Categories:

Oleh: Desi Triyana, Hasna Adilla Pasya, Indira Tantri Pangesti, Talitha Eka Purwanto, (Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)

Perasaan insecure atau insecurity adalah suatu istilah yang sudah tidak asing lagi bagi telinga kita dalam kehidupan sehari-hari, kini istilah insecure menjadi momok perbincangan dari setiap kalangan khususnya pada kalangan remaja, rasa insecure seringkali menggerogoti dalam diri seseorang, perasaan insecure dapat menyerang siapa dan kapan saja, singgah dalam waktu yang singkat maupun waktu yang lama, muncul dan menghilang tanpa dapat kita prediksi.

Menurut Abraham Maslow, insecure adalah suatu keadaan dimana seseorang yang merasa tidak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois. Orang yang mengalami insecure umumnya merasa ditolak dan terisolasi, cemas, pesimis, tidak bahagia, merasa bersalah, tidak percaya diri, egois dan cenderung neurotik. Mereka akan berusaha untuk mendapatkan kembali perasaan secure (aman) dengan berbagai cara. (Hasanah et al., 2022)

Menurut Greenberg setiap manusia pada umumnya akan merasakan perasaan insecure dan perasaan insecure dalam takaran sedikit termasuk baik untuk individu, contohnya adalah dapat membantu  perkembangan diri seseorang dengan memandang bahwa dia mampu mencapai sesuatu yang jauh lebih tinggi dari apa yang dia bayangkan sebelumnya. Namun tidak sedikit pula individu yang mengalaminya setiap saat sehingga mengganggu kesehariannya. Hal ini bisa dipengaruhi berbagai faktor mulai dari masa kecil mereka, trauma terdahulu hingga kritik dari orang lain. Perasaan insecure berkepanjangan dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental (depresi). (Qatrunnada et al., 2022)

Beberapa ayat Al – Quran yang menjelaskan mengenai insecure, yaitu:

  1. At – Tin ayat 4 yang berbunyi

قَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ 

Artinya: “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,”

(QS. At-Tin 95: Ayat 4)

Ayat ini menjelaskan bahwa sebaiknya kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT agar selalu pandai bersyukur karena Allah SWT telah menciptakan kita dalam bentuk sebaik baiknya dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan begitu ayat ini memperkuat alasan kita agar tidak perlu merasa insecure.

  • Al – Baqarah ayat 216 yang berbunyi

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّ كُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ

Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 216)

Semua kekurangan dan kelebihan yang kita miliki adalah bagian dari ketetapan Allah SWT, karena Allah SWT maha mengetahui apa yang terbaik dan tidak untuk kita. Dan percayalah bahwa Allah SWT maha adil terhadap hamba-Nya.

  • Al – Imran ayat 139 yang berbunyi

وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Artinya: “Dan janganlah kamu merasa lemah, dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yang beriman.” (QS. Ali-Imran: 139).

Surat ini menyinggung perihal orang yang beriman tidak seharusnya memiliki perasaan rendah diri karena manusia memiliki derajat paling tinggi diantara makhluk Allah SWT lainnya.

Faktor-faktor dari Insecure

Faktor yang menyebabkan insecure adalah peristiwa atau keadaan yang membuat seseorang merasa cemas dan takut. Seperti yang dikemukakan psikolog klinis Melanie Greenberg, ada beberapa faktor yang membuat seseorang membuat insecure, yaitu:

  • Insecure karena kegagalan atau penolakan terhadap kejadian baru-baru ini dan perasaan individu tentang diri mereka sendiri.
  • Insecure karena kecemasan sosial.
  • Insecure yang disebabkan oleh perfeksionisme.

Upaya Mengatasi Insecure

  1. Menyadari bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang terbaik.

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah swt. Yang paling sempurna. Tidak ada satu pun yang bisa menhina ciptaan-NYA. Maka dari itu kita sebagai umat manusia harus selalu bersyukur. Berdamailah terhadap diri kita sendiri dan menghargai apa yang telah diberikan Allah swt terhadap kita. Karena, kita sudah diciptakan sesuai dengan porsi masing-masing.

  • Berkumpul dengan orang soleh dan solehah.

Ketika kita berkumpul atau berteman dengan orang soleh dan sholehah kita mempunyai pengaruh untuk menguatkan iman dan selalu istiqomah karena kita akan terpengaruh dengan kelakuan baiknya

  • Bersyukur atas apa yang Allah berikan.

Kita sebagai manusia sudah diberikan nikmat terbaik dari makhluk- makhluk lainnya. Maka penting untuk kita agar selalu bersyukur dalam artian menerima dan berterimakasih atas apa yang telah diberikan Allah SWT. Dalam QS. Ibrahim: 7 Allah Ta’ala berfirman

تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ وَإِذْ

 “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

  • Membaca Al- Quran atau mendengarkan murottal Al- Quran untuk mengisi waktu luang agar kita tidak overthinking tentang insecure.

 Al- Quran bisa dijadikan sebagai media untuk penyembuhan gangguan kesehatan mental. Syekh Ibrahim Muhammad al-Jamili dalam (Sumarni, 2020) juga menjelaskan bahwa seluruh huruf yang ada didalam Alquran mengandung obat bagi penyehatan gangguan jiwa. Jika sedang mengalami insecure cobalah untuk mengisi waktu luang dengan hal- hal yang positif dan menenangkan hati seperti membaca atau mendengarkan murottal Al- Quran.

Kesimpulan

Dapat tersimpulkan bahwa sejatinya perasaan insecure itu murni respon tubuh dan pikiran kita yang lebih baik untuk sebisa mungkin kita hindari, perasaan insecure tidak hanya berdampak buruk tapi bisa juga memberikan dampak yang baik seperti halnya sebagai alasan motivasi seseorang untuk lebih baik lagi, sebagai bahan evaluasi diri dan tau letak kekurangan dalam diri dan tau mana yang perlu diperbaiki. Sering sering untuk merasa bersyukur, cukup atas apa yang telah kita terima, percaya dengan diri sendiri dengan tidak meremehkan diri kita sendiri adalah kunci utama dalam memerangi rasa insecure dalam diri kita.

Referensi

Hasanah, L., Maula, F., Husna, N., & Shodiqoh, L. (2022). Penanganan Insecure Pada Anak Usia Dini. Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 77–90. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/YaaBunayya/article/view/12553

Qatrunnada, J. I., Firdaus, S., Karnila, S. D., & Romli, U. (2022). Fenomena Insecurity di Kalangan Remaja dan Hubungannya dengan Pemahaman Aqidah Islam. 5(02), 139–152. https://doi.org/10.37542/iq.v5i02.655

Sumarni, S. (2020). Proses Penyembuhan Gejala Kejiwaan Berbasis Islamic Intervention Of Psychology. NALAR: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam, 3(2), 134–147. https://doi.org/10.23971/njppi.v3i2.1677

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *