Oleh : Mutiara Ayuvandilla
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL
“hanya dia dan tuhan yang tau”Komunikasi yang dilakukan dengan diri sendiri tanpa melibatkan orang lain. ruang lingkupnya yaitu pikiran, hati, kecenderungansikapdanperilaku, harapan masa depan, kenangan masa lalu kondisi saat ini.Komunikasi intrapersonal ada yang positif dan ada yang negatif
Di antara ayat-ayat yang relevan dengan komunikasi ini yaitu: Q.S Fatir (35):38 yang menjelaskan bahwa Allah mengerti apa yang tersembunyi di langit dan bumi. Dan Allah maha tau isi hati seseorang. Nabi juga mengajarkan do’a’ya muqallibal qulub, tsabbit qulubana ‘ala dzikrika, wa tha’athika’.dalam konteks ini kita dapat berkata bahwa banyak hal besar berawal dari komunikasi dari diri sendiri, artinya bahwa apa yang kita fikirkan apa yang kita bicarakan didengar oleh Allah, udahakan berbicara yang baik baik
komunikasi intrapersonal selamanya menjadi silent diungkapkan kepada orang lain, baik dengan verbal maupun non verbal. Meyakinkan diri sendiri berbuat baik (menampilkan perilaku baik) itulah yang kemudian disebut dengan komunikasi positif. Misalnya, menghormati tamu (Q.S. 59:9), menahan diri untuk berbuat buruk dengan menyimpan sendiri (Q.S. 12:77).namun pada saat yang sama kita juga perlu waspada pada prasangka yang mengarah pada sesuatu negatif (Q.S. 49:12). Dalam ayat ini ada istilah ‘dzan’ (prasangka). para ulama menjelaskan bahwa selama prasangka itu dipendam sendiri (intrapersonal), maka tidak berdosa, namun jika diungkapkan kepada orang lain menjadi dosa.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL
Manusia adalah makhluk sosial. Ia butuh curhat, menyampaikan gagasan, bersosialisasi dan sebagainya. maka komunikasi yang dilakukan individu dengan individu lain, atau kelompok inilah yang dimaksud dengan komunikasi interpersonal.
· Individu dengan individu
Didalam Al-Qur’an ada model dialog satu arah, ada juga model komunikasi dua arah. Diantaranya ayat-ayat yang relevan dengan dialog satu arah yaitu; 30:13 (komunikasi Lukman dengan anaknya)
Sementara dua arah, dapat dilihat dalam Q.S. 20: 92-94; Q.S. 7. 150. Q.S. 37: 102 (Komunikasi Nabi Ibrahim dengan Ismail); Q.S. 18:62-64 (Komunikasi Nabi Musa dengan Asistennya;
· Komunikasi antara individu dengan kelompok
Dalam Al-Qur’an komunikasi model ini banyak berkenan dengan komunikasi Nabi dengan kaumnya Q.S 9: 92 (dialog nabi dengan sahabat yang tidak bisa perang)kontekstualisasi: bagaimana dengan model medsos kita sekarang? kelompok yang bersebaran seringkali menghakimi tanpa pernah mau mengajak diskusi.
· Kelompok dengan kelompok
Alquran merekam banyak peristiwa perselisihan antar kelompok terjadi karena ada provokator dalam sebuah kelompok. Misalnya Q.S. 46: 11 (orang-orang munafik yang mengaku beriman menyulut amarah orang orang beriman)model komunikasi semacam ini dijelaskan Al-Qur’an tidak hanya dengan verbal, namun juga nonverbal. Misalnya dengan kode, menangis, histeris, dan lain-lain.
KOMUNIKASI METAPERSONAL
komunikasi selain dengan manusia. Bisa dengan jin, malaikat, hewan dan sebagainya. Al-Qur’an merekam beberapa komunikasi Malaikat dengan Allah, ruh manusia dengan Allah, manusia dengan malaikat, manusia dengan jin, manusia dengan hewan, penghuni surga dengan penghuni neraka. Dalam Q.S. 7: 172 dijelaskan model komunikasi Allah dengan ruh manusia, yang berisi dengan persaksian.
· Kisah dalam Al-Qur’an
Qisshah memiliki arti mengikuti peristiwa yang benar terjadi. pola komunikasi ini efektif untuk menyampaikan pesan nilai-nilai kebenaran yang hendak ditanamkan Al-Qur’an.Uniknya kisah Al-Qur’an berbeda dengan kisah dalam buku sejarah Tujuannya: untuk menentramkan jiwa Rasul dalam berdakwah, mengobarkan semangat keimanan, membuktikan bahwa nabi benar-benar menerima wahyu dari Allah, pelajaran bagi umat manusia yang meliputi dua hal, yaitu azab terhadap kaum terdahulu dan misi kerasulan yang sama antara para nabi terdahulu.

No responses yet