Karya : Yuli Rahmawati

Bermula dari sini

Sebuah awal cerita yang kita miliki Dari sekelompok jiwa

Yang sering di sebut Mahasiswa

Mahasiswa yang sederhana Berpakaian ala kadarnya

Menjalankan kegiatan dengan semangat Demi pengabdian yang dapat kami berikan

Kami Mahasiswa yang tidak luar biasa Kami hanya Mahasiswa biasa

Tapi kami memiliki cita-cita Dan kami memiliki tujuan mulia

Disaat kami salah, kami akan perbaiki Disaat kami di hina, kami terima

Disaat kami tidak di hargai, kami tetap menghargai Karena dari hal tersebut kita dapat belajar bersama Apa arti pengabdian untuk Mahasiswa

Di malam yang sunyi Dengan angin yang kencang Sudah tidak ada lagi

Sosok orang yang datang

membawa senyum indah di malam hari

Karena semua itu sudah pergi Tidak lagi kembali

Seperti dulu

Untuk bertukar cerita

Tapi semua itu tinggal cerita

Berpisah bukan hal yang mudah

Karena harus kehilangan seorang prioritas Semua di lepaskan secara ikhlas

Karena takdir semua berakhir

Memberi pada saat harus memberi Menerima karena hal ada tersedia Akankah terlewatkan berkelebat tanpa arti Dan kata terlontar tiada rasa

Takdir adalah perjalanan memberi dan menerima Takdir adalah proses tanpa batas

Jika doa dibiaskan mengawang Ikhtiar terpotong di tepian

Sabar perjalanan belum tuntas

Ikhlas ketika hak menerima belum tercukupkan Lapang dada manakala tak mampu memberi Memberi satu hal jika beban terbebani

Menerima hak semata

Di timbang dan di rasa jika telah tercukupkan Bersedengan agar hati menjadi lapang Memberi manakala telah tercukupkan Terjatuhkan oleh kata menerima

Karena tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah

Adalah ketika kamu menitihkan air mata Dan perduli terhadapnya

Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu Dan kamu masih menuggu dengan setia

Adalah ketika dia mencintai orang lain Dan kamu masih bisa tersenyum

Sembari berkata “Aku Turut Bahagia Untukmu” Apabisa cinta tidak berhasil

Bebaskan dirimu Biarkan hatimu kembali Melebarkan sayapnya

Dan terbang ke alam bebas lagi

Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangan Tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersamanya Orang kuat ‘BUKAN” mereka yang selallu menang “MELAINKAN” mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh

Menari-nari tiada meminta Pusatku selalu menggila Lubuk terikut meronta Lirih lisan berkata Musnahkan dia

Dia iyalah lalu Masihkah menunggu? Mereka kata aku dungu

Tidak sedikit yang menujuku Namun inginku hanya menantimu

Aku sanggup Meski ribuan lara kuraup

Udara rindu nikmat terhirup Selagi dia manusia dan aku hidup Luka keringku akan segera tertiup

Yuli Rahmawati, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Semester 5. Izin mengirimkan hasil karya saya berupa beberapa puisi yang berjudul : Tentang Sebuah Pengabdian, Rindu Dalam Diam, Dipisahkan Oleh Takdir, Cinta yang Agung, dan Bertahan. Domisilin saat ini Dk igirgowok, Rt 2/Rw 4, Desa Dawuhan, Kec. Sirampog (52272), Kab. Brebes. Bisa dihubungi melalui Hp 081477071706. Ponsel : yulielyuna@gmail.com

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *