Oleh: Mohamad Efendi (Mahasiswa Fakultas Tehnik Industri 2020 Universitas Marsekal Surya Dharma 2021
Dengan semakin berkembangnya tehnologi mengakibatkan mudahnya masyarakat dalam mencari sebuah jawaban atas beberapa persoalan. Contoh dengan adanya mesin pencari di internet, masyarakat dapat dengan mudah mencari jawaban atas pertanyaan mereka tanpa bersusah payah mencari guru atau mencari seseorang yang dianggap memang mempunyai keahlian dibidang tersebut.
Mobile phone dengan akses internet membuat sebagian besar rakyat Indonesia terlebih pada daerah perkotaan menjadi sangat mudah mempelajari Islam tanpa memperhatikan lagi keabsahan informasi tersebut pada internet. Yang menyebabkan Islam mudah terbelah karena beberapa perbedaan yang berasal dari tulisan pada internet yang tentunya belum dapat dipastikan kebenaranya dengan pengecualian beberapa website yang memang dikelola oleh pemerintah dan juga forum Islam yang sudah diakui.
Islam masuk ke nusantara sejak ratusan tahun yang lalu sebahai rahmatan lil ‘alamin.
Akan tetapi sampai saat ini kita masih saja menemukan beberapa kegiatan ataupun juga tingkah polah masyarakat nusantara yang mengaku Islam akan tetapi masih menganut kepercayaan leluhurnya yaitu animisme dan dinamisme dengan anggapan dicontohkan oleh Wali atau Sunan. Walaupun sebenarnya yang diajarkan oleh para Sunan dan Wali sebelumnya hanyalah sebuah media dan untuk lebih berbaur dalam menyebarkan agama Islam yang tentunya para Sunan dan Wali ini tidak semerta-merta melakukanya tanpa didasari oleh pengetahuan dan ilmu yang memang disesuaikan dengan keadaan pada saat itu.
Makalah ini dibuat dengan tujuan selain untuk kelulusan Ujian Akhir Semester akan tetapi penulis berharap tulisan ini dapat menambah pengetahuan dan juga wawasan para pembacanya dan menjadi amal jariyah bagi kita semua.
Sejarah Singkat Sunan Bonang
Sunan bonang adalah salah satu dari sunan/walisongo yang mempunyai sejarah dalam penyebaran Islam dinusantara. Lahir didaerah Tuban dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim dan dibesarkan dengan baik oleh orang tua yang mempunyai latar belakang keIslaman yang cukup mumpuni, ayahnya adalah Sunan Ampel dan beliau mempunyai guru-guru dari berbagai daerah dan salah satunya adalah Syeikh Maulana Pasai yang terletak di negeri Pasai Aceh untuk mempelajari berbagai ilmu keislaman dan juga ilmu-ilmu lainya. Diakhiri dengan tugas mulia untuk menyebarkan Islam didaerah dimana beliau lahir yaitu Tuban sampai akhir hayatnya. Beliau dikenal dengan nama Sunan Bonang karena nama tersebut identic dengan media dakwah yang beliau lakukan yaitu music tradisional bernama bonang. Yaitu sebuah alat musik yang digunakan untuk mengiringi wayang berbentuk gong kecil berwarna keemasan.
Dakwah Sunan Bonang dalam Perkembangan Islam di Pulau Jawa
Sepulangnya sunan bonang dari menuntut ilmu, seperti yang sudah dibebankan oleh ayahnya, kini susan bonang memulai dakwah di Tuban dengan mendirikan pesantren dimana beliau membentuk penerusnya dan kader untuk memudahkan penyebaran Islam di pulau Jawa. Selain dipesantren, beliau juga memulai dakwah dengan berkeliling dan menyebarkan Islam menggunakan media musik dan pewayangan. Karena dengan ini masyakarat mudah berkumpul dan memudahkan sunan untuk memberikan penjelasan dari pertunjukan wayang dan music yang memang dimasukan nilai-nilai keIslaman dalam setiap pertunjukanya.
Dengan demikian masyarakat tidak merasa terpaksa dan dengan senang hati mendengarkan dakwah sunan bonang dimana yang kita ketahui sebelum masuknya Islam banyak daerah di Jawa memeluk agama Hindu dan pewayangan adalah salah satu estetika dari umat Hindu yang berhasil dirubah/disisipkan nilai nilai keIslaman oleh sunan bonang dan menjadi Sesutu yang baru bagi warga sekitar.
