Oleh : Muhammad Aminullah

Tulisan singkat saya berjudul “Namanya Arrazy Hasyim” merupakan tulisan dukungan sekaligus pembelaan saya terhadap ustadz Arrazy Hasyim dari serangan kelompok keagaaman tertentu mendapat respon positif dari nitizen. Hingga hari ini sudah ada 443 like, 95 komentar dandan 205 dibagikan. Alhamdulillah mendapatkan respon positif. 

Dari semua like, komentar dan share itu, hampir semua nitizen mengapresiasi tulisan saya dengan mendukung ustadz Arrazy Hasyim. Ada yang mendoakan kesehatan beliau, keberkahan hidup beliau, kemudahan dan kelancaran dakwah beliau dan apresiasi/dukungan positif lainnya. Hanya ada satu-dua saja yang bau-baunya masih mempersoalkan. Itu pun dari nitizen “Minang Bertauhid”.

Yang membahagiakan, semua nitizen yang berkomentar memberikan dukungan terhadap ustadz Arrazy kebanyakan berasal dari tanah Minang sendiri. Atau daerah-daerah yang masih memiliki “darah melayu” yang kental seperti Riau dan Aceh. Bahkan beberapa dari negeri Ipin-Upin (Malaysia) yang kental dengan darah Melayunya. Semua itu terlihat dari bahasa komentar mereka. Ada kata mudo-mudonya, gitu. Tulisan lainnya, awak tak paham karena awak orang Madura. Bukan Minang.

Alhamdulillah.. Tentang kabar massifnya ajaran Wahabiyah di tanah Minang itu, berarti asumsi saya selama ini benar-benar keliru. Bahwa kelompok yang menamakan diri mereka “Minang Bertauhid” yang memfitnah ustadz Arrazy Hasyim itu benar-benar tidak menggambarkan pemahaman masyarakat bumi Minang seperti para pendahulunya yang berakidah Al-Asy’ariyah, bermadzhab fikih Syafi’i yah dan mengamalkan ajaran-ajaran tasawuf. Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Syaikh Yasin Al-Fadani dan Buya Hamka adalah pembuktian itu.

Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, kemudahan, kelancaran, kesabaran dan ketabahan kepada ustadz Arrazy Hasyim dalam menyampaikan dakwah beliau di tanah Minang. Menyebarkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah sebagaimana dipahami para leluhur mereka yang berakidah Al-Asy’ariyah, bermadzahab fikih Syafi’i yah dan bertarekat, menjalankan praktek-praktek tasawuf.

Masyarakat Minang harus bangkit dan mendukung dakwah ustadz Arrazy Hasyim. Jangan biarkan beliau menghadapi badai celaan, hinaan dan fitnah-fitnah itu. Para pemuda Minang, terutama, harus berani berdiri di barisan paling depan membentengi ustadz Arrazy dari gempuran fitnah-fitnah yang dialamatkan kepada beliau. 

Tapi ingat!! Lawanlah celaan, hinaan dan fitnah-fitnah itu dengan dalil, hujjah dan bukti-bukti sahih serta tetap dalam koridor kesantunan dan ukhuwah. Jangan justeru sebaliknya: membalas celaan dengan celaan, merespon hinaan dengan hal serupa. Jika demikian, lalu apa bedanya antara yang difitnah dengan yang memfitnah, yang dibully dengan yang membully? 

Teruntuk ustadz Arrazy Hasyim; allahumma sehat wal afiat wal seger wal bugar wal tetap semangat dalam berdakwah.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *