Dibuat oleh:
(Aprilia Putri Nur Eka Sari)
2208015176
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Keluarga merupakan komunitas terkecil dimasyarakat sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak oleh sebab itu, keluarga merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya seorang anak dari usia dini hingga dewasa dan melalui pendidikan dalam keluargalah karakter seorang anak terbentuk karena keluargalah contoh utama dalam perilaku yang ditampilkan didepan anak, karena anak diibaratkan seperti selembar kertas putih yang kosong yang harus diisi, dalam hal ini peran orang tualah yang sangat penting dalam pembentukkan karakter seorang anak sejak dini dengan kelembutan dan kasih sayang dan memberikan nilai-nilai yang positif dalam kehidupan sehari-harinya dan memberikan makanan yang halal dan toyyib. Karena anak merupakan sebuah anugrah yang telah allah titipkan yang menyejukkan mata dan sebuah kenikmatan dari allah swt. keluargalah sebuah tempat pertama dalam sejarah hidup bagi seorang anak untuk membentuk sebuah karakter yang kuat dan menjadi jiwa yang baik.
Karakter adalah sebuah perilaku yang tampak dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bersikap maupun bertindak, biasanya karakter anak dimulai terbentuknya dari kebiasaan atau pola asuh yang dilakukan oleh orang tuanya selama masa kanak-kanak hingga remaja. Pada masa kanak-kanak hingga remaja inilah yang kemungkinan akan menentukan atau mempengaruhi karakter anak pada saat dewasa nanti dari hal yang baik maupun yang buruk.
Keluarga merupakan sebuah tempat pendidikan pertama dan utama bagi seorang anak sehingga sangat berperan dalam mengembangkan watak, karakter, dan kepribadian seorang anak, Jika seorang anak tumbuh di lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, maka anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang periang, ceria dan mampu mengendalikan emosi dengan baik. Namun, akan sangat berbeda dengan anak yang tumbuh di lingkungan keluarga yang penuh dengan amarah dan kekerasan, maka anak tersebut akan tumbuh menjadi personal yang seperti itu juga. Oleh karena itu, orang tua atau lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak.
Pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan ke dalam diri anak dapat menjadi bagian dari sebuah karakter dalam kehidupan sehari-hari, sebab seorang anak sebagai peniru maka akan menjadi teladan yang baik dengan cara memiliki hubungan yang erat dengan anak, memiliki kebiasaan yang positif, pola pikir yang optimis, mengakui kesalahan dan memperbaikinya serta didikan yang baik dalam mengajarkan nilai-nilai yang positif maka karakter anak yang kita harapkan bisa tercapai dengan beberapa contoh dari keluarga yang positi
Peran keluarga dalam membangun karakter anak diantaranya:
- Komunikasi Yang Terbuka Dan Positif
Komunikasi dua arah yang efektif sangat diperlukan untuk membentuk hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak sebab anak ingin merasa didengar, dihargai, dan diterima. Orang tua juga harus mendengar dan memahami apa kemauan anak, dan mengarahkan dan membimbing anak karena perilaku, tindakan dan sikap anak berawal dari keluarga. Komunikasi yang terbuka dan jujur antara orang tua dan anak dapat membantu memperkuat hubungan keluarga dan membangun kepercayaan dan dengan adanya komunikasi yang efektif anak akan belajar untuk mengungkapkan diri dan dapat menghargai pendapat dari orang lain. Berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata yang baik dan dengan bahasa santun dapat didengar dan ditiru oleh anak walaupun perlu diingat bahwa lingkungan dimana anak tumbuh dan berkembang berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter (berbahasa) anak.
- Model Perilaku Yang Positif
Model perilaku yang ditampilkan didepan anak akan cenderung meniru dan menyerap apa yang mereka lihat dari orang tua dan anggota keluarga lainnya. Oleh karena itu, keluarga harus memberikan contoh perilaku yang baik dan positif agar anak dapat tumbuh menjadi individu berintegritas, dan cara mengatasi konflik dengan cara yang positif.
- Pendidikan Nilai dan Etika
Keluarga adalah lembaga pertama dimana anak diperkenalkan pada nilai-nilai dan etika, nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, empati, dan tanggung jawab yang diajarkan melalui interaksi harian dalam keluarga. Orang tua berperan sebagai
guru pertama yang memberikan contoh perilaku kepada anak, dengan
mendapatkan pendidikan nilai yang baik, anak akan memahami dan menginternalisasi perilaku yang baik.
- Pemberian Dukungan Emosional
Keluarga adalah tempat dimana anak mencari dukungan emosional yang memberikan cinta, dukungan, dan pemahaman membantu anak dalam mengatasi kesulitan, dan membuat anak merasa aman dan mengembangkan rasa percaya diri yang kuat, dengan dukungan emosional ini dapat membantu anak mengembangkan stabilitas emosional dan meningkatkan kemampuan beradaptasi saat menghadapi kesulitan. Dan anak merasa aman dan nyaman untuk berbagi pikiran dan perasaannya.
- Penanaman Nilai Keagamaan
Keluarga menjadi tempat pertama dimana anak-anak diperkenalkan pada nilai-nilai keagamaan sebab dalam mengenalkan keagamaan pada anak-anak dapat membentuk dasar moral yang kuat bagi karakter anak.
- Pemberdayaan dan Pembinaan Kemandirian
Memberikan anak-anak kesempatan untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas tindakan mereka dengan begitu dapat membantu membentuk kemandirian, proses ini mengajarkan mereka untuk menghargai konsekuensi dari setiap tindakan.
- Fasilitasi Pembelajaran
Mendorong minat dan eksplorasi anak dalam berbagai bidang membantu pembentukan karakter yang kreatif dan berpikir kritis. Keluarga dapat berperan dalam membimbing anak-anak mencari dan mengejar minat mereka. Oleh karena itu, Kerjasama antara keluarga dan sekolah dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter anak secara holistik.
Kesimpulan
Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak. Dari komunikasi yang terbuka hingga pendidikan nilai, model perilaku positif, dukungan emosional, hingga pemberdayaan kemandirian, keluarga menjadi lembaga pertama dan utama yang membentuk dasar moral dan etika anak. Dengan memberikan contoh perilaku positif, mendukung pertumbuhan emosional, dan merawat nilai-nilai keagamaan, keluarga menciptakan lingkungan yang mendukung
perkembangan karakter anak secara holistik. Kerjasama antara keluarga dan sekolah juga menjadi kunci untuk mencapai tujuan pembentukan karakter yang kokoh dan positif.
Daftar Pustaka
Arif, S. (2018). Peran Keluarga dalam Mebentuk Karakter Anak. TARLIM: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, 1(2), 131-141.
Hyoscyamina, D. E. (2011). Peran keluarga dalam membangun karakter anak. Jurnal Psikologi, 10(2), 144-152.

No responses yet