Categories:

Oleh Alifian Trianto (mahasiswa Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jakarta)

Puasa Arafah atau biasa disebut sebagai puasa 9 hari di awal bulan Dzulhijjah (menjelang
Idul Adha). Puasa sunnah ini punya manfaat yang sangat besar bagi siapapun yang
melaksanakannya.

Hukum Puasa Arafah

Puasa arafah atau puasa di 9 hari awal bulan Dzulhijjah adalah salah satu amalan yang
dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Puasa ini dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 9
Dzulhijjah. Bagi yang tidak bisa melaksanakannya selama 9 hari penuh, disarankan untuk
melaksankan puasa di tanggal 9 Dzulhijjah atau saat jemaah haji melakukan wukuf di Arafah.
Dalil puasa di awal bulan Dzulhijjah dan manfaat puasa sunnah ini adalah:

وَينهلن انإ ُلمَنيَملا ََََ ُهََّن ََواَََ ُي اَملاَُ .ُلممَعملن ٍَاََّمََ اَممعنإ . ُمَاََّمَن َِِنَن انِم ُهََّن ىنلَإ ٍَبَحَّا انهيَم ُلحََّملنصا ُلممَعَلا ٍَاََّمَأ انِم اَم
ٍَإمَأب ََلنََ انِم اَلمُنَم اَمَلم ََاَملننن ِنعَسمفننن ََلَََ ََُالر ىنَََّ ُهََّن وَينهلن انإ ُلمَنيَملا ََََ اَمََ ُهََّن

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang
dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya:
“Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula
jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak
ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud, No. 2438)


Hukum puasa Arafah adalah sunnah bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji. Ini artinya jika
dilakukan akan mendapat pahala dan jika tidak dilakukan maka tidak apa-apa (tidak berdosa).
Namun bagi kamu yang sedang melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk tidak berpuasa.
Dalilnya adalah sebagai berikut:

ىنلَهمنن اََََموَمََم ، يَ َْلَاَ اََمََ – َ و مل ْ م هن ُ ه ِ مإ – ُلعََّينإَّن ِنهَمَن انإ ٍََُّّاَُ ُلعََّملَ ٍَ ََّ – ْ عيم ُ ه َ ضإ – اَهمعاَمَيَ َِْم
اَعمرالاَ َ ََُلعََّملا ، انعمنا اَعَلنبَ ، ُلمعََمانَن انإ ََُانَر ََََِم ِنبنالَبأ


“Dari Maimunah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada
beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum
dan orang-orang pun menyaksikannya.” (HR. Bukhari, No. 1989)

Keistimewaan Melaksanakan Puasa Arafah


Setiap puasa sunnah memiliki keistimewaannya masing-masing. Khusus untuk puasa
sunnah arafah punya keunggulan yang terbilang sangat istimewa. Meskipun hukum puasa Arafah
adalah sunnah, namun bagi siapapun yang melaksanakan ibadah puasa sunnah ini, selain akan
mendapat pahala ia juga akan mendapat pengampunan dosa yang telah diperbuat setahun yang
lalu dan setahun yang akan datang. Dalilnya adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi
Wa Sallam bersabda,
ااَُّسنَّلَ ٍَ م ُهََّن َْمَإ ٍَبمََفنحا َْمٍاَََََُ اََمَن اَمَا ََو َِممدََا ُلَََّنإ ََُلفََّعَيَ اَيممَنا ُلَََّنإ ُلفََّعَيَ ااَُّسنَّلَ ٍَ م ُهََّن َْمَإ ٍَبمََفنحا َْلَاَيَ اََمَن ِنهَمَا
اَيممَنا ُلَََّنإ ُلفََّعَيَ
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan
datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR.
Muslim, No. 1162)


Mengenai dosa yang diampuni para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa
yang diampuni adalah dosa kecil namun ada yang berpendapat dosa besar dan dosa kecil. Imam
Nawawi Rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, semoga dosa besar
yang diringankan. Jika tidak, semoga ditinggikan derajatnya.” Menurut Ibnu Taimiyah
Rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni melainkan dosa besar juga diampuni
karena haditsnya bersifat umum.


Niat Melaksanakan Puasa Arafah


Karena manfaat yang besar, tentu saja sangat disayangkan jika melewatkan puasa Arafah
ini. Puasa ini hanya cukup dijalankan selama 1 hari tapi bisa menghapus dosa yang dilakukan
satu tahun lalu dan satu tahun ke depan. Karena waktunya hanya datang 1 kali setahun, maka
sangat sayang jika tidak kita lakukan. Jika kamu ingin melaksanakan puasa ini, berikut lafadz
niat puasa arafah:
ىَمَملَإ هََّن واعََّيس ُلمبنَََّين َنيم ٍَيملن ََِمََ مَََامَا
“Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala”
Artinya: “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijah karena Allah Ta’ala.”

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *