Oleh: Ahmad Zulkarnain, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) – Jakarta.
Perkembangan teknologi informasi masa kini, khususnya media sosial, telah menjadi bagian integral dari kehidupan remaja masa kini. Fenomena ini membuka pintu bagi eksplorasi identitas diri yang lebih luas namun juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana peran media sosial dalam membentuk identitas remaja. Kehadiran platfrom-platfrom digital seperti facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya telah mengubah lanskap komunikasi serta pola interaksi sosial dikalangan remaja. Kajian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak dan peran yang dimainkan oleh media sosial dalam membentuk identitas remaja, menggali implikasi positif dan negatifnya terhadap perkembangan diri mereka, serta mengeksplorasi strategi yang dapat membantu mendukung pembentukan identitas yang sehat dan positif di era digital ini.
Dari media sosial kita dapat mendapatkan informasi positif dan informasi negatif apalagi informasi media sosial di jaman sekarang susah sekali di bedakan mana informasi yang benar dan informasi yang salah, contoh nya di tahun ini banyak sekali konten konten, berita berita yang ada di media sosial yang sering kali kita temui sumber yang salah seperti hoax atau berita palsu.
Dampak positif media sosial dalam membentuk identitas remaja masa kini, yaitu:
- Mengembangkan Kemahiran dalam berkomunikasi
- Menambahkan relasi
- Mengembangkan kreativitas
- Peningkatan keterampilan digital
Dampak negatif media sosial dalam membentuk identitas remaja masa kini, yaitu:
- Perbandingan sosial atau strata sosial
- Menjadi platform bullying
- Gangguan Kesehatan mental
- Ketergantungan pada medsos
Dapat diketahui disini bahwa medsos memberikan manfaat juga dampak buruk bagi kita, media sosial memberikan akses mudah kepada pengguna melalui jaringan internet, dengan itu para pengguna media khususnya para remaja, Penting untuk diingat bahwa dampak negatif ini dapat bervariasi tergantung pada cara remaja menggunakan media sosial. Penggunaan yang bijak, batasan waktu yang sehat, dan kesadaran akan dampaknya dapat membantu remaja mengurangi dampak negatif dan memanfaatkan media sosial secara positif.
Penting untuk diingat bahwa dampak negatif ini dapat bervariasi tergantung pada cara remaja menggunakan media sosial. Penggunaan yang bijak, batasan waktu yang sehat, dan kesadaran akan dampaknya dapat membantu remaja mengurangi dampak negatif dan memanfaatkan media sosial secara positif. Jumlah pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 212,9 juta pada awal tahun 2023. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data yang dipublikasikan We Are Social, per Januari 2023, total penduduk Indonesia berjumlah 276,4 juta jiwa, yang terdiri dari 49,7 persen perempuan dan 50,3 persen laki-laki. Jika kita melihat pengguna internet, masyarakat Indonesia adalah yang berdasrkan di dunia maya. Jumlah penggunanya sebanyak 212,9 juta, meningkat 5,2% atau 10 juta dari tahun 2022. Dari data tersebut, terlihat ada kurang lebih 64 juta masyarakat Indonesia yang bahkan belum menyentuh internet. Sementara itu, kecepatan internet seluler di Indonesia diperkirakan mencapai 17,27Mbps pada Januari 2023. Maka kecepatan internet fixed broadband Anda akan menjadi sekitar 24,32Mbps. We Are Social menyebutkan pengguna internet Indonesia menghabiskan waktu 7 jam 42 menit dalam sehari. Namun, waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk bermain online menurun sebesar 10,6% (55 menit) dibandingkan tahun lalu. Dalam hal perangkat untuk bermain di Internet, sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggunakan gadget dengan rata-rata waktu penggunaan 4 jam 53 menit. Hanya membutuhkan waktu 2 jam 49 menit menggunakan komputer dan tablet. Saat ini, orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton acara, streaming acara youtube, dan bermain di media sosial. Masyarakat Indonesia menghabiskan waktu sekitar 2 jam 53 menit untuk menonton youtube, sedangkan menggunakan media sosial rata-rata menghabiskan waktu 3 jam 18 menit. Khusus media sosial di Indonesia, We Are Social mengumumkan penggunanya mencapai 167 juta atau 60,4% pengguna Facebook, Instagram, TikTok, dll. (We Are Social, Internet Users Over Time)
Dari data yang di atas banyak sekali yang menggunakan media seosial di Indonesia, ada juga masih banyak yang menggunakan Televisi dan berita online, dan bahkan masyarakat lebih memilih melihat berita berita terbaru di media sosial di banding melihat koran dan televisi. Berikut Data table yang saya dapat dari websait databoks yaitu.
Dari data yang saya dapat di atas kita dapat melihat media sosial bukan hanya dapat untuk berkomunikasi saja tetapi media sosial juga bisa untuk mendapatkan informasi informasi terbaru yang ada di sekitar kita. Terlihat melalui hasil survei “ KATADA INSINGHT CENTER “ (KIC) dan kementrian komunikasi dan informatika yang menunjukan bahwa penduduk Indonesia mengakses informasi di media sosial, yang persentasenya mencapai 73%.
Sumber informasi masyarakat Indonesia lainya berasal dari televisi sebesar 59,7%, dan radio 4% sementara, ada 1,2% responden yang tidak mengakses informasi sama sekali. Adapun, survei ini dilakukan terhadap 10.000 responden di 34 provinsi Indonesia pada 04 – 24 oktober 2021.
Responden merupakan anggota rumah tangga berusia 13 – 70 tahun yang mengakses internet dan media sosial dalam tiga bulan terakhir. Survei ini dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of eror +/- 0,98% pada Tingkat kepercayaan 95%.

No responses yet