Republik Azerbaijan (bahasa Azeri: Asebaycan Republikasi) adalah sebuah negara di Kaukasus di persimpangan Eropa dan Asia barat daya. Ia berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Georgia dan Armenia di barat, dan Iran di selatan. Republik Otonom Nakhichevan (sebuah eksklave milik Azerbaijan) berbatasan dengan Armenia di sebelah utara,  Iran di selatan, dan Turki di barat.

Azerbaijan adalah negara sekuler dan telah menjadi anggota dari Uni Eropa sejak 2001. Mayoritas populasi adalah Muslim Syiah dan turunan Turki barat, dikenal sebagai Azerbaijani, atau singkatnya Azeri. Negara ini resminya demokrasi namun dengan peratura toritas kuat.

Setelah  kekaisaran  Rusia  jatuh  selama  PD  1,  Azerbaijan  bersama  Armenia,  dan Georgia menjadi bagian Republik Federasi Demokrasi Transkaukasia yang berumur pendek.

Saat  Republik  itu  bubar  pada  Mei  1918,  Azerbaijan  menyatakan  kemerdekaan  sebagai Republik Demokrasi Azerbaijan. RDA ialah negara republik berpenduduk mayoritas Muslim pertama di dunia dan hanya berlagsung 2 tahun, dari 1918 hingga 1920, sebelum Tentara Merah menyerang Azerbaijan. Pada Maret 1922, Azerbaijan bersama dengan Armenia dan Georgia, menjadi bagian RSFS Transkaukasia dalam Uni Soviet. Pada 1936 RSFST bubar dan Azerbaijan menjadi republik bagian RSUS sebagai RSS Azerbaijan.

Pada 1990, orang Azeri berkumpul untuk memprotes kekuasaan Soviet dan menuntut kemerdekaan. Secara brutal demokrasi ditindas oleh campur tangan Soviet dalam peristiwa yang  kini  disebut  orang  Azeri  sebagai  Januari  Hitam.  Namun  pada  1991,  Azerbaijan memproklamasikan  kemerdekaannya  saat  jatuhnya  Uni  Soviet.  Sayangnya,  tahun  awal kemerdekaannya teralihkan dengan perang terhadap Armenia dan gerakan separatis Armeni atas kawasan Nagorno-Karabakh. Meski ada gencatan senjata sejak 1994, Azerbaijan belum menyelesaikan konflik dengan Armenia atas wilayah yang dominannya orang Armenia. Sebagai akibat konflik, kedua negara menghadapi masalah pengungsi dan orang terlantar serta kesulitan ekonomi.

Namun, mantan pemimpin Azeri Soviet Heydar Aliyev mengubah pola ini di Azerbaijan dan mulai mengeksploitasi cadangan minyaknya yang kaya di Baku, sesuatu yang membuat      Azerbaijan  terkenal.  Heyder  Eliyev  juga  membersihkan  perjudian  dan  bisa menekan tingkat  pengangguran di negara itu. Ia juga menjalin hubungan lebih dekat dengan Turki saat secara serentak memecahkan konflik Karabakh secara damai dengan Armenia. Namun, keadaan politik di Azerbaijan tetap tegang khususnya setelah Heydar Aliyev wafat. Ia memilih putranya Ilham untuk menyandang jabatan presiden. Kekuatan oposisi Azeri tak puas dengan pergantian dinastik ini dan menuntut pemerintahan demokratis Azerbaijan.

Pada Juni 1992 pemilihan presiden diadakan dan Abulfaz Elchibey terpilih. Namun, pada pemerintahan Elchibey, kondisi Azerbaijan tidak semakin membaik, justru timbul chaos, pertama karena masalah Nagorno-Karabakh, dan kedua karena peran militer yang tidak konduksif. Akhirnya, National Council pada Juni 1993 menunjuk Heydar Aliyev, mantan anggota KGB dan pemimpin partai komunis Azerbaijan sebagai presiden menggantikan Elchibey. Pada bulan Oktober 1993, pemilihan presiden ketiga diselenggarakan walaupun terjadi  boikot,  Heydar  aliyev  memperoleh  suara  terbanyak  98.8%  dan  terpilih  sebagai presiden. Pada pemerintahan Heydar Aliyev ini situasi Azerbaijan agak tenang, walaupun diselingi adanya kudeta dan terbunuhnya 20.000 orang dan jutaan lainnya menjadi pengungsi pada tahun 1994 karena masalah Nagorno-Karabakh. Heydar Aliyev terpilih kembali sebagai presiden pada tahun 1998.

Karena   kondisi   kesehatannya,   pada   pemilu   Oktober   2003,   Heydar   Aliyev merekomendasikan putra lelakinya Ilham Aliyev untuk mengikuti pemilihan presiden dan terbukti Ilham Aliyev dapat memenangkannya. Ia dikukuhkan pada tanggal 31 Oktober 2003 sebagai  Presiden  Azerbaijan.  Sayangnya,  Heydar  tak  dapat  melihat  lebih  lama  putranya enjadi presiden karena pada tanggal 12 Desember 2003 beliau wafat di sebuah klinik di Cleveland, Ohio Amerika Serikat. Ilham Aliyev dipuji oleh banyak orang,  karena  kecerdasannya,  murah  senyum,  dan  lancar  berbahasa  Inggris, di samping mewarisi karisma ayahnya.

