Tawakal itu gak bisa dilepaskan dari sadar kefaqiran. Sadar kefaqiran artinya menyadari keterbatasan dan posisi sebagai makhluk di hadapan Gusti Allah. Tanda orang yg sadar kefaqiran di hadapan Gusti Allah, yaitu senang dengan sholat.

Kanjeng Nabi Muhammad SAW saat keluarga beliau ditimpa kekurangan, selalu memerintahkan mereka untuk sholat.

قوموا إلى الصلاة

“Bangunlah kalian untuk sholat”

Keluarga di sini bisa diartikan keluarga secara nasab dan ajaran atau umat Islam seluruhnya.

Mengapa Kanjeng Nabi memerintahkan demikian saat dilanda kekurangan?

Kanjeng Nabi Muhammad SAW dawuh

بهذا أمرني ربي فقال : 《وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ》

“《Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rejeki kepadamu, justru Kamilah yang memberi rejeki kepadamu. Dan balasan yang terbaik itu adalah bagi orang yang bertakwa (Toha 132)》Dengan ayat inilah Gusti Allah memerintahku”

Para ulama dan waliyullah juga sering diceritakan sebagai penggila sholat. Imam Ali Zainal Abidin dijuluki As Sajad karena suka berlama-lama sujud saat sholat. Imam Hanafi dikenal orang yg suka sholat 1000 rokaat tiap malam hingga sholat subuh dengan wudhu sholat isya’. Para ulama di Nusantara saat membuka daerah, yang dibangun dulu dan jadi pusat kegiatan selalu masjid. Yang bermakna sholat itu harus jadi sentral kegiatan manusia.

Mbah Yai Sholeh Darat saat bercerita tentang sholat juga seru banget. Di salah satu kitab, beliau menyebut bahwa gerakan sholat itu meniru gerakan makhluk2 Gusti Allah yg menyadarkan kita tentang sejajarnya manusia dengan makhluk lain di hadapan Gusti Allah. Seperti gerakan berdiri saat sholat, menggambarkan keadaan pohon. Ruku’ menggambarkan gerakan binatang. Sujud menggambarkan keadaan batu dan tanah yang rendah. Gerakan sholat itu beliau maknai demikian agar tergali hikmah di balik sholat tersebut.

Dari sini bisa ditarik kesimpulan, puncak kesadaran seseorang atas derajat kehambaan itu bukan saat kita bisa ngadain pengajian gede-gedean atau demo sambil teriak-teriak takbir. Tapi saat sholat.

Dengan sholat, kita diingatkan untuk merendahkan diri di hadapan Gusti Allah dan mensejajarkan diri dengan makhluk lain yg punya keterbatasan sebagai hamba.

Kalo tahu hikmah sholat tersebut, mau usaha apapun, kita kudu sadar batasan. Dan selesai sholst, kita harusnya selalu mau kembali pada kesadaran awal sebagai hamba dan mau bertawakal.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *