Oleh : Fauzan Inzhagi
Saat ada 10 orang diantara ribuan orang disatu desa pergi ke mesjid untuk shalat subuh jamaah, betapa banyak bala dari langit yang tidak jadi turun karena ini? Bahkan jika maksiat banyak dilakukan disitu
Saat haji dengan mudah diputuskan untuk ditiadakan kecuali untuk dalam negeri karena alasan virus, tanpa solusi yang sebenarnya sangat banyak cara untuk diakali solusinya, entah betapa banyak rahmat yang tidak jadi turun, yang menyebabkan kemalangan lebih parah khususnya bagi muslimin, mulai dari ekonomi, keamanan, bahkan virus yang makin parah menyebar
Aku tidak peduli jika nonmuslim tidak percaya ini, karena sunnatullah bagi nonmuslim beda dengan muslim. Aku juga tidak terlalu aneh jika muslim awam merasa aneh ketika kita menguhubungkan faktor non-fisik seperti ini dengan perubahan pada fisik, karena memang pandangan materi masih menguasai cara pikir mereka.
Tapi yang membuatku merinding adalah ketika seorang yang percaya bahwa cium tangan kyai dapat cepat memahami ilmu dan akan sukses dengan berkah ilmu, tidak percaya adanya sebab musabab model diatas, apakah semua hukum sebab-akibat harus dikaitkan dengan materi?
Kalau begitu apa arti tabarukan? apa arti? berbakti pada orang tua membuat hidup sukses? apa arti bersedekah bikin panjang umur, bersilaturahmi bikin rejeki luas? Itu semua faktor nonmateri, dan yang semacam itu ratusan bahkan ribuan kejadiannya dalam hadis nabi.
Jika santri dan yang pecaya tabarukan pemikirannya sudah begitu materialis, apalagi orang biasa. Hidup jangan jadi budak fisik untuk materi, awal dari hakikat iman pada yang ghaib adalah memutuskan untuk tidak bergantung pada materi.
Percayalah saat iman pada hari ghaib mencapai derajat itu, manusia akan mencapai tahap, sakit tidak butuh dokter, lapar tak perlu makanan, segala kebutuhan akan datang sendiri dari langit atau bumi, dst. Minimal walau kita ga sampai dilevel itu sampai mati, paling tidak kita percaya dan yakin jika yang seperti ini ada, paling tidak seumur hidup sekali kita akan merasakan serpihannya diwaktu kita membutuhkannya.
Sayangnya hari ini kita tanggelam pada materi bahkan bagi orang yang tiap hari ambil berkah ini dan ambil berkah itu. Taukah anda, banyak ahlillah berkata, bahwa orang yang paling mudah direkrut dajjal jadi pengikutnya adalah mereka yang terlalu mendewakan fisik dan materi dalam hukum sebab akibat, karena dajjal datang meruntuhkan semua nalar mereka itu

No responses yet