Puasa itu mirip diet. Dalam segi menahan sesuatu yg disukai. Tantangan besar bagi banyak orang. Salah satu tantangan orang diet biasanya muncul sifat istishal atau apologis, menggampangkan kesalahan diri sendiri.
Pertama dia mulai dengan melakukan pelanggaran kecil-kecilan. Dia lakukan itu dengan alasan pembenaran yang dibuat-buat yang seakan-akan masuk akal buat dirinya. Dari hal kecil, lama-lama membesar hingga keseluruhan pantangan dilanggar. Akhirnya batal dietnya. Ini juga bisa terjadi pada pelaku puasa. Maka kudu hati-hati.
Nah, tentang sifat apologis ini ada anekdot, mbah.
Sarip seorang juragan tempe, sebenarnya udah lama bertekad tobat dari kebiasaannya main PSK. Tapi gejolaknya itu masih menggebu-gebu. Setan masih betah menggoda birahinya.
Karena kepalanya terus nyut-nyutan, bukannya curhat ke ustad, Sarip malah melangkah ke seorang germo langganannya dulu dan menceritakan masalahnya itu.
“Saya punya solusi, Gan,” kata germonya.
“Apa itu?” Sarip penasaran.
“Saya punya paket 10 ribuan. Dijamin aman, gak ada penetrasi,”
“Yess, aku ambil paket 10 ribuan itu aja,” kata Sarip. Pikirnya 10 ribu paling cuma grepe-grepe lah, lumayan. Pokok gak sampai zina beneran.
Setelah membayar, Sarip menunggu sendirian di kamar yang disediakan germo. Di sana, selain sudah disediakan tempat tidur, ada pula sabun dan handuk.
“Wah, harga 10 ribu udah pake dimandiin segala, beruntung banget aku,” pikir Sarip.
10 menit, 20 menit, Sarip mulai harap-harap cemas. Hingga 30 menit menunggu, Sarip mulai jengkel lalu dia pun menelepon si germo.
“Mana nih, 30 menit kok gak datang-datang ceweknya?” Sarip marah-marah di telpon.
“Eh, cewek apa yg kau maksud? Aku kan gak bilang ada ceweknya. Paket 10 ribuan kan paket swalayan?” Jawab si germo.
Mugi manfaat.
#AyoNyarkub #AyoNgopi

No responses yet