Saya agak kaget ketika membaca mukaddimah syarah Diwan Zamaksyari. Pensyarah Diwan langka ini ternyata seorang perempuan. Namanya Fathimah Yusuf al-Khaimi. Entah kebangsaannya dari mana. Tapi yang paling menakjubkan, beliau mensyarah 5408 bayt dalam Diwan Zamaksyari. Ini luar biasa sekali! Diwan Zamaksyari lumayan sulit untuk dipahami. Alhamdulillah, syarah dari Fathimah Yusuf al-Khaimi berhasil menjinakkan makna-makna yang buas untuk dipahami. Syarah beliau termasuk ringkas.
Karya Fathimah Yusuf al-Khaimi ternyata tidak hanya itu. Beliau juga ikut serta menahkik tiga kitab Tafsir Alquran. Sekitar belasan jilid.
- Wujuh Alquran al-Adhim, Karya ulama tunanetra; syaikh Ismail bin Ahmad al-Naisaburi. Wafat 430 H.
- Al-Wujuh wa al-Nadhair Li Alfadzi Kitabillah Wa Maaniha, karya syaikh Husain bin Muhammad al-Damighani. Wafat 478 H.
- Ta’wilatat Ahli Sunnah, karya Imam Muhammad Bib Muhammad bin Mahmud al-Maturidi al-Hanafi. Wafat 333 H.
Yang sangat saya suka sekali dari perkataan beliau dalam mukaddimah itu,
وقد دفعني إلى ذلك إكباري العظيم لغتي العربية الأم التي قدس الله في كتابه العزيز وإجلالي كل من جهد نفسه لبيان فضلها على لغات البشر
Hal yang mendorong saya akan itu (mensyarah dan menahkik kitab-kitab itu) tak lain karena aku mengagungkan sekali bahasa Arab yang Allah muliakan dalam kitab-Nya dan juga penghormatanku kepada orang-orang yang berusaha menjelaskan keutamaan bahasa Arab atas seluruh bahasa Manusia.
Qultu:
والذي بضاعته مزجاة في لغة الضاد كيف يتعاطى في كلام فحول الشعراء و جهابذة الفصحاء فضلا عن كلام الله وكلام رسول الله صلى الله عليه وسلم
Orang yang kemampuannya lemah dalam bahasa Arab, bagaimana mungkin dia bisa menyelami makna kalam para penyair dan para fusaha, apalagi Alquran dan hadist?
Tidak sedikit perempuan menyamai, bahkan mengalahkan reputasi laki-laki dalam berkarya dan menulis.
ذلك فضل الله يؤتيه من يشاء
Madinatul Buuts, 26 Juli 2020.

No responses yet