• Tadarrus Surat an-Nisa’ ayat 17-18: Sisi Keilahiyan Allah Yang Tertinggi Dan sisi kemuliaan manusia yang terhormat

بسم الله الرحمن الرحيم
إنما التوبة على الله للذين يعملون السوؤ بجهالة ثم يتوبون من قريب فأولئك يتوب عليهم وكان الله عليما حكيما (١٧) وليست التوبة للذين يعملون السيئات حتى إذا حضر أحدهم الموت قال إنى تبت الآن ولا الذين يموتون وهم كفار أولئك أعتدنا لهم عذابا أليما (١٨)

Allah menguraikan kemahakasih sayang-Nya terhadap Hamba-Nya.
Mari kita perhatikan secara seksama hikmah, intisari dan nasihat Allah swt yang terkandung dalam ayat ini.

Pertama: إنما التوبة

Hanya sanya Taubat itu: Allah menggunakan innamaa sebagai أداة حصر : media pembatasan sesuatu yang umum ke hal yang spesifik.

Taubah itu bisa saja dilakukan kapan saja namun tentu ada waktu dan pembatasan dari taubat itu.
Fungsi innamaa di sini untuk penegasan bahwa taubah itu ada tingkatan dan klasifikasinya.
Nah, Ayat ini sesungguhnya memberikan gambaran bahwa kehidupan kemanusiaan itu tidak luput dari segala kesesatan,kelalaian, kesalahan. Maka Allah memberikan kesempatan untuk menjadi hamba yang dekat kepada Allah melalui pintu yang Allah sebut sebagai Pintu Taubah (باب التوبة)

Kedua: التوبة

Hakikat taubah itu sesungguhnya lebih dekat maknanya ke makna arruju’ (الرجوع) kembali.
Kenapa? Manusia saat bergelimang dosa dan noda, mesti harus kembali kepada Allah dengan jiwa dan raganya. Maka arruju’ itu bukan saja kembali secara fisik namun hati dan pikirannya kembali kepada Allah.
Inilah makna انا لله وإنا إليه راجعون kembalinya fisik dan ruh-jiwa kepada Allah swt.
Dengan demikian, orang yang taubah yang Allah sebut dalam al-Quran dengan التائبون والتائبات selaras dengan sifat Allah التواب harus kembali kepada Allah dengan penuh keikhlasan dan komitmen jiwa raganya. Itulah hakikat taubah setulusnya (توبة نصوحا). Taubat tak Karena paksaan, tak karena embel-embelan, tak karena tameng, tak karena pamrih.

Taubah: ungkapan komitmen sang hamba kepada Allah untuk tidak mengulangi kesalahan dan dosa untuk kedua kalinya lagi.

Taubah: kembali lagi kealam kesuciaan karena taubah itu bermakna العودة kembali lagi seperti tak berdosa.

التائب من الذنب كمن لا ذنب له

Orang yang taubat dari dosa noda seperti tak berdosa lagi.
Taubah adalah seleksi Allah atas sifat dan watak manusia. Sebab Allah memberikan kesempatan untuk kembali menjadi manusia sesungguhnya dan kesalahan merekapun masih dianggap baik oleh Allah sebab diiringinya dengan pertaubatan kepada Allah.

كل الناس خطآؤون وخير الخطائين التوابون

Semua elemen manusia pasti salah, namun sebaik-baik orang yang bersalah itu adalah orang yang mau bertaubah kepada Allah.

Ketiga: على الذين يعملون السوؤ بجهالة

Perbuatan kesalahan karena ketidaktahuan.
Hakikat taubah yang Allah apresiasi adalah melakukan kesalahan Karena kekhilafan dan ketidaktahuan. Artinya jika melakukan dosa dan kesalahan dengan sengaja Allah anggap sebagai orang yang mempermainkan Allah swt, orang yang menghinakan Allah swt. Orang seperti itulah orang yang tak diberikan rahmat dan karunia nikmat oleh Allah swt. Sekiranya dia berbuat dosa semisal korupsi uang rakyat, dia tahu itu salah namun dia lakukan, bukanlah dia merasa bahagia dengan apa yang dia dapatkan namun bathin dan perasaannya tersiksa jangan-jangan suatu saat nanti terbongkar dan diketahui. Maka zahirnya kelihatan nikmat (نعمة)namun secara batin berubah menjadi niqmah (نقمة).
Nah. Allah memberikan penjelasan bahwa sesungguhnya taubah itu karena kesalahan dan kekhilafan yang tak disengaja bukan yang disengaja.


Keempat: ثم يتوبون من قريب

Berbuat salah kemudian langsung diiringi dengan taubah. Inilah eksistensi taubah sesungguhnya dalam pandangan Allah swt.
Benar kata Nabi Muhammad Saw,

إتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق عظيم

Taqwalah kepada Allah di mana saja Anda berada ikutilah kesalahan yang anda perbuat itu dengan kebaikan agar terhapus karenanya dan berinteraksilah dengan orang lain dengan cara yang baik.


Kelima: فأولئك يتوب عليهم

Respon Allah kepada siapa saja yang bertaubat dengan sebenar-benarnya. Bertaubah dengan sebaik-baiknya. Penerima Taubat dari Allah adalah sebuah kehormatan dan kemuliaan yang sangat berharga bagi siapa saja yang diterima taubahnya oleh Allah swt.

Mereka ulaaika, disebut duluan oleh Allah sebagai penghormatan dan pemuliaaan atas kemauan dan kesadarannya atas dosa noda yang telah diperbuat.

Keenam: وليست التوبة للذين يعملون السيئات حتى إذا حضر أحدهم الموت

Bukan taubah jika taubah sudah dipenghujung kematian. Taubah ada batasnya, batasa akhirnya adalah batas sakaratul maut ambang batas tenggorokan (الغرغرة).

Kematian itu misteri Allah maka jangan tunggu mati itu hadir di hadapan diri kita sebab bisa jadi belum sempat bertaubah kematian sudah menjemput.

Kematian adalah rahasia ilahi yang tak satupun orang yang bisa mendeteksi dan mengetahuinya.

Ketujuh: وهم كفار

Taubah tidak bisa ditolerir oleh Allah jika masih berstatus kafir-syirik kepada Allah swt.
Selain dosa syirik masih ada kesempatan untuk dibukakan pintu taubah oleh Allah swt.

Di sinilah letak kemuliaan Allah atas hamba-Nya meski bergelimang dosa dan noda.
Di sinilah terlihat hakikat manusia yang selalu bergelimang dosa namun mau bertaubah kepada Allah swt.

Bertaubatlah mumpung masih ada waktu!
Sebab kita tak mempu mendeteksi kapan kematian menjemput diri kita.
Jika kematian menjemput berharap kepada Allah akan kematian yang membawa kepada keredhaan Allah swt.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *