Kepasrahan Mutlak Syekh `Abdullah QS

Syekh `Abdullah QS melanjutkan kehidupannya di bawah pengawasan pamannya, Syekh Syarafuddin QS. Beliau lebih maju bahkan lebih tinggi dalam pengetahuan spiritual. Suatu hari Syekh Syarafuddin QS sedang duduk dalam sebuah pertemuan bersama 300 ulama, baik dalam hal agama maupun tarekat. Mereka bermaksud untuk mendiskusikan pentingnya kehidupan rohaniah. Mereka duduk di sebuah lembah dekat dengan masjid Syekh.

Syekh `Abdullah QS datang ke lembah itu. Para ulama berkata pada Syekh Syarafuddin QS, ”Kami kagum dengan apa yang telah engkau berikan pada anak itu.” Dan Syekh menjawab,

Lihatlah anak itu. Dia mendatangiku. Jika seorang anak berumur 7 tahun menghampirinya dan mengatakan, ”Syekhmu berpesan agar engkau pergi ke Mekkah.” Dan bahkan jika aku tidak mengirim anak itu, maka `Abdullah QS akan menerima dan melakukan apa yang anak kecil itu katakan. Ini karena dia menghubungkan semuanya denganku, dan dia tahu bahwa apa yang datang padanya adalah berasal dariku, tidak peduli apa maknanya. Dia paham bahwa apa yang datang padaku berarti berasal dari Nabi SAW, karena hatiku terhubung dengan beliau, dan itu bersumber pada Tuhan. Jika hal itu terjadi, dia tidak akan pergi ke istri atau ibunya ataupun mempersiapkan bekal. Dia akan langsung bergegas mengarahkan kakinya menuju Mekkah. Itulah mengapa aku mementingkan dirinya, karena aku juga tahu maqam seperti apa yang dia tempati sekarang.

`Abdullah QS berada pada maqam yang belum pernah seorang pun mampu memasuki ataupun melihatnya, termasuk diriku. Dia telah mencapai maqam yang lebih tinggi dariku dan lebih tinggi dari semua guru-guru pada tarekat ini. Karena tarekat berlanjut dari Syekh yang satu ke Syekh selanjutnya dan terus naik tingkatannya. Rahasia yang diberikan secara turun-temurun akan bertambah sampai pada penerus selanjutnya. Pada saat yang sama, tingkatan Nabi SAW juga semakin meningkat. Setiap saat begitu Nabi SAW naik tingkatannya, demikian juga dengan para awliya dalam lingkungan umat beliau. Inilah arti dari ayat, “di atas orang-orang yang berilmu ada Yang Maha Tahu. [12:76].

Sebuah Perjumpaan dengan Gurdjieff

(Kunjungi website Gurdjieff di http://www.gurdjieff.org/)

Grandsyekh `Abdullah QS sering melayani di khaniqah milik pamannya. Setiap hari ratusan tamu mengunjungi Syekh, kebanyakan dari Daghestan. Di antara tamu itu ada seorang guru dari Rusia, George Gurdjieff. Beliau baru tiba di Turki setelah melewati sebuah perjalanan panjang dan sulit dalam pelarian diri dari Rusia ketika ada revolusi komunis. Gurdjieff mempunyai hubungan dengan sufi-sufi berbagai tarekat dan telah sering mengembara di seluruh pelosok Kaukasus. Beliau bahagia bisa bertemu dengan para pewaris Tarekat Mulia Naqsybandi Daghestani.

Syekh Syarafuddin QS meminta Syekh `Abdullah QS sebagai penerima tamunya. Syekh `Abdullah QS menceritakan berbagai peristiwa pertemuan dengan murid-muridnya bertahun-tahun kemudian. Begitu keduanya bertemu, Syekh `Abdullah QS mengatakan, “Anda tertarik dengan pengetahuan akan 9 titik-titik itu. Kita bisa membicarakannya esok hari setelah Salat Subuh. Kini silakan makan dan istirahat.” Esoknya, Syekh `Abdullah QS memanggil Gurdjieff untuk Salat Subuh berjamaah. Ketika selesai, Syekh mulai membaca Surat Yaa Siin. Setelah itu Gurdjieff mendekati beliau untuk menanyakan pengalamannya. Gurdjieff mengatakan hal ini,

Begitu Anda selesai salat dan mulai membaca surat itu, aku melihat Anda datang dan meraih tanganku. Kami diarahkan pada sebuah taman mawar yang indah. Anda mengatakan bahwa taman ini adalah taman Anda dan mawar-mawar itu adalah murid-murid Anda, setiap dari mereka mempunyai warna dan harum yang berbeda-beda. Anda arahkan aku pada salah satu mawar merah dan mengatakan, ”Ini adalah kepunyaanmu. Ciumlah.” Saat aku menciumnya, aku melihat mawar itu mekar dan aku lenyap di dalamnya dan menjadi mawar itu. Aku memasuki akarnya dan aku dibawa ke hadirat Anda. Aku merasa memasuki hati Anda dan menjadi bagian dari diri Anda.

