Kekuasaan untuk kebaikan, keberkahan dan kesejahteraan. Inilah gambaran awal Ayat yang diawali dengan Tabarakalladzi Biyadihi Mulk. Bukan kekuasaan hanya untuk kekuasaan, sebagaimana banyak dilakukan oleh penduduk bumi, yang kekuasaannya hanya untuk meraih hawa nafsunya. Apalagi kekuasaan untuk menghancurkan, menekan, dan menjadikan sesuatu yang dikuasi sebagai peluapan kemurkaannya. Berbeda dengan kekuasaan atau kerajaan Allah, kekuasaanNya untuk kebaikan alam semesta.
Allah mengatur semesta ini sedemikian rupa. Tiada yang luput dari kuasanya (biyadihi mulk), Allah memerintah kita untuk memperhatikan dengan seksama semua apa yang terjadi di alam semsesta ini, adakah yang tidak teratur dengan baik? “….bahwasanya dirimu tidak melihat pada ciptaan Yang Maha Pengasih, sesuatu hal yang tidak seimbang, maka pandanglah berulang-ulang, adakah kamu memandang sesuatu yang tidak seimbang? kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepada dirimu, dengan tiada menemukan suatu yang cacat; sementara penglihatanmu pun dalam keadaan lemah”
Al-Mulk diawali dengan keberkahan yang melimpah, saking melimpahnya, ia tidak tertandingi, karena tidak tertandingi, yang memiliki keberkahan disucikan, diagungkan dengan “Mahasuci Allah/Tabarakallah”.
Kekuasaan penuh ditanganNya. Kekuasaan yang tidak berwaktu. KekuasaanNya terus menerus berjalan “Wahua ala kulli syain Qadir”. Kapan pun Allah berkendak atas sesuatu, ia akan terjadi. Kapan pun Allah ingin menghilangkan sesuatu juga akan terjadi. Kekuasaan manusia yang selama ini dibanggakan, tidak akan pernah abadi, maksimal dua preiode, bahkan penguasa sekelas Fir’aun dan Namrud, hari ini hanyalah tinggal kenangan buruknya.
Kerajaan, istana, atau apa pun tempat kekuasaan seseorang, tidak akan mampu menandingi Al-Mulk (kerajaan) Allah. Semuanya kekuasaan manusia hanylah bagian kecil dari kuasaNya.
****************
Shohibul Surat Al-Mulk, akan mendapatkan syafaat di hari nanti;
“Ada suatu surat dari Al- Qur’an yang terdiri dari 30 ayat dan dapat memberi syafa’at bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu “Tabaarakalladzii biyadihil mulk” demikian Sabda Rasulullah.
إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِىَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Surat AL-Mulk juga disebut dengan surat al-Mani’ah (penghalang), karena ia menjadi penghalang dari siksa neraka, dalam Hadist Nabi, “Brangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur.
Allah’alam bisshawab

No responses yet