Tulisan Puisi di Batu Nissan : Sastra Menjadi Indikator Intelektual Islam

249
1567
Nissan "Syair Minye Tujuh"

Jaringansantri.com – Artefak Nissan di Aceh – Nissan “Syair Minye Tujuh” dan Nissan makam Sultan Malikussaleh. w. 1326 M.

Nissan di Aceh memiliki  unsur Islam walaupun ditulis dengan melayu kuno. Seperti Nissan “Syair Minye Tujuh” dan Nissan makam Sultan Malikussaleh. w. 1326 M. Karena ada rimanya,tulisan nisan ini juga bisa dianggap sebagai puisii. Ini (Artefak Nisan) sudah ada sebelum berdirinya Kesultanan Othoman. Ada Tarikh sebagai bukti yang tidak bisa dibantah.

Nissan makam Sultan Malikussaleh. w. 1326 M.

Setelah disebarkan Rasulullah saw di Mekah, Islam masuk ke Eropa dan Persia dengan perang. Di Nusantara berbeda, lebih memiliki dampak yang besar, yaitu dengan sastra.

Islam masuk itu caranya ada dua. Pertama dengan otot. Setinggi-tingginya otot itu perang. Kedua, dengan otak, setinggi-tingginya otak itu intelektual. Dan Setinggi-tingginya intelektual itu berbentuk tulisan dalam bentuk puisi, dalam karya sastra. Inilah proses masuknya Islam di Nusantara.

Misalnya puisi yang terdapat dalam Nissan tersebut tidak mungkin jika orang melayu Nusantara tidak memiliki budaya yang kuat sastranya, tidak mungkin tiba-tiba ada nissan berisi tulisan puisi. Seberapa penting puisi itu sehingga harus ada di nissan.

Para penyebar Islam dalam berdakwah menyesuaikan dengan kondisi sosial budaya setempat. Ini yang disebut intelektual bertemu intelektual.

Kita punya leluhur yang berliteratur tinggi. Sebelum kita tahu puisi sekarang ini, kita sudah memiliki peribahasa, pantun, bidal, rampal santet, dll. Ini ada rima,dan sajak ab-ab nya.

Masyarakat kita yang sudah tinggi literaturnya, yang datang ke Nusantara pun menyesuaikan budaya setempat. Karena wilayah Nusantara sudah kental dengan sastra. Lagi-lagi sastra menjadi indikator intelektual.

Tentang intoleransi, hate speech yang terjadi sekarang ini sudah diingatkan leluhur kita dengan metafora pribahasa. Misalnya menyebut pengkhianat, dengan “pagar makan tanaman”, menyebut “air susu dibalas dengan air tuba”. Kita sudah diajarkan berbahasa yang baik dan halus.

Kita sudah tercerabut dari akar budaya kita. Sekarang politik menjadi segala – segalanya sehingga yang lain terpinggirkan.

* Disarikan dari materi kajian bertema “Peran Intelektual Persia dan Kaukakus dalam Islamisasi di Nusantara” oleh Bastian Zulyeno, MA., Ph. D (Pakar Sastra dan Budaya Persia Universitas Indonesia) – Islam Nusantara Center (INC) Sabtu,9 Maret 2019.

249 KOMENTAR

  1. I truly love your site.. Great colors & theme. Did you create this web site yourself?

    Please reply back as I’m looking to create my very own website and want to
    find out where you got this from or just what the theme is named.

    Thanks!

  2. Hello there! This post could not be written any better!

    Reading through this post reminds me of my previous room mate!

    He always kept talking about this. I will forward this article to him.
    Pretty sure he will have a good read. Thanks for sharing!

  3. Se considera que existen dos tipos de erecciones, las erecciones reflexológicas y las erecciones psicógenas. El Andriol se utiliza como complemento medico, a los hombres que tienen descompesada a la baja su testosterona.

  4. En contraindicaciones añadir: neuropatía óptica isquémica. Obesidad: Se trata de una enfermedad relacionada con la acumulación de grasa por la ingesta de una cantidad de calorías mucho mayor a la que el organismo puede gastar. Si bien el trauma infantil es una razón completamente válida para desarrollar la DE, nos centraremos en los problemas psicológicos que se desarrollan más adelante en la vida. Las lesiones en el pene, en la columna vertebral, en la próstata, en la vejiga o en la pelvis también pueden provocar disfunción eréctil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here