Politik Azerbaijan  dilakukan  dengan  sistem  republik  presidensial  dengan  presiden Azerbaijan   sebagai   kepala   negara   dan   perdana   menteri   Azerbaijan   sebagai   kepala pemerintahan. Kekuasan legislatif dipegang oleh pemerintah dan parlemen.

Perkembangan Islam di Azerbaijan

Sebagaimana dirilis oleh Wikipedia, the free encyclopedia, Islam masuk ke Azerbaijan pada abad ke-7 (tahun 642), bertepatan dengan invasi orang Arab ke negara tersebut dan secara berangsur-angsur menggantikan posisi agama Zoroaster dan aliran animisme di negara tersebut,  hingga jumlah  pemeluknya mencapai  96% dari  total  penduduk.  Imperium  Ban Seljuk Turki pada abad ke-10 masuk ke Azerbaijan dan mengalahkan Imperium Byzantiu ada abad ke 11 dan terjadilah kawin campur antara bangsa Turki dan Persia. Pada abad ke-13, Mongol masuk Azerbaijan di masa Temudjin atau Genghis Khan.

Kejayaan Islam di Azerbaijan semakin terasa, ketika Dinasti Safawi berkuasa di Azerbaijan pada abad ke-15. Shah (raja) pertama Dinasti Safawi, yaitu Shah Ismail I (1486-1524) mendeklarasikan paham Syiah Islam sebagai agama resmi negara, walaupun mayoritas menganut   Islam   di   Azerbaijan   adalah   Sunni.   Hal   ini   menimbulkan   ketidaksenangan pemerintah Turki Usmani yang menganut paham Sunni (Amany Lubis dkk 2005: 245-246).

Pada abad ke-19, banyak warga Muslim sunni Azeri bermigrasi dari Rusia ke Azerbaijan, namun jumlah penganut Syiah pada abad ke-19 terlanjur menjadi mayoritas di Azerbaijan  (70%), sedangkan  Sunni  30%.  Para  penganut  Syiah maupun  Sunni,  akhirnya bersepakat untuk mengurangi ketegangan dan lebih menjunjung perasaan nasionalismenya sebagai warga Azerbaijan. Ketika Uni Soviet menginvasi Azerbaijan pada tahun 1806 dan menjadi bagian tak terpisahkan dengan Uni Soviet tahun 1920, dan pengaruh komunis Soviet sangat mendalam, keberadaan Islam di Azerbaijan tercabik-cabik sehingga pada tahun 1930 sampai Perang Dunia Kedua, banyak masjid yang ditutup. Hal ini berlanjut sampai tahun 1980, sehingga masjid di ibu kota Baku hanya tinggal 2 (dua) masjid besar dan 5 (lima) masjid kecil.

Alhamdulillah,  ketika  Azerbaijan  memperoleh  kemerdekaan  dari  Uni  Soviet  pada tahun 1991, kehidupan agama Islam bangkit kembali. Pembangunan masjid dan pembelajaran terhadap Islam tumbuh pesat, serta bantuan dari negara Islam, seperti Saudi Arabia, Iran, dan Oman masuk dengan deras. Namun, pengaruh Uni Soviet tetap terasa. Indikatornya, walaupun Islam dipeluk oleh 96% warga Azerbaijan, negara tidak otomatis mengadopsi Islam dasar negara. Pada Artikel 6 undang-undang dasar Azerbaijan disebut bahwa Azerbaijan adalah negara sekuler. Demikian pula peran politikus Islam, sangat terbatas, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pemerintahan dan Kondisi Politik

Meskipun pemerintah Azerbaijan terdiri dari tiga cabang, Azerbaijan memiliki sistem presidensial yang kuat di mana presiden mendominasi cabang legislatif dan yudikatif. Cabang yudikatif terdiri dari seorang presiden, administrasi, seorang perdana menteri, dan menteri kabinet. Cabang legislatif terdiri dari 125 anggota parlemen (Milli Majlis). Anggota dipilih dari distrik territorial dengan masa jabatan 5 tahun. Cabang yudisial yang dipimpin oleh sebuah mahkamah konstitusi hanya nominal independen.

Azerbaijan menyatakan kemerdekaannya dari Uni Soviet pada tanggal 30 Agustus 1991, dengan Ayaz Mutalibov, mantan sekretaris pertama dari Partai Komunis Azerbaijan menjadi  presiden  pertama.  Setelah  Maret  1992  pembantaian  Azerbaijan  di  Khojali  di Nagorno-Karabakh (suatu wilayah yang didominasi etnis Armenia di Azerbaijan), Mutalibov mengundurkan  diri  dan  negara  mengalami  periode  ketidakstabilan  politik.  Penjaga  itu kembali berkuasa pada Mei 1992 tetapi kurang dari seminggu kemudian usahanya untuk menunda pemilihan presiden yang dijadwalkan dan melarang semua kajian politik diminta posisi Partai Popular Front (PFP) untuk mengorganisir gerakan perlawanan dan mengambil kekuasaan.