Lewat kekuatan spiritual Anda, aku mampu naik menuju pengetahuan akan kekuatan 9 titik-titik itu. Sebuah suara yang memanggilku dengan `Abdan Nur, mengatakan, “Cahaya dan pengetahuan ini telah dianugerahkan padamu dari Hadirat Tuhan agar membawa damai dalam hatimu. Namun kamu tidak boleh menggunakan kekuatan ilmu itu,“ suara itu mengucapkan selamat tinggal dan penglihatan berakhir saat Anda selesai membaca Yaa Siin.

Syekh `Abdullah QS menjawabnya,

Surat Yaa Siin dinamakan “Hati Quran” oleh Nabi Muhammad SAW dan pengetahuan akan 9 titik-titik ini dibuka padamu melalui surat ini. Penglihatan itu baraqah dari ayat: Salam! Sebagai ucapan dari Yang Maha Penyayang [36:58].

Setiap dari 9 titik-titik itu melambangkan 9 wali yang mempunyai tingkatan tertinggi dalam Hadirat Tuhan. Mereka adalah kunci-kunci menuju ilmu-ilmu rahasia di antara umat manusia, namun tidak ada izin untuk menggunakan kunci-kunci itu. Ini adalah sebuah rahasia yang secara umum tidak akan dibuka sampai Hari Kiamat kelak ketika Imam Mahdi AS muncul dan Yesus AS kembali.

Pertemuan kita ini telah diberkati. Jagalah itu sebagai sebuah rahasia dalam hatimu dan jangan dibicarakan dalam kehidupan ini. `Abdan Nur, itulah namamu bagi kami, kamu bebas untuk tinggal atau pergi sesuai tanggung jawabmu mengizinkan. Engkau selalu kami terima. Engkau telah mencapai keselamatan dalam Hadirat Ilahi. Semoga Tuhan memberkahimu dan memberimu kekuatan dalam tugasmu.

Syekh `Abdullah ad-Daghestani QS bersama murid-muridnya di Damaskus. Syekh Nazim QS di sebelah kanan beliau dan Syekh Hussein QS di sebelah kirinya.

Maqam-Maqam Beliau dan Perkataan Beliau setelah Khalwat Kedua

Setelah umur 30 tahun, Syekh `Abdullah QS diperintahkan untuk memasuki khalwat kedua selama 5 tahun. Selama khalwat itu, penglihatan-penglihatan dan maqam-maqam dianugerahkan pada beliau yang mustahil untuk dijabarkan dalam buku ini. Setelah khalwat kedua, kekuatan akan ketertarikan spiritual beliau meningkat. Beliau menjadi terkenal semasa hidup Syekh Syarafuddin QS. Orang-orang berdatangan untuk belajar dari beliau.

Beberapa Perkataan Beliau Yang Penting

Aku tidak berbicara pada kalian tentang berbagai maqam, manifestasi atau tingkatan tanpa aku pernah memasuki maqam itu atau mengalami manifestasinya. Aku tidaklah seperti yang lain. Aku tidak berbicara dengan memisahkan pandanganku dari hatiku. Menerangkan detil maqam-maqam padamu tanpa mengetahui realitasnya. Tidak demikian! Pertama aku mengikuti jalannya dan melihatnya. Aku mempelajari realitas dan rahasia-rahasia yang kutemukan selama perjalanan itu. Aku mengamalkan jalan itu sampai meraih kepastian, mata dari kepastian, kebenaran dari kepastian. Hanya dengan itu aku mengatakannya padamu, memberimu sedikit rasa dari apa yang telah aku rasakan sampai aku mampu membuatmu mencapai maqam itu tanpa melelahkan dan memberimu kesulitan.

Ada 5 maqam dalam hati: Qalb, Sirr, Sirr as Sirr, Khafa dan Akhfa. Qalb adalah hati, sirr adalah rahasia, sirr as sirr adalah rahasia di balik rahasia, khafa adalah tersembunyi, dan akhfa adalah yang paling tersembunyi. Rahasia tarekat ini berdasar atas 5 maqam tersamar dalam hati (lathaif).

Lathifah al-Qalb, tingkatan hati, ada di bawah wewenang Nabi Adam AS, karena ini melambangkan aspek fisik dari hati. Lathifah as-Sirr, tingkatan rahasia, ada di bawah wewenang Nabi Nuh AS, karena ini melambangkan kapal yang selamat dari kegelapan dan banjir akibat ketidakpatuhan. Lathifah Sirr as-Sirr, maqam rahasia di balik rahasia yang berada di bawah wewenang 2 nabi, yaitu Ibrahim AS dan Musa AS, di mana mereka melambangkan Hadirat Ilahi di muka bumi ini. Tuhan menciptakan Ibrahim AS sebagai simbol dari semua khalifah-Nya di bumi, sebagaimana tercantum dalam ayat ciptaan umat manusia [2:30]. Musa AS telah diberkahi dengan pendengaran dan perkataan pada Tuhan, 2 atribut penting dalam Pengetahuan.

