Menjadi orang baik, menjadi orang beriman banyaklah bersyukur. Mungkin saudara, teman atau tetangga kita yang belum baik (ahli maksiat) atau belum beriman karena belum tahu atau belum dapat hidayah. Maka itulah tugas orang mukmin untuk mengajak atau mengirsyad membimbing saudaranya. Ini cerita Mbah Kyai Arwani Amin Kudus dan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari

Setelah kecopetan, Mbah Kyai Arwani Kudus malah bersyukur dan tenang, berbeda dengan sikap santrinya yang malah kelihatan gusar dan tidak tenang, karenanya melihat kyainya yang sangat tenang ia mencoba bertanya, dan dijawab alhamdulillah.

Kok alhamdulillah kyai?…maka dijawab lagi, 

“alhamdulillah saya yang dicopet, bukan yang jadi pencopet. Kamu pilih mana yg dicopet atau pencopet?”

…….

Cerita menarik tentang Syaikh Hasyim Asyari ketika hendak mendirikan pesantren di Tebuireng. Konon Tebuireng merupakan pusat maksiat, karenanya para saudara dan kawan-kawan menasehati beliau agar membangun pesantren di tempat lain, dengan azam yang kuat, iradah qawiyah dan tenang serta menenangkan kegelisahan saudara-saudaranya beliau berkata,

“tujuan dakwah itu adalah untuk memperbaiki orang lain (dari yang buruk ke yang baik). Kalau orang sudah baik untuk apa didakwahi”.

Banyak sekali pelajaran dakwah dari para ulama kita di nusantara Indonesia dari zaman pertama Islam masuk hingga sekarang. Demikian tidak lain karena mereka mencontoh dan berusaha meneladani kanjeng Nabi Muhammad saw dalam berdakwah.


صل وسلم يا سلام على النبي ماحي الظلام محمد خير الأنام

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *