Oleh: Najma Zahidah & Fathiyyah N. Izzah (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)
Mendidik anak bukanlah hal yang mudah, sebagai orang tua banyak sekali tanggung jawab yang harus dipikul. Jika orang tua sudah salah mendidik anak maka efek yang dirasakan ketika dewasa sangatlah besar. Terlebih lagi kita hidup di era yang penuh tantangan dan distraksi, pendidikan anak menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu, menjadi suatu kewajiban bagi orang tua untuk mendidik anak dengan baik dan melibatkan nilai agama dalam pendekatan. Nilai yang dimaksud bukan hanya tentang pelajaran agama, melainkan tentang penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita tidak hanya membekali anak dengan pengetahuan agama saja, tetapi membentuk karakter mereka sesuai dengan ajaran islam.
Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk tentang pentingnya memberikan kasih sayang kepada anak-anak. Oleh karena itu, secara implisit mengajak bicara dan berinteraksi dengan anak sedari bayi termasuk tindakan yang mencerminkan nilai-nilai kasih sayang. Biasakan untuk menjadikan anak lawan bicara, agar membangun ikatan emosional antara orang tua dan anak. Hal ini pun berpengaruh dengan perkembangan intelegensi anak Selain itu, untuk membangun nilai islam yang baik adalah dengan biasakan untuk mengucap salam yaitu Assalamu’alaikum. Tanamkan dalam diri anak tentang doa-doa yang sederhana seperti, doa ketika makan, doa ketika tidur, doa ketika masuk kamar kecil, dan lainnya.
Seorang anak akan merasa jenuh ketika diminta untuk belajar, maka strategi yang paling tepat adalah dilakukan secara bersamaan dengan bermain. Bagi anak-anak, bermain merupakan kebutuhan yang sangat berpengaruh pada aspek fisik dan psikologis. Karena itulah penting bagi orang tua untuk menyediakan waktu dan sarana yang memadai bagi anak untuk bermain dan berekreasi. Berbicara mengenai belajar dan mengajar, nyanyian dan cerita bisa digunakan sebagai cara alternatif mengenalkan islam. Anak-anak menyukai hal yang menyenangkan, karena itulah orang tua bisa membangun nilai islam pada anak dengan nyanyian. Banyak sekali nilai dan ilmu dalam islam yang diserap ke dalam lagu. Hal ini dilakukan agar anak semakin mudah untuk menyerap ilmu yang disampaikan tapi dengan cara yang menyenangkan. Selain itu,sampaikanlah cerita yang bermanfaat kepada anak seperti salah satunya yaitu kisah para nabi. Dengan membangun hal ini anak akan merasa senang dan ingin tau tentang kisah-kisah lainnya.
Membangun etika sejak usia dini adalah hal yang penting, karena hal ini membentuk dasar karakter dan moralitas yang akan memandu perilaku mereka sampai dewasa. Konsep etika yang dapat dikenalkan kepada anaak-anak antara lain:
- Etika dalam makan
Ajarkan kepada anak ketika sebelum makan kedua tangan harus dicuci, lalu awali makan dengan basmalah dan membaca doa, selain itu biasakan agar tangan yang digunakan untuk makan dan minum adalah tangan kanan, dan akhiri dengan mengucapkan hamdalah dan doa setelah makan.
- Etika ketika batuk dan bersin
Jika bersin atau batuk, hendaklah anak-anak diingatkan untuk menutup mulut dan memalingkan wajah dengan menekuk siku tangan sehingga bakteri tidak menular ke orang lain. Setelah bersin jangan lupa untuk mengucapkan hamdalah, selain itu sampaikan tentang balasan yang diucapkan ketika mendengar orang bersin yaitu, “yarhamukallah” jika yang bersin laki-laki dan ucapkan “yarhamukillah” ketika yang bersin perempuan.
- Etika kepada orang sekitarnya
Mempraktikkan etika kepada orang lain adalah fondasi penting dalam budaya dan ajaran moral. Hal-hal yang bisa diajarkan adalah dengan mencerminkan sikap hormat dan kesopanan kepada orang yang lebih tua dan menyayangi serta memberi perhatian kepada yang lebih muda. Nilai-nilai ini tidak hanya menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai warisan budaya.
Dengan mengajarkan dan mengintegrasikan nilai-nilai islam pada anak, kita tidak hanya membantu mereka memahami dunia tetapi juga akhirat. Melalui metode ini, kita dapat membuka pintu bagi pertumbuhan spiritual dan intelektual yang seiring berjalan sehingga mengarah pada pembentukan individu, memiliki akhlak terpuji, dan memiliki landasan moral yang kokoh untuk bekal hingga masa tua.

No responses yet