Lathifah al-Khafa, maqam tersembunyi di bawah wewenang Yesus AS atas pengetahuan tersembunyi. Beliau melambangkan pengetahuan hikmah.

Lathifah al-Akhfa, maqam paling tersembunyi, di bawah Realitas Muhammad SAW karena beliau dianugerahi sebuah maqam tinggi di atas seluruh nabi dan utusan-utusan-Nya. Beliau yang dinaikkan pada malam Isra’ Mi’raj menuju Hadirat Ilahi. Ini melambangkan kalimat suci sebagai kesaksian keimanan dalam, “Tidak ada tuhan selain Allah SWT.” dilanjutkan “Muhammad adalah utusan Allah SWT.”

Cahaya-cahaya dari maqam-maqam ini telah ditunjukkan padaku. Cahaya dalam Hati berwarna kuning. Cahaya dari Rahasia berwarna merah. Cahaya dari Rahasia di balik Rahasia adalah putih. Cahaya dari Maqam Tersembunyi adalah hijau. Dan cahaya dari Maqam yang Paling Tersembunyi adalah hitam.

Kelima maqam-maqam itu adalah pusat dari sembilan 9 titik yang melambangkan tempat ilham dari Hadirat Tuhan dalam setiap hati manusia. Letaknya di bagian dada manusia dan melambangkan 9 tingkatan tersembunyi dan berbeda di setiap orang. Setiap maqam terhubung dengan seorang wali, yang mempunyai wewenang untuk mengontrol titik itu.

Jika para pencari dalam Tarekat Naqsybandi mampu membuka selubung dan membuat kontak spiritual dengan awliya yang punya wewenang atas titik-titik ini, dia bisa saja diberi pengetahuan dan kekuatan untuk menggunakan ke sembilan titik ini.

Persyaratan yang berhubungan dengan pembukaan ke sembilan titik ini hanya dapat disinggung secara tak langsung. Maqam pertama, berkenaan dengan kekuataan untuk memenjarakan ego. Kunci dari maqam kedua adalah zikir dengan La ilaha ill-Allah. Maqam ketiga adalah menyaksikan pengukiran Nama Allah SWT di dalam hati (naqsy). Maqam keempat berhubungan dengan arti dari apa yang diukir dalam hati. Maqam kelima adalah menanamkan ukiran itu dengan zikir kalian. Maqam keenam adalah dengan membuat jantung berhenti memompa pada suatu ketika dan mulai memompa lagi pada suatu saat. Tingkatan ketujuh adalah menjadi waspada berapa kali kita menghentikan jantung dan berapa kali hitungan kita saat membuatnya memompa lagi. Tingkatan kedelapan adalah dengan menyebut ayat Muhammadun Rasulullah SAW ketika menghentikan jantung dan setiap memulihkannya lagi. Tingkat kesembilan adalah dengan kembali ke dalam gua kalian, sebagaimana firman Tuhan dalam Surat al-Kahfi, Dan jika kamu menjauhkan diri dari mereka dan apa yang mereka sembah selain dari Allah SWT, maka bersembunyilah kamu ke dalam gua, niscaya Tuhan kamu akan mencurahkan kepada kamu rahmat-Nya dan menyiapkan barang-barang kebutuhan dalam urusan kamu [18:16]

Gua itu adalah Hadirat Tuhan, Di sini seseorang mengucapkan doa Nabi SAW, “Ya Allah SWT, Engkaulah tujuanku dan Ridha-Mu Yang kuinginkan (Ilahi Anta maqshuudi wa ridhaaka mathluubi).” Jantung, yang berganti antara berhenti untuk memompa dan pulih kembali, terjadi dalam tingkatan inti dari Hadirat Ilahi. Karena Inti Ilahiah adalah sumber seluruh ciptaan, hati itu akan selalu ada di setiap ciptaan di jagad ini. Hati yang telah mencapai rahasia-rahasia ke sembilan titik ini akan mampu melihat segala hal, mendengar segala hal, mengetahui segala hal, merasakan apa pun,‘ sampai Tuhan menjadi telinga di mana dia mendengar, menjadi mata saat dia melihat, menjadi lidah ketika dia berbicara, menjadi tangan ketika dia meraih, dan kaki dengannya dia berjalan. Dia menjadi seperti Tuhan, dia hanya berkata “Jadi!” dan terjadilah.’

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *