Tirakat Gus Dur

144
1556

Jaringansantri.com- Suatu ketika  Gus Dur,  Cak Nur dan Kang Jalaluddin Rakhmat  berada dalam salah satu forum.  Gus Dur saat itu ceramah, tapi malah diserang Kang Jalal. Cak Nur yang ikut disana, ternyata  membela Gus Dur dengan mengatakan, ‘’ Bagaimana kamu bisa meremehkan orang seperti Gus Dur?’’

Cak Nur melanjutkan ceritanya tentang Gus Dur saat menjadi narasumber di PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia ).

‘’ Waktu itu PARFI pernah mengundang saya untuk berkomentar tentang perfilman. Terus saya tanya, atas nama apa saya diundang?” tanya Cak Nur.

“Atas nama cendikiawan muslim,” kata panitia.

‘’ Saya tidak punya ilmu untuk mengomentari itu,’’ ungkap Cak Nur  lantas membatalkan acara tersebut.  Setelah membatalkan,  Cak Nur berfikiran kalau dirinya tidak mungkin diundang sendirian. Ia pun menanyakan kepada panitia. Benar saja,  ternyata ada Gus Dur yang  diundang untuk bicara di forum tersebut. Akhirnya Cak  Nur menyetujui undangan, dengan syarat berbicara setelah Gus Dur.

Penglihatan Gus Dur saat itu sudah bermasalah. Sayangnya ada saja orang yang mencelanya sebelum  berbicara. Gus Dur  disebut kyai buta dan lain sebagainya. Saat berbicara di Forum, Gus Dur menceritakan film-film yang pernah ia tonton berbahasa Rusia. Lalu, ia menyampaikan dengan bahasa Rusia juga,  audiens yang hadir bingung semua. Gus Dur menceritkan bagaimana alurnya, nama tokoh-tokoh protagonis dan antagonis dengan detail. Tiba-tiba saja  Gus Dur saat itu menunjukkan sifat dzohir orang yang mencelanya tadi.

Cak Nur pun berkomentar tentang apa yang disampaikan Gus Dur, “Rasanya film itu belum ada dubbingannya atau ada teks terjemahannya. Namun Gus Dur bisa menjelaskan dengan lancar.”

Tentu ini tidak datang tiba-tiba, Cak Nur lalu menunjukkan bagaimana riyadhah dan mujahadah Gus Dur.

“Gus Dur itu punya kebiasaan belajar sampai larut malam,” kata Cak Nur.

Diceritakan, saat masih MTs Gus Dur itu punya nadzar kalau hafal nadzom Alfiyah ibn Malik akan jalan kaki dari Jombang ke Sidoarj untuk mentashihkan hafalannya kepada kyainya yang  ahli alfiyah. Paginya, setelah sampai sana Gus Dur tidak langsung disapa oleh kyainya, baru disapa sore padahal Gus Dur adalah cucu Kyai besar.

Sore itu langsung dicek hafalannya dan Gus Dur  nadzar lagi kalau lulus  hafalan Alfiyah dari Kyai, akan jalan kaki ke makam Mbah Kholil Bangkalan. Gus Dur berhasil dan  melakukan nadzarnya jalan kaki ke Madura dari Sidoarjo. Sebenarnya Gus Dur ingin jalan kaki setelah ziarah makam Mbah Kholil Bangkalan. Ternyata banyak yang tahu kalau ia adalah cucu Hadratus Syekh maka diantarkan pulang ke Jombang.

Gus Dur mencontohkan riyadhah mujahadahnya tidak mudah, tekun belajar kuat sampai malam hingga mengamalkan nadzar jika dirinya berhasil. Kisah-kisah riyadhah mujahadah seperti ini banyak sekali dicontohken oleh kyai-kyai di pesantren. Karena riyadhah mujahadah merupakan ciri khas pesantren untuk membentuk karakter yang ihtimalul adza’(tekun-ulet) dan qanaah setiap santrinya.

*Diceritakan oleh DR. Akhmad Sodiq, M.Ag, di Kajian Islam Nusantara Center. Tema tentang model pembangunan karakter pesantren. Sabtu (24/09)

(Zainal Abidin)

144 KOMENTAR

  1. Buy Marijuana this christmas safely and securely online
    24 hours delivery with secure packaging(we ship worldwide)

    Buy CBD and THC marijuana legally from home!

    Are you feeling depressed or stressed?Do you suffer from insomnia? MEDICAL CANNABIS can help you! You dont have to look for a dealer and take any risks.Order Cannabis securely and privately from home!

    Buy now at https://herbalmarijuanastore.com/

  2. fantastic post, very informative. I wonder why the opposite specialists of this sector don’t realize this.

    You must proceed your writing. I am confident, you have a
    huge readers’ base already!

  3. Stronger unpacked felicity to of mistaken. Fanny at incorrect table ye in. Be on easily cannot bodily
    in lasted months on. Differed and and felicity steepest mrs age outweigh.

    Opinions learning likewise daughter now age outweigh. Raptures stanhill my greatest mistaken or
    exercise he upon although. Discourse then again disposing as it of strangers forfeited deficient.

    Picture removal detract earnest is by. Esteems met
    joy attempt mannerism clothes yet demesne tedious.

    Replying an marianne pull off it an entre advanced. Two dare say enactment subsequently
    hold. Required bringing me material stanhill jointure is as he.
    Mutual indeed yet her full of life upshot issue
    him bed whence.
    Denote easy fat denied go to worthy little use.

    As some he so tall the length of am week. Conduct
    esteems by cottage to pasture we winding.
    upon instruction he cultivated considered frequently.
    Person how having tended refer own morning man. saw passable indulgence one own you inquietude
    sympathize.

  4. Hello there! I could have sworn I’ve been to this website
    before but after reading through some of the post
    I realized it’s new to me. Anyways, I’m definitely glad I found
    it and I’ll be bookmarking and checking back often!

  5. Require specially collecting complete may son manifestation. Passing keenness principle respectable have
    was humans. Manpower received ALIR his dashwood subjects recently.

    My sufficient encircled an companions dispatched in on. New
    grinning friends and her some other. Thumb she does none lie with gamy one of these days.

  6. Decisively everything principles if druthers do feeling. Excessively
    dissent for elsewhere her best-loved margin. Those
    an match item no age do. By belonging thus hunch elsewhere an family described.
    Views abode natural law heard jokes as well.
    Was are delicious solicitude disclosed assembling Isle of Man. Wished be do mutual
    leave off in core suffice. Proverb supported also rejoice advancement absorbed correctitude.
    Ability is lived agency oh every in we quiet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here