Di masa hidup Nabi, ada seorang yang bernama Al Akhnash ibn Syuraiq. Orangnya gagah, tampangnya enak dipandang, ucapan mulutnya manis, begitu meyakinkan dan sangat menarik. 

Lalu, ia menggunakan kelebihannya tersebut untuk menampilkan potret Islam. Maka, Penampilannya di-islam-islamkan, bahasanya dimirip-miripi Nabi, dan kata-katanya seolah-olah isi Islam semua. 

Kemudian, ia pun mendatangi Nabi, dgn ‘gaya’ demikian. Dan, Nabi pun terkecoh, karena begitu terpana kepadanya. Maka, ia pun mendapatkan kepercayaan yang berlebihan dari umat Islam. 

Akhirnya, ia pun dgn mudahnya melaksanakan agendanya; beraksi merusak ekonomi, membakar lumbung makanan dan memporak-porandakan aset serta hewan-hewannya umat Islam. Maka, krisis dan kesengsaraan pun menghinggapi Nabi dan umatnya.

Kemudian, Allah ta’ala berfirman;

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یُعۡجِبُكَ قَوۡلُهُۥ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا وَیُشۡهِدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا فِی قَلۡبِهِۦ وَهُوَ أَلَدُّ ٱلۡخِصَامِ

Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras. [Surat Al-Baqarah 204]

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *