Oleh: Finna Adhaini, dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Keluarga didefinisikan sebagai satu kesatuan yang dibentuk oleh ikatan pernikahan antara
laki-laki dan perempuan menurut ajaran Islam. Dengan adanya ikatan ini, anak dan keturunan
yang dihasilkan menjadi sah secara hukum agama (Aunur Rahim Faqih, 2001: 70). Tujuan
pendidikan agama dalam keluarga berasal dari tujuan pendidikan Islam secara umum, yaitu
untuk mencapai tujuan hidup muslim, yaitu menumbuhkan kesadaran manusia sebagai
makhluk Allah SWT agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berakhlak
mulia dan beribadah kepada-Nya.
Pendidikan agama Islam memiliki tiga tujuan, yaitu:
(1) membentuk keluarga untuk membentuk perilaku dan moral anak-anak serta mengajarkan
batasan baik dan buruk.
(2) membentuk orang yang beriman dan taat kepada Allah SWT.
(3) berfungsi sebagai fondasi utama dan berperan dalam moral pendidikan untuk
pembangunan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Bagaimana peran keluarga dalam pendidikan agama islam?
Orang tua, sebagai penanggung jawab atas kehidupan keluarga, harus memberikan
pendidikan dan pengajaran kepada anak-anaknya dengan menanamkan ajaran agama dan
akhlakul karimah karena keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama yang
sangat besar dalam membentuk pola kepribadian anak.
Peran keluarga dalam pendidikan
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, keluarga memiliki banyak fungsi, salah satunya
adalah pendidikan atau edukasi. Artinya, keluarga memainkan peran penting dalam
pendidikan anak. Bahkan, banyak ahli menyebutkan bahwa pendidikan di dalam keluarga
berdampak besar pada keberhasilan anak di sekolah dan di tempat lain.
Berikut ini adalah contoh peran keluarga dalam pendidikan:
- Menjadi Contoh
Anak-anak dengan mudah dipengaruhi oleh tindakan orang tua mereka. Jadi alangkah
baiknya untuk menjadi teladan saat mereka belajar. Anak-anak belajar pertama di rumah
bersama orang tua mereka.
Tunjukkan pada mereka betapa menyenangkan dan pentingnya kehidupan sekolah jika
mereka berusaha sebaik mungkin untuk melakukannya. Dengan pengingat dan panduan yang
ramah, berikan inspirasi kepada mereka untuk mempelajari hal-hal baru baik di dalam
maupun di luar sekolah.
- Menciptakan suasana tenang di rumah
Orang tua harus memastikan bahwa suasana rumah tetap aman, nyaman, damai, dan bahagia
bagi anggota keluarga.
Untuk menciptakan suasana yang nyaman, hindari membicarakan masalah keluarga di depan
anak-anak Anda dan hindari menimbulkan konflik di rumah. - Pengalaman yang Berbeda
Selain dapat membangun hubungan dekat antara orang tua dan anak, berbagi pengalaman
masa kecil Anda sendiri juga dapat mengajarkan anak-anak pelajaran berharga. Anda dapat
membagikan pengalaman positif dan negatif untuk membantu mereka memahami pentingnya
belajar. - Berkolaborasi dengan Guru
Seperti yang disebutkan sebelumnya, menyerahkan anak ke sekolah tidak berarti orang tua
lepas dari tanggung jawab pendidikan anak mereka. Sekolah hanyalah sarana untuk
mendukung pendidikan di rumah.
Jangan lewatkan pertemuan orang tua di sekolah karena sangat penting bagi orang tua untuk
bekerja sama dengan guru mereka untuk membantu anak mereka belajar. Berbicara dengan
guru tentang kegiatan yang dilakukan anak di sekolah dan pastikan anak dioreksi jika ada
yang salah. - Menjadi guru
Keluarga harus menjadi guru pertama bagi anak-anak ketika mereka membuka mata, dan
keluarga membantu menjelaskan apa yang mereka lihat hingga mereka menjadi anak-anak
yang sudah memahami dunia luar.
- Memberikan Petunjuk
Setiap anak memiliki kepribadian dan cara berpikir yang berbeda. Beberapa anak dapat
bertahan dalam kondisi yang sangat buruk, tetapi yang lain akan terkena dampak jika mereka
tidak dididik.
Setiap orang tua, atau keluarga, harus melakukan tugas penting untuk membimbing anak-
anak mereka. Ini sangat sulit, karena anak-anak adalah fase perkembangan manusia baru dan
belum tahu apa-apa, sehingga mereka membutuhkan bimbingan dan arahan agar tidak
mengenal hal yang salah.
Referensi:
Al Hamat, A. (2018). Representasi keluarga Dalam konteks hukum Islam. YUDISIA: Jurnal
Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 8(1), 139-154.
Rahmadania, S., Sitika, A. J., & Darmayanti, A. (2021). Peran pendidikan agama Islam
dalam keluarga dan masyarakat. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 5(2), 221-226.
Fauziah, F., & Nurlaeli, A. (2022). Peranan Keluarga dalam Pendidikan Islam. al-Afkar,
Journal For Islamic Studies, 257-281.

No responses yet