Categories:

Oleh: Faiza Azzahra (mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. hamka dari fakultas psikologi)

Al-Qur’an menggambarkan beberapa sosok ayah dan perannya dalam menyampaikan kasih sayang, menanamkan nilai-nilai, memberikan keteladanan, dan mengembangkan karakter pada anak-anaknya. Hal ini menunjukkan pentingnya peran ayah dalam mendidik anak, termasuk dalam pendidikan karakter. Allah berfirman dalam surat At- Tahrim : 6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Artinya, para pemimpin bertanggung jawab untuk menunjukkan kepemimpinan dalam rumah tangga dengan melindungi keluarga mereka dari siksa api neraka yang terbuat dari manusia dan batu. Sebab pada hari kiamat, semua pemimpin keluarga akan dimintai pertanggung jawaban.

Anak merupakan anugerah dari Allah SWT yang harus mendapat pendidikan, pengasuhan dan pengasuhan yang sebaik-baiknya agar dapat bertahan hidup sehingga dapat tumbuh menjadi manusia yang berakhlak mulia dan berakhlak mulia.

Ayat Al-Quran tentang peranan ayah dalam mendidik keluarga, khususnya peranan ayah terhadap anak-anaknya, terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 132, ayat ini menjelaskan  pentingnya  seorang ayah dalam pendidikan anaknya, yaitu:

وَوَصّٰى بِهَآ اِبْرٰهٖمُ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُۗ يٰبَنِيَّ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

McBride merumuskan tiga peran terpenting  ayah dalam keluarga:

  1. Paternal engagement, yaitu ketika ayah terlibat langsung dalam interaksi dengan anak. Misalnya, nikmati waktu berkualitas untuk bermain dan bersantai bersama anak, serta nikmati interaksi sehari-hari seperti makan, berpakaian, mengerjakan pekerjaan rumah, serta bermain dan mengobrol dengan anak.
  2. Paternal akccesibility, suatu bentuk keterlibatan tidak langsung yang masih relevan bagi anak. Artinya, seorang ayah memiliki akses yang mudah terhadap anak-anaknya.
  3. Paternal responsibility, keterlibatannya meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab  pemenuhan kebutuhan anak.

Pendidikan adalah modal untuk mengubah masyarakat. Untuk mengubah masyarakat menjadi lebih baik, kita tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah saja, melainkan peran seluruh anggota masyarakat. Karakter merupakan ciri khas nilai-nilai kebaikan yang tertanam dalam diri dan terekspresikan dalam tindakan seseorang (mengetahui nilai kebaikan, ingin berbuat baik, benar-benar menjalani kehidupan yang baik, berbuat baik terhadap lingkungan). Kepribadian secara konsisten dihasilkan dari pemikiran, pikiran, gerakan, dan emosi individu dan kelompok orang.

Pendidikan tidak lepas dari karakter. Penanaman ilmu pengetahuan tanpa mengajarkan cara mengembangkan nilai dan emosi justru merugikan masyarakat. Sebab pengetahuan tanpa budi pekerti yang baik menghasilkan orang-orang yang penipu, korup, tamak, tamak, yang mengutamakan kepuasan diri sendiri. Oleh karena itu pendidikan karakter  suatu bangsa harus dimulai dari organisasi terkecil yaitu keluarga yang merupakan jiwa dan tulang punggung  masyarakat. Kemakmuran suatu negara atau sebaliknya kebodohan dan keterbelakangannya mencerminkan kondisi keluarga-keluarga yang hidup dalam masyarakat tersebut.

. Keluarga Sakina diartikan sebagai keluarga harmonis yang selalu dijunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam serta saling menghormati dan mencintai. Dalam keluarga Sakina, anggota keluarga dapat menunaikan tugasnya dan selalu saling membantu. Mereka akan diberikan kesempatan untuk saling  mengenal,  mencari jodoh, membangun keluarga sebagai suami istri dalam berumah tangga.

Tugas utama keluarga adalah menjaga sifat anak yang suci dan murni, mengasahnya, mengembangkan bakat dan kemampuan, memberikan anak rasa aman dan tenang, serta menjaga suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh kasih sayang. Dengan cara ini, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang positif. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk berpartisipasi aktif dalam pendidikan anaknya.

Cara orang tua khususnya ayah dalam membesarkan dan mengaruh pendidikan anak mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan kepribadian dan masalah psikologis dalam perkembangan kognitif anak. Kasih sayang orang tua, perilaku pengasuhan yang konsisten, tanggap terhadap isyarat anak, ekspresi nilai, dan penghargaan terhadap pendapat anak merupakan faktor penting dalam membentuk kepribadian baik anak.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *