Oleh : Gus Ahmad Gholban Aunir Rahman

Musim Haji pada Bulan Dzulhijjah seperti sekarang ini, KH Abdul Hamid Pasuruan pergi ke Makah untuk beribadah Haji. Mendengar KH Abdul Hamid ada di Makah, Sayid Muhammad ingin berjumpa dengan KH Abdul Hamid, berbagai ikhtiyar pertemuan dilakukan, namun, ada saja hal hal yang membuat beliau berdua tidak bisa bertemu di Makah.

Di Madinah, kota Rasulullah, tepatnya di Raudah, KH abdul Hamid beribadah sebagaimana tuntunan Nabi. Dan ketika di dekat Mimbar Rasul di dalam Raudah, Allah mempertemukan  Kiai Abdul Hamid dan Sayid Muhammad tanpa ada janji ataupun rencana. Mereka berdua berpelukan dan menangis. Sayid Muhammad berucap “Kiai Hamid, tolong doakan saya ” dan KH Abdul Hamid pun menjawab ” wahai Sayid, makam siapakah yang ada di samping kita ” Sayid Muhammad menjawab ” Makam Rasulullah” kiai Hamid pun meneruskan ” Sayid, ini makam kakek panjenengan, justru saya yang ingin di doakan oleh panjenengan”. (Cerita KH Sadid Jauhari kencong jember,  murid Sayid Muhammad, kepada penulis)

Ya Kiai Abdul Hamid dan Sayid Muhammad, bila panjenengan berdua berkenan, kirimkanlah salam kepada Nabi Muhamad, tolong sampaikan  bahwa Umat Nabi Muhammad sedang dalam masa sulit karena dilanda musibah wabah, dan semoga Nabi Muhammad berkenan berdoa kepada Allah semoga wabah ini cepat berakhir. Karena terlalu banyak kesombongan di hati kami,  terlalu banyak dosa dan cela dalam diri kami sehingga kami kadang merasa apakah pantas kami meminta. Dan keyakinan kami, hanya doa dari Nabi Muhammad saja yang bisa membuat Allah menghentikan wabah ini, menghentikan virus ini, yang setiap saat selalu muncul varian- varian baru yang kami tidak tahu sampai kapan varian itu berhenti.

مولاى صل وسلم دائما ابدا على حبيبك خير الخلق كلهم

هوالحبيب الذى ترجى شفاعته لكل هول من الاهوال مقتحم

يا رب بالمصطفى بلغ مقاصدنا واغفر لنا ما مضى يا واسع الكرم

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *