Puasa itu bertujuan untuk sesuatu yang mulia dan istimewa. Kemuliaan dan keistimewaan puasa itu seperti dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW
يقول الله سبحانه : كل حسنة بعشر أمثالها، إلى سبع مئة ضعف، إلا الصيام، فإنه لي وأنا أجزي به
“Gusti Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dawuh : Setiap kebaikan akan dilipatkan gandakan pahalanya sepuluh hingga 700 kali lipat, kecuali puasa, karena puasa yang dilakukan hamba-Ku menjadi urusan-Ku dan Aku sendiri yang langsung akan mengganjarnya dengan pahala yang besarnya sekehendak-Ku”
Siapa yang gak pingin urusannya diurus Gusti Allah langsung? Siapa pula yang gak pingin diberi keistimewaan hadiah pahala langsung dari Gusti Allah dengan besaran yang hanya Gusti Allah yang tahu? Pasti semua ingin.
Saat melakukan dzikir, sedekah, sholat, haji dan bentuk ibadah lain, kita kadang kepikiran imbalan materi, pahalanya dan manfaat materi lainnya. Bahkan ibadah2 dzohir tersebut jadi bahan untuk meraup pujian dan materi dari manusia, karena tampak jelas gebyarnya tanpa kita koar-koarkan niat pamer kita.
Sedangkan puasa, ketika dilakukan karena yakin Gusti Allah Maha Wujud dan kita ingin mengabdi pada-Nya, yang tahu bahwa kita puasa hanya kita dan Gusti Allah. Orang mau pamer puasa ya sulit. Orang pun kudu koar-koar dulu karena gak ada gebyarnya. Misal kita koar-koar “Saya Puasa!”, orang malah gak respek dan gak ada yg peduli karena gak ada bukti fisiknya.
Lagipula, ada orang kok mau susah-susah berpuasa demi Dzat yang tidak terlihat mata lahiriyah, itu namanya orang gila menurut orang awam. Tapi tidak bagi yang mengakui keTuhanan Gusti Allah. Bagi mereka, Gusti Allah itu nyata dan pantas bagi dirinya untuk mengorbankan diri bersusah payah menahan kenikmatan dunia untuk meraih ridho-Nya. Karena itulah, orang puasa diberi ganjaran besar yang hanya Gusti Allah yang tahu besarannya.
Keistimewaan puasa yang lain, seperti dawuh Kanjeng Nabi SAW
للجنة باب يقال له : الريان، لا يدخله إلا الصائمون
“Dalam surga, ada pintu yang bernama Ar Royyaan, tidak ada yang boleh masuk kecuali para ahli puasa”
Karena pahala puasa itu tidak ada yang tahu besarannya kecuali Gusti Allah, makanya, puasa ini sangat sulit diterima dan akan susah dijalankan kalo hati kita masih punya keinginan pamer-pamer dan mindsetnya masih materi. Padahal sudah adat kebiasaan alamiah, bahwa untuk meraih kemuliaan, orang harus bersusah payah mengorbankan dirinya. Dan jalan untuk meraih kemuliaan di hadapan Gusti Allah, orang harus lewat pintu puasa.
Mugi manfaat.
#AyoNyarkub #ArbainFiUshuliddin #ImamGhozali

No responses yet