Setelah Sayyidah Khodijah meninggal, Rasulullah SAW masih menyimpan perasaan yang begitu besar kepada Sayyidah Khodijah. Sehingga setiap kali Nabi atau putri-putri beliau ingin memasuki kota Makkah pasti selalu mengunjungi daerah Hajun untuk menziarahi makam Sayyidah Khodijah juga putra beliau Qosim.
Diriwayatkan juga dalam kitab Shohih Bukhori & Muslim bahwa Sayyidah Aisyah berkata: “Saya tidak merasa cemburu kepada istri2 Nabi yang lain seperti saya rasakan kepada Khodijah, padahal saya tidak pernah melihatnya. Karena Nabi SAW sering menceritakannya. Terkadang Nabi menyembelih kambing dan menyuruh untuk membagikan dagingnya kepada teman-teman Khodijah”.
Sampai terkadang Sayyyidah Aisyah berkata: “Seperti gak ada perempuan lain selain Khodijah”, Nabi pun hanya menjawab: “Aku telah diberi perasaan cinta yang besar kepadanya”. Adakah diantara suami-suami sekarang yang bukan hanya memperhatikan istri dan keluarganya tpi juga memperhatikan teman-teman istrinya sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW.
Di dalam riwayat lain pernah suatu ketika saudari Sayyidah Khodijah yang bernama Halah binti Khuwailid mengunjungi Nabi SAW yang ketika itu bersama Sayyidah Aisyah. Ketika mendengar suara Halah meminta izin masuk tiba-tiba wajah Nabi berseri-seri karena suara Halah yang mirip dengan suara Sayyidah Khodijah. Nabi pun berdiri seraya berkata: “semoga saja ini Halah”, akhirnya Sayyidah Aisyah pun merasa cemburu sambil berkata: “Mengapa anda masih mengingat perempuan tua Qurays itu padahal Allah sudah memberi ganti yang lebih baik”.
Mendengar itu Nabi SAW pun marah besar sambil berkata: “Demi Allah, Allah tidak memberi ganti yang lebih baik daripada dia, dia telah beriman kepadaku ketika orang-orang masih kafir, dia telah membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, dia telah mengorbankan hartanya untukku ketika orang-orang tidak memberiku, dan Allah memberiku keturunan dari dia bukan dari perempuan yang lain”. Mendengar kemarahan Nabi itu akhirnya Sayyidah Aisyah berkata: “Demi Allah aku tidak akan menyebutnya kecuali dengan sesuatu yang baik”.
Juga ketika menantu Rasulullah SAW yang bernama Abul ‘Ash bin Robi’ (yang saat itu masih kafir) menjadi tawanan dalam perang Badar. Saat orang Qurays mengirim utusan membebaskan keluarga-keluarga mereka yang ditawan oleh muslimin, tiba-tiba ada seseorang yang mendatangi Nabi seraya membawa kalung dari manik-manik dan berkata: “Wahai Muhammad! Ini adalah kalung milik Zainab putrimu, dia menyuruhku untuk memberikannya padamu sebagai tebusan suaminya yang ditawan muslimin”.
Ketika Nabi memegang kalung tersebut Nabi pun menangis karena itu adalah kalung milik Sayyidah Khodijah yang diberikan kepada putrinya saat pernikahannya dengan Abul ‘Ash bin Robi’. Nabi teringat masa-masa indah beliau bersama Sayyidah Khodijah. Kemudian apakah reaksi Rasulullah selanjutnya. InsyaAllah akan saya tulis didalam kisah cinta Zainab putri Rasulullah SAW. Juga tentang biografi Sayyidah Khodijah dan beberapa peristiwa-peristiwa yang membuat beliau selalu berada di dalam hati Nabi SAW bahkan setelah

No responses yet