Tidak ada yang mengatakan bahwa Salafi-Wahabi identik dengan teroris. Kiai Said Aqil Siradj juga tidak mengatakan demikian. Beliau hanya menegaskan bahwa benih-benih teroris berasal dari Wahabi.
Anda tidak dapat mengatakan, “Kalau bilang “benih teroris”, maka bisa juga mengatakan bahwa benih teroris adalah muslim. Karena faktanya para teroris yang mengebom di Indonesia adalah muslim.”
Nah, argumen di atas perlu dijawab dengan membuat premis dari yang umum hingga ke konklusi yang semakin fokus, jelas dan mengerucut di bawah ini:
1. Para pelaku teror yang mengebom di Indonesia adalah manusia. Statemen itu benar bahwa yang mengebom adalah manusia bukan binatang.Tapi belum teridentifikasi secara tepat, fokus dan mengerucut.
2. Para pelaku teror yang mengebom di Indonesia mempunyai agama. Benar, mereka beragama, tapi belum teridentifikasi tepat, fokus dan mengerucut.
3. Para pelaku teror yang mengebom di Indonesia adalah muslim. Benar, tapi belum teridentifikasi tepat, fokus dan mengerucut.
4. Para pelaku teror yang mengebom di Indonesia adalah Muslim yang Wahabi. Benar karena hal itu terkonfirmasi oleh Brigjen Pol Ahmad Nurwahid (BNPT) bahwa nyatanya semua teroris yang ada di tahanan adalah berakar dari ideologi Wahabi.
5. Namun tidak bisa dikatakan seluruh Wahabi adalah teroris. Apalagi salah bila mengatakan seluruh muslim adalah teroris. Namun benar bila dikatakan bahwa para teroris adalah bagian dari muslim dan lebih mengerucut lagi bagian dari muslim Wahabi.
6. Kalau poin 4 itu dirubah dengan statatemen bahwa para pelaku bom di Indonesia adalah muslim yang NU. Apa tepat dan sesuai dengan fakta lapangan? Tentu tidak.
***
Catatan: Ada yang bilang kita ingin bersatu jangan memecah belah. Saya jawab itu ide baik, tapi gombal. Kelompok itu adalah orang yang tidak bisa ngrumangsani (tepo sliro).
Apa dikira ceramah agama yang menstempel liyan (wabilkhusus warga NU) selalu berkisar tentang bid’ah dan syirik serta sesat dan kafir apa bukan sikap yang membuat perpecahan?
***

No responses yet