Beliau mulai menemukan cara tersebut setelah beberapa kali menemukan perlawanan dari masyarakat saat menyebarkan dakwah Islam. Mulai dari Kediri, dimana beliau yang masih muda dan merasa mempunyai ilmu yang cukup mumpuni sering kali menggunakan kekerasan dan pertarungan untuk mengalahkan musuh musuh Islam yang dirasa menghambat penyebaran Islam dan menakut-nakuti masyarakat dari keIslaman.
Sampai pada puncaknya beliau memindahkan aliran sungai brantas akan tetapi hal ini bukan menarik simpatik dari masyarakat tetapi malah membuat masyarakat menjadi antipati dan makin sulit bagi sunan bonang untuk menyebarkan agama Islam.
Setelah kejadian tersebut sunan bonang dipanggil oleh Raden Patah untuk datang ke Demak untuk kemudian dijadikan Iman Masjid Agung Demak. Walau hanya sebentar karena diharuskan untuk pergi ke Lasem yaitu tempat kakak kandungnya, sunan bonang tetap melakukan dakwah dimanapun dia berada. Di Lasem, sunan bonang diminta untuk menjaga dan merawat makam nenek mereka.
Suasananya yang sunyi dan banyak melihat dari orang-orang akhirnya beliau memahami dan menyadari bahwa Islam di Jawa haruslah disebar dengan lemah lembut sehingga bisa menyentuh hati masyarakat, bukan dengan menakut-nakuti atau berperang dengan kekerasan. Dan dengan cara inilah yang membuat sunan bonang menjadi salah satu sunan atau wali yang sangat disegani di pulau jawa.
a. Kesimpulan
Sunan bonang dalam dakwahnya dinusantara tentunya tidak selalu mulus dan mendapatkan pertentangan serta beberapa kegagalan. Akan tetapi ini tidak menyurutkan niat beliau untuk terus mendakwahkan Islam di Pulau Jawa.
Dengan melakukan pembelajaran dan penyesuaian dari adat istiadat suatu daerah yang akan didakwahkan, beliau berhasil melakukan dakwah dengan simpatik kepada masyarakat dan banyak dari masyarakat yang tidak merasa dipaksa dan masyarakat merasa senang hati/sukarela mendengarkan dakwah sunan bonang karena diiringi oleh kesenian daerah sekitarnya dan menggunakan musik untuk memudahkan berkumpulnya masyarakat dan juga dijadikan media dakwah dengan memasukan nilai-nilai keislaman dalam setiap pertunjukanya.
b. Saran
Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin dimana kedatanganya untuk memberikan kedamaian manusia di bumi. Oleh karena itu kita sebagai penganut agama Islam wajib memberikan contoh kepada sesama muslim dan juga orang lain seperti apakah Islam itu dengan berdasarkan pada keilmuan dan pengetahuan sehingga akan memberikan sebuah contoh yang menunjukan memang Islam adalah rahmatan lil alamin.
Seperti para sunan dan wali yang melakukan dakwah dengan pendekatan yang manusiawi dan juga berbaur dengan lingkungan sekitar. Mereka menunjukan bagaimana seorang muslim bersikap, menengahi perbedaan dengan solusi. Oleh karena itu kita sebagai muslim yang baik alangkah baiknya jika kita mengikuti anjuran pemerintan dah juga MUI dimana didalam forum tersebut tentunya sudah ada orang-orang yang memang ahli dibidangnya dan memperhitungkan segala hal sebelum mengeluarkan fatwa. Dimana sampai saat ini belum ada larangan tentang musik dimana kita Pribadi dapat menilai, musik yang bagaimanakah yang baik untuk kita dan mendatangkan keimanan dibandingkan dengan musik yang dapat mendatangkan kemudhorotan.
Dan jika kita mempunyai bakat dalam musik tentunya dapat kita kembangkan musik yang membuat para pendengarnya mendapatkan wawasan dan juga keinginan untuk lebih memperdalam ke Islaman.
Daftar Pustaka:
– Islam Indonesia.
– Sunan Bonang
– Biografi Sunan Bonang, Anggota Wali Songo yang Letak Makam Aslinya Masih Diperdebatkan

No responses yet