Pemilu  pada  bulan  juni  1992  mengakibatkan  pemilihan  pemimpin  PFP  Abulfev Elchibey sebagai presiden kedua. Pemerintahan PFP didominasi, terbukti tidak mampu baik kredibel mengadili konflik Nagorno-Karabakh atau mengelola ekonomi, dan banyak pejabat PFP datang dianggap korup dan tidak kompeten. Tumbuh ketidakpuasan memuncak pada Juni 1993  dalam  sebuah  pemberontakan  bersenjata,  Azerbaijan  kota  terbesar  kedua.  Sebagai pemberontakan  maju  hampir  terlindung  pada  Baku,  presiden  Elchibey  melarikan  diri  ke provinsi  asalnya  eksklaf  Azerbaijan  Nakhchivan.  Dewan  Nasional  diberikan  kekuasaa residen pada perusahaan, Heydar Aliyev, mantan sekretaris pertama dari Partai Komunis Azerbaijan (1969-1981) dan anggota politbiro Uni Soviet dan wakil perdana menteri (sampai 1987). Elchibey secara resmi digulingkan oleh referendum national pada bulan Agustus 1993 dan Aliyev terpilih untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden pada bulan Oktober dengan hanya oposisi token. Aliyev memenangkan pemilihan kembali ke masa 5 tahun pada tahun 1998, pemilihan diwarnai oleh penyimpangan yang serius.

Pemilihan presiden berlangsung pada 15 Otober 2003 mengakibatkan pemilihan Ilham Aliyev, putra Heydar Aliyev. Ilham Aliyev diasumsikan masuk kantor presiden pada tanggal 31 Oktober 2003. Heydar Aliyev meninggal 12 Desember 2003. Ilham Aliyev memenangkan pemilihan ulang pada tanggal 15 Oktober 2008, mengambil 88,7% suara dalam pemilihan yang diboikot oleh partai-partai oposisi utama. Sementara pemilihan presiden ditandai kemajuan pertemuan organisasi keamanan dan kerja sama di Eropa (OSCE) komitmen dan standar internasional lainnya yang berkaitan dengan beberapa aspek teknis administrasi pemilihan, proses pemilihan gagal memenuhi beberapa standar OSCE, menurut laporan akhir OSC/ kantor lembaga demokrasi dan hak asasi manusia (ODIHR) pemilu misi pemantauan. Pada bulan Desember 2008, parlemen  Azerbaijan  menyetujui  penghapusan  batas  masa  jabatan  presiden  setelah  debat publik terbatas, berlalu dalam referendum 18 Maret 2009 pada perubahan konstitusional.Pengamat mencatat kekurangan serius dalam prosedur pemilihan dan proses penghitungan serta tabulasi.

Parlemen satu kamar ini 125 anggota terpilih pada November 2005 di sebuah pemilu yang tidak memenuhi sejumlah standar internasional. Pemilihan berikutnya di 10 dari 125 konstituen menunjukkan beberapa perbaikan serta masalah serius. Parlemen juga mencakup sampai 10 anggota oposisi dan sejumlah besar anggota independen. Banyak dari calon independen diyakini memiliki hubungan dekat dengan pemeritah, sementara sebanyak 20 lainnya adalah para pemimpin bisnis afiliasi politik yang tidak jelas. Dalam Konstitusi 1995, ketua parlemen berdiri dengan persiden. Namun, perubahan konstitusi disetujui dalam proses cacat pada bulan Agustus 2002 termasuk penyisihan ketua parlemen dengan perdana menteri di garis suksesi kepresidenan. Parlemen tetap merupakan tubuh yang lemah dengan pengaruh yang nyata sedikit. Speaker saat ini Oktay Asadov dan pemilihan parlemen berikutnya akan diadakan pada tahun 2010.

Situasi hak asasi manusia di negara itu tetap miskin dengan kemunduran di beberapa daerah, terutama kebebasan media, kebebasan beragama, dan partisipasi politik. Pembatasan kebebasan  berkumpul,  berekspresi,  dan  beragama  terus,  seperti  halnya  penangkapan  dan penahanan  sewenang-wenang,  dan  pemenjaraan  orang  untuk  alasan  politik  termotivasi Selama beberapa tahun terakhir, ruang politik bagi suara oposisi telah menjadi lebih terbatas Penangkapan dan penahanan untuk kegiatan keagamaan yang tidak terdaftar terus dilakukan di beberapa daerah. Pihak berwenang menghancurkan atau menutup sejumlah masjid. Korupsi menunjukkan  kurangnya  akuntanbilitas  terhadap  penyiksaan  terhadap  indivudu  dalam penahanan, kekerasan terhadap wartawan, dan penggunaan berlebihan kekerasan terhadap demonstran damai.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *