Categories:

Oleh : Khairunnisa Ardiyanti Labibah dan Feby Rahmawati (Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka) 

Pendahuluan 

Sedekah merupakan salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan dalam berbagai tradisi  keagamaan, termasuk Islam. Selain sebagai kewajiban spiritual, sedekah juga memiliki dampak  positif terhadap kesehatan mental dan emosional individu. Artikel ini akan membahas bagaimana  sedekah dapat berfungsi sebagai upaya untuk menenangkan hati dan meningkatkan kesejahteraan  psikologis. 

Sedekah dapat difinisikan sebagai suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang Muslim  kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu dan  itu dilakukan sebagai bentuk implementasi pengakuan dan bukti kebenaran iman seseorang dengan  mengharap rida dn pahala semata dari Allah swt. 

Pengertian Sedekah 

Sedekah berasal dari bahasa Arab yang berarti memberi atau menyumbang. Dalam konteks  Islam, sedekah tidak hanya terbatas pada uang, tetapi juga mencakup segala bentuk kebaikan,  seperti memberikan waktu, tenaga, atau bahkan senyuman kepada orang lain. Sedekah dapat  dilakukan secara langsung kepada individu yang membutuhkan atau melalui lembaga amal. 

Sedekah dalam Islam memiliki arti yang luas. Dalam kasus ini, sedekah tidak hanya  terbatas pada pemberian barang material kepada orang miskin; lebih dari itu, sedekah dapat  mencakup perbuatan kebaikan yang fisik atau nonfisik (Suaib et al., 2018: 224).Perbuatan baik  seperti menyingkirkan batu di jalan, bertemu orang lain dengan senyuman, mencegah orang lain  untuk berbuat tidak baik, dan sebagainya. Ada banyak cara untuk mendapatkan nilai sedekah.  “Segala kebaikan adalah sedekah” (HR. Muslim) adalah sabda Rasululllah saw. yang  menunjukkan bahwa apapun yang dilakukan seseorang, jika itu termasuk dalam kategori perbuatan  baik menurut aturan agama, maka itu tergolong sebagai sedekah. 

Dalam psikologi positif, tindakan memberi dianggap sebagai salah satu cara untuk  mencapai kebahagiaan. Konsep ini dikenal sebagai “kebahagiaan melalui memberi” (happiness  through giving). Penelitian menunjukkan bahwa individu yang aktif dalam kegiatan amal cenderung memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang  tidak terlibat. 

Manfaat dan Fungsi Sedekah 

Beberapa manfaat dan fungsi sedekah, antara lain: 

a. Shadaqah dapat menghasilkan lebih banyak uang bagi mereka yang bekerja keras. Bekerja  itu sendiri adalah shadaaqah jika dilakukan untuk kebaikan diri sendiri, keluarga,  masyarakat, dan bangsa. Ini mendorong orang untuk bekerja keras sehingga rezeki mereka  berlipat ganda.

b. Bershadaqah bisa mengawali orang untuk mencari rezeki yang halal, karena shadaqah  dapat menjadi cara manusia untuk bertaubat dan menjauhi perbuatan buruk di dunia kerja. c. Bershadaqah bisa meningkatkan kepedulian sosial, bershadaqah akan membuat jalinan  silaturahim dengan sesama manusia menjadi terhubung.  

d. Bershadaqah akan membuat hidup manusia sederhana dan rendah hati. Orang yang gemar  bershadaqah akan selalu mengingat manusia dan menjadi hati-hati dalam mengelola harta. e. Bershadaqah bisa mengurangi cinta dunia dan menyiapkan kehidupan akhirat.  

Sedekah dalam Perspektif Psikologi 

 Kesediaan seseorang menunaikan zakat dan sedekah, bukanlah keputusan yang sederhana,  tetapi melibatkan proses psikologis spirutiaal yang sangat dalam hingga mewujud dalam perilaku. Dalam Qs. Al-Baqarah (2) ayat 261 dan 262, ditemukan aspek-aspek psikologis dalam perilaku  bersedekah.  

