Categories:

Oleh : Muhammad Lutfi Haikal ( Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

ketika kita belajar di pondokPesantren, kita diajarkan sebagai individu yang bertanggungjawab dan bertujuan untuk membahagiakan orang tua di dunia maupun akhirat. Bukan hanya diajarkan ilmu-ilmu Agama yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita Namun kita diajari Bagaimana cara mendidik jiwa dan dan batin kita agar tidak lari dari Urusan Agama atau tidak menyalahi aturan aturan dan ketentuan yang ada di dalam agama. Santri bukan hanya mengaji kitab dan belajar Nahwu Shorof atau fiqih atau Ushul fiqih namun santri juga berkhidmat dan mengabdikan dirinya kepada pesantren dan Kiai untuk memperoleh keberkahan daripada segala ilmu yang telah diajarkan oleh Kyai dan pondok pesantren tersebut. Berkhidmat kepada guru dan berkhidmat kepada Pesantren ialah hal yang harus dilakukan hal yang wajib dilakukan oleh seluruh santri baik ketika menjadi alumni atau masih menjadi santri karena semua yang ada di dalam Pesantren memiliki keberkahan yang tak terduga yang tak terhingga dengan apapun ataupun dengan materi yang begitu banyak ataupun dengan harta yang berlimpah tidak akan bisa menggantikan keberkahan dan nilai agama yang ada di dalam pondok pesantren.

Sekalipun tidak memiliki harta yang berlimpah ataupun memiliki uang saku yang sangat banyak namun ketika santri mengabdikan dirinya kepada Kyai ataupun kepada pondok pesantren itu hal yang sangat cukup dan melebihi dari segala apapun karena kita bersyukur sudah diajarkan sudah dididik sudah dipandu oleh Kyai dan pesantren untuk menjadi pribadi yang baik. Tanpa disadari pekerjaan yang kita lakukan dengan ikhlas dan tidak mengharapkan gaji ataupun mengharapkan balasan daripada pondok pesantren itu memiliki nilai keberkahan yang sangat tinggi dan tidak terhingga dengan materi ataupun dengan harta, karena jika kita pandang dalam materi berkhidmat kepada pesantren atau mengabdikan diri kepada Pesantren itu bukan hal yang memiliki daya keuangan yang tinggi namun ketenangan hati dan memperoleh keberkahan yang sangat berlimpah itu yang memiliki nilai khusus dan dan nilai lebih daripada mengabdikan diri kepada pesantren.

Sekalipun kita mengabadikan dengan perkara atau dengan pekerjaan yang sangat kecil semisal membawa kitab Kyai atau mengantar Kyai atau menemani Kyai atau patung untuk disuruh oleh Kyai itu merupakan hal yang sangat didamba dambakan oleh para santri Karena memiliki nilai keberkahan yang tidak kita lihat Namun kita rasakan ketika kita menuntut ilmu, secara tidak langsung kita patuh dan kita memperoleh keberkahan tersebut namun tidak terlihat karena keberkahan itu sifatnya Bukan lahiriyah tapi batiniyah kita tidak dapat melihat keberkahan Namun kita dapat merasakan keberadaan dengan kehidupan yang tentram dengan kepintaran dengan mengaji dengan bagus itu merupakan efek daripada keberkahan yang dilandasi dengan pekerjaan dan pengabdian kita terhadap Kyai dan pesantren.

Maka dari itulah harus ditanamkan sifat Pengabdian kepada pesantren dan Kiai bagi seluruh santri yang yang mencintai dan dan memiliki rasa sayang kepada Kyai dan ilmu karena tanpa mereka kita tidak dapat memahami ilmu agama secara mendalam dan menjadi orang yang berguna. Sebagaimana pada sebuah makalah bahasa Arab yang berbunyi بالعلم ترتفع و بالخدمة تنتفع yang artinya dengan sebab ilmu engkau akan terangkat derajat dan sebab hikmat engkau akan bermanfaat

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *