Entah berapa kali saya mendengar nasehat dari para ustadz eh penceramah yang menyatakan jika Shaf tidak rapat maka syetan akan mengisi di sela-sela ketidakrapatan tersebut. Bahkan di era Pandemi masih saja ada ustadz yang berpikiran bahwa melebarkan jarak Shaf adalah  cara untuk merusak aqidah secara dari dalam. Sebuah pemahaman dangkal yang berakar pada cara menafsirkan teks suci yang serba tektual. Mengabaikan konteks dan substansi nilai atau hikmah yang di dalam ayat tersebut. Barisan atau Shaf yang rapat seharusnya tidak semata dimaknai secara tekstual, tetapi lebih dalam lagi dimaknai secara simbolik. Shaf adalah barisan yang diikat dengan tali persaudaraan sejati yang saling percaya dan saling menjaga satu dengan lainnya. Dengan demikian mereka bisa kuat dan susah ditembus musuh yang ingin memecah belah. 

Pemahaman dangkal tentang Shaf inilah yang sekarang sedang dipraktekkan oleh ummat Islam di hampir seluruh dunia. Bahwa rapatnya barisan secara fisik dianggap sudah cukup mewakili Sunnah Rasulullah. Padahal rapat secara fisik belum tentu rapat secara emosi apalagi ideologi dan spirit. Maka tidak perlu heran jika ada takmir berjenggot yang katanya nyunnah, yang tega mengusir orang yang sedang beribadah di masjid. Sebuah perbuatan  yang tidak pernah dilakukan nabi Muhammad. Bahkan ketika beliau dituduh tidak adil dengan nada.sombong oleh nenek moyang kaum khawarij. Nabi Muhammad membiarkan saja tidak melakukan pengusiran. 

Dalam surat as Shaf yang diawali dengan pernyataan Ke-Maha Suci-an Allah, memang dijelaskan bahwa Allah mencintai orang-orang yang “berjuang” di jalan Allah dalam barisan yang rapat seperti rapatnya barisan “pasukan marsose” (terjemah yang sedikit memaksa). Tapi sekali lagi kita perlu membuka ruang tafsir  dan hikmah di dalamnya. Rapatnya Shaf harus dipahami dalam konteks kedekatan, persaudaraan dan perasaan senasib seperjuangan. Sehingga tidak muncul rasa merasa paling hebat atau merasa paling benar sendiri. #SeriPaijo

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *