Oleh: Alifah Aisyah Andika (Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah prof Dr Hamka)
Apa itu Silaturahmi?
Silaturrahmi berasal dari kata صلة yang artinya hubungan atau menghubungkan. Adapun kata الرحيم atau الرحم jamaknya االرحام berarti rahim atau peranakan perempuan atau kerabat. Asal katanya dari ar-rahmah (kasihsayang). Kata ini digunakan untuk menyebut rahim atau kerabat karena dengan adanya hubungan rahim atau kekerabatan itu, orang-orang berkasih sayang.Selain bermakna kasih sayang, kata al-rahim juga mempunyai arti sebagai peranakan (rahim) atau kekerabatan yang masih ada pertalian darah (persaudaraan). Sehingga dengan begitu kata silaturrahmi dapat diartikan pula sebagai hubungan atau menghubungkan kekerabatan atau persaudaraan. Dari sini, silaturrahmi secara bahasa adalah menjalin hubungan kasih sayang dengan sudara dan kerabat yang masih ada hubungan darah (senasab) dengan kita. Disamping itu pengertian silaturrahmi dalam Bahasa Indonesia memiliki pengertian yang lebih luas, karena penggunaan istilah ini tidak hanya terbatas pada hubungan kasih sayang antara sesama karib kerabat, akan tetapi juga mencakup pengertian masyarakat yang lebih luas. Kemudian mengadakan silaturrahmi dapat diaplikasikan dengan mendatangi famili atau teman dengan memberikan kebaikan baik berupa ucapan maupun perbuatan.
Penting nya Silaturrahmi
Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain, dan tidak dipungkiri lagi bahwa manusia membutuhkan orang lain. . Walaupun seseorang bisa melakukannya seorang diri, namun ada ketentuan berjamaah dengan orang lain yang membuat nilai salatnya jauh lebih tinggi derajatnya. Begitupun dengan sadaqah, zakat, dan amalan-amalan lainnya yang tak dapat dipisahkan dengan orang lain. Karena pentingnya keberadaan orang lain bagi seseorang, Islam tidak mengecilkan pola hubungan symbiosis mutualisme antar manusia. Hubungan itu diatur demikian indahnya sehingga satu sama lain seperti mata rantai yangsaling berkaitan.
Al-Qadhi Iyyadh mengatakan, tidak ada perbedaan dikalangan ulama mengenai hukum silaturrahmi, mereka sepakat bahwa silaturrahmi secara umum adalah wajib dan memutuskannya merupakan dosa. Namun menyambung silaturrahmi memiliki derajat yang bertingkat-tingkat yang sebagiannya lebih tinggi dari yang lain.
Larangan memutuskan Silaturrahmi
Menjalin silaturrahmi antar sesama sangatlah penting dalam kehidupan manusia, sehingga Rasulullah saw. Melarang umatnya memutuskan silaturrahmi, Sebab, memutuskan hubungan silaturrahmi dapat menimbulkan masalah-masalah dalam kehidupan manusia. Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada suatu dosa yang lebih layak dipercepat hukumannya didunia oleh Allah kepada pelakunya di samping (adzab) yang disimpan baginya di akhirat daripada zina dan memutus silaturrahmi. Hadis diatas menjelaskan bahwa sesungguhnya memutuskan hubungan silaturrahmi termasu dosa. Karena memutuskan silaturrahmi berarti membuat kerusakan di muka bumi. Bahkan Allah swt. mengutuk orng yang memutuskan hubungan silaturrahmi. All berfirman dalam QS. Muhammad/47: 22-23 dan QS. al-Ra’d/ 13: 25.ah swt.
Terjemahnya:
Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah; lalu diibuat tuli (pendengaranya) dan butakan penglihatanya.
Adapun adab adab dalam Silaturrahmi :
1. Niat yang baik dan ikhlas
2. Mendapat pahala
3. Memulai silaturrahmi dari kerabaut terdekat
4. Silaturrahmi bukan untuk mendapatkan balasan
5. Sabar menjalani silaturrahmi
Mengapa kegiatan silaturahmi ini sangat dianjurkan sekali?
Karena ia juga berfungsi untuk keamanan dan ketentraman dalam kehidupan pergaulan baik dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. ( Syafe’i,2000) Bersilaturahmi itu sangat penting dalam kehidupan sebagaimana perintah Allah SWT, dan hukumnya wajib bagi setiap manusia dengan tujuan agar manusia menjalin tali persaudaraan.
References
A Darussalam – Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis, 2017 – journal3.uin-alauddin.ac.id
IM Cahyana, I Aeres, RMR Fahmi – Jurnal AL-HIKMAH Vol, 2021 – media.neliti.com

No responses yet