Dalam kitab “Al-Mausu’ah Al-Muyassaroh Fi Al-Tarikh Al-islami” disebutkan tentang pentingnya taktik untuk menghadapi suatu permasalahan yang berpotensi menjadi hoaks.
Suatu hari, Muhammad Al-Mahdi bin Manshur kedatangan seseorang yang membawa sandal.
“Ini adalah sandal Rasulullah. Saya hadiahkan untukmu” ujar orang itu.
Khalifah Al-Mahdi pun menerima sandal itu kemudian beliau mencium sandal itu dan meletakkannya pada kedua matanya. Beliau memerintahkan agar pria itu diberi uang sepuluh ribu dirham.
Ketika pria itu pergi, Al-Mahdi berkata kepada pengawalnya, “Demi Allah, Jangankan memakai sandal ini, Nabi melihat sandal ini saja tidak pernah. Lantas kenapa aku mencium sandal ini?”.
Al-Mahdi melanjutkan perjalanan: “Bila aku menolak hadiah sandal itu, orang itu akan pergi dan menyebarkan kabar:
“Aku memberikan hadiah berupa sandal Rosululloh kepada Al-Mahdi, tetapi ia menolaknya. Rakyat akan lebih mempercayai ucapannya. Karena rakyat akan condong kepada sesama. Mereka cenderung membela yang lemah dan menyalahkan yang kuat, walaupun orang yang lemah itu yang salah. Maka aku beli mulut pria itu sepuluh ribu dirham. Aku rasa hal ini lebih baik dan lebih maslahat”.

No responses yet