1. Qs. Al-Baqarah (2) ayat 261 

Dalam ayat ini, Allah berjanji akan memberikan pahala yang lebih besar kepada mereka yang  menafkahkan uang di jalanNya. Ini termasuk membantu orang miskin dan membangun  fasilitas pendidikan dan kesehatan, antara lain. Perilaku prososial juga dikenal sebagai  altruisme, yang berarti keinginan untuk membantu orang lain tanpa mempertimbangkan  keuntungan pribadi. 

2. Qs. Al-Baqarah (2) ayat 262 dan 265 

Dua ayat ini menunjukkan bahwa menafkahkan harta untuk kebaikan memiliki arti di hadapan  Allah jika dilakukan dengan tulus untuk Allah. Allah mengajarkan umatnya untuk menjadi  orang yang bersih, sederhana, rendah hati, dan tidak menyakiti orang lain. Secara psikologis,  ajaran ini mengatakan bahwa Anda harus merasa empati dengan orang yang membutuhkan  pertolongan. Teoripsikologi mengatakan bahwa perilaku prososial atau altruisme sangat terkait  dengan empati, dan seberapa besar empati seseorang menentukan seberapa ingin dia  membantu. 

Cara Mengembangkan Kebiasaan Bersedekah 

Adapun beberapa cara agar bisa menjadikan sedekah sebagai kebiasaan: 

1. Menjadikan sedekah sebagai rutinitas: Cara pertama untuk melatih diri untuk bersedekah  secara teratur adalah dengan merutinkannya. Untuk melatih diri sendiri, Anda dapat  mencoba melakukannya selama tiga minggu berturut-turut. 

2. Berbagilah tanpa harus menunggu rezeki: Tidak perlu menunggu banyak rezeki untuk  berbagi, jika ingin berbagi. 

3. Berbagi dengan apa yang kamu miliki saat ini: Apakah harus menggunakan uang untuk  berbagi apa yang kamu miliki saat ini? Tentu saja tidak. Sahabat memiliki banyak cara  untuk berbagi apa yang mereka miliki saat ini. Jika teman Anda memiliki banyak pakaian  yang masih layak pakai, mainan anak yang masih berguna, buku bacaan yang layak untuk 

dibagikan, atau mungkin makanan persediaan di rumah yang masih enak untuk dinikmati,  maka coba berbaginya dengan mereka. 

4. Sedekah bareng teman: mengajak teman untuk bersedekah agar kita lebih bersemangat  dalam bersedekah 

5. Menyadari bahwa harta adalah titipan Allah: Harta yang kita miliki hanyalah titipan dari  Allah, yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Oleh karena itu, kita harus  mengambil sebanyak mungkin manfaat dan pahala dari harta tersebut untuk  menyelamatkan kita di akhirat. 

Kesimpulan 

 Sedekah bukan hanya sekadar kewajiban spiritual, tetapi juga merupakan upaya yang efektif  untuk menenangkan hati dan meningkatkan kesehatan mental. Dengan memberikan kepada orang  lain, individu dapat merasakan kebahagiaan, mengurangi stres, dan membangun rasa  keterhubungan. Oleh karena itu, sedekah seharusnya menjadi bagian integral dari kehidupan  sehari-hari sebagai upaya untuk mencapai kesejahteraan psikologis, dan juga Salah satu cara untuk  membuat harta yang kita miliki memiliki manfaat yang abadi adalah dengan sedekah. Bahkan jika  harta itu diwakafkan, pahalanya akan terus mengalir bahkan setelah kita meninggal.

DAFTAR PUSTAKA 

Abdus Sami, M. N. (2014). DAMPAK SHADAQAH PADA KEBERLANGSUNGAN USAHA.  JESTT

Firdaus. (2018). Sedekah dalam Perspektif Al-Quran. Jurnal Pendidikan dan Studi Islam

Jannati, Z. (2022). Keutamaan Bersedekah Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental.  Ghaidan, Jurnal Bimbingan Konseling Islam & Kemasyarakatan

Nurjannah. (2018). PSIKOLOGI SPIRITUAL ZAKAT DAN SEDEKAH. Istinbath, Jurnal of  Islamic Law/Jurnal Hukum Islam.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *