmu juga merupakan suatu ibadah kepada Allah dan terdapat beberapa matlamat tertentu dalam proses menuntut ilmu. Pentingnya mempunyai ilmu adalah untuk membuktikan kekuasaan Allah . Matlamat ini adalah untuk menguatkan kepercayaan keimanan manusia terhadap Allah SWT.
Kewajiban menuntut ilmu tidak hanya untuk laki – laki, tetapi untuk perempuan juga karena seorang perempuan yang cerdas akan menjadi pendamping yang hebat bagi suaminya kelak, yang dapat mengantarkan pasangannya itu untuk memenuhi kewajiban dengan sebaik – baiknya. Dengan kedalaman ilmu pula, ia akan dapat mendidik anak – anaknya menjadi pribadi – pribadi baik dan berkualitas, terutama untuk membela agama Allah SWT.
Dalam sebuah hadisnya, Nabi Muhammad bersabda, “Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim (dan Muslimah).” Hadis Nabi yang diriwayatkan Al-Thabarani melalui Ibnu Mas’ud ini menegaskan, bahwa kaum perempuan memiliki kewajiban yang sama dengan kaum laki-laki dalam menuntut ilmu pengetahuan.
Dalam beberapa ayat Alquran, Allah mengangkat orang yang berderajat dan berilmu, baik kaum laki-laki maupun perempuan. Allah berfirman, “Hai, orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan, apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujadilah, [58]:11).
Islam menganjurkan kaum perempuan untuk menuntut ilmu terutama ilmu agama karena ilmu adalah termasuk rukun yang sangan penting untuk membenarkan iman. Sedangkan iman itu sendiri adalah puncak dari agama ini.
Saat ini banyak perempuan inspiratif yang dapat dijadikan role model bagi setiap anak perempuan. Tapi jauh dari sebelum itu ada satu tokoh perempuan islam yang juga dapat dijadikan panutan bagi setiap perempuan. Ia sangat mencintai ilmu, dan ia selalu merasa haus akan ilmu. Beliau adalah Amrah binti Abdurrahman. Amrah adalah salah satu murid Aisyah r.a. yang sangat cerdas. Periwayatannya tentang hadits-hadits Aisyah r.a. sangat lengkap. Bahkan beliau juga disebut-sebut sebagai salah satu generasi tabi’in perempuan yang paling cemerlang. Semua berawal dari pendidikan yang diberikan oleh Aisyah r.a. yang telah melahirkan perempuan dengan segala kelebihannya yang tidak dimiliki perempuan pada zaman itu.
Di era perkembanan informasi dan teknologi banyak sumber – sumber pengetahuan yang tidak baik dan bahkan dapat menjerumuskan dalam kesesatan. Untuk itu perempuan muslimah perlu untuk selalu melihat kebenaran dari ilmu atau informasi yang di peroleh dengan merujuk pada siapakah yang menyampaikan informasi tersebut,bagaimana latar belakang ilmu pengetahuan yang dimilikiny, dan yang terpenting apakah informasi atau ilmu yang disampaikan sesuai dengan sumber ilmu agama kita yaitu Al – Quran dan hadist.
Al – quran dan hadist adalah sumber ilmu dan pengetahuan yang merupakan wasiat dari Rasulullah Saw. Beliau bersabda “aku tinggalkan ditengah – tengah kalian dua perkara. Selama kalian berpegang teguh dengan kedua nya tidak akan tersesat selama – lamanya, yaitu kitabullah (Al – quran), dan sunnahku (hadist).” HR Malik, Al hakim, dan Baihaqi
Selain Al-Qur’an dan hadis, perempuan muslimah dapat belajar dari sumber lain seperti Sirah Rasulullah, Sirah Para Shahabat dan Shahabiyah, Sirah Nabawiyah, dan Kitab-Kitab Ulama Klasik. Sumber-sumber ilmu tersebut akan memperkaya pengetahuan agama. Bila perlu, muslimah juga dapat mengikuti atau mendengar majelis-majelis ilmu, yang banyak tersebar luas di era sekarang. Bisa melalui media sosial, radio atau juga televisi dengan berbagai tema kajian baik tadabur Quran, sirah dan lainnya akan memudahkan kita untuk mempelajarinya.
Atau juga dengan mencari sumber-sumber ilmu yang terpercaya dari buku-buku, dari internet atau dari sahabat yang sering menghadiri majelis-majelis ilmu. Tentu, alangkah baiknya jika sesekali menyempatkan hadir pada majelis-majelis ilmu tersebut, entah sendiri atau mungkin bersama keluarga. Jika kita masih sempat untuk pergi ke pusat-pusat perbelanjaan sekadar berkumpul bersama sahabat atau keluarga, cobalah sesekali berubah haluan untuk pergi menghadiri pengajian yang diadakan di sekitar rumah.
Bila perlu, muslimah juga perlu mengikuti atau mendengar majelis- majelis ilmu, yang banyak tersebar luas di era sekarang. Bisa melalui media social, radio, atau juga televise dnegan berbagai tema kajian baik tadabur quran, sirah dan lainnya.
Adab menuntut ilmu bagi muslimah
Untuk mendapat ilmu yang bermanfaat, ada adab – adab dalam menuntut ilmu yang sebaiknya kaum muslimah lakukan, yaitu :
- Mengikhlaskan niat karena Allah ta’ala
- Memohon ilmu yang bermanfaat
- Bersungguh – sungguh dalam menuntut ilmu
- Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat
- Mendengarkan dengan baik ilmu yang disampaikan

No responses yet