Categories:

Oleh : Khoirotun Nisa (Mahasiswa Ipmafa Pati)

Covid 19 merupakan virus yang menular dan berbahaya, virus ini mulai terdeteksi pertama kali sekitar bulan Desember 2019 di Wuhan, Cina. lalu pada tanggal 11 Februari 2020 WHO menyebut virus baru ini dengan nama Covid 19 (Coronavirus Disease 2019) . Di Indonesia sendiri pada tanggal 2 Maret 2020 pemerintah mengumumkan untuk pertama kalinya ada dua kasus pasien covid 19. Setelah itu, virus ini mulai menyebar dan terhitung begitu cepat. Berbagai cara telah diupayakan demi melandaikan kurva penyebaran virus ini. Mulai dari Isolasi mandiri 14 hari yang dilakukan beberapa kali, PSBB, Lockdown, Karantina wilayah, dll. Tetapi teryata hal itu masih belum mampu memutus mata rantai penyebaran virus ini. Maka dari itu, untuk membangkitkan ekonomi bangsa secara terpaksa dengan keterbatasan diberlakukanlah New Normal.
Tetapi ternyata, lagi-lagi hal ini belum menjadi kebijakan yang maksimal, ekonomi belum bisa bangkit secara utuh, dan kurva penularan virus juga semakin meninggi. Dengan begitu, pemerintah tertuntut untuk bekerja lebih keras lagi, bantuan-bantuan dan pelatihan semakin digencarkan. Bantuan-bantuan dari luar kepemerintahan juga turut diberikan guna mendongkrak ekonomi bangsa.
Pengupayaan dalam mengatasi covid 19 ini tentu tidak hanya pemerintah saja yang terlibat, tetapi kita semua sebagai warga dunia tentu tidak boleh tinggal diam. Hanya menunggu-nunggu bantuan, kebijakan baru, pelatihan-pelatihan gratis dsb. Tapi kita juga perlu dan bisa untuk turut serta membantu bangsa Indonesia dan (secara umum) dunia, supaya lekas pulih dari wabah covid 19 ini. Yaitu dengan beberapa cara berikut :

  1. Mematuhi protokol kesehatan
    Semenjak peraturan New Normal yang diberlakukan pemerintah. Yaitu setelah presiden jokowi berpidatoh yang berisi “kita harus berdamai dengan covid 19” pada tanggal 7 Mei 2020 maka dengan begitu peraturan New Normal mulai dijalankan dan diuji coba pada beberapa wilayah yang dinyatakan sebagai zona hijau. Pemerintah mewajibkan warga Indonesia untuk mematuhi dan menerapkan berbagai ketentuan protokol kesehatan.
    Lalu, baru-baru ini ada kabar tentang penyebaran covid 19 yang ternyata bisa menyebar melalui udara. Sehingga PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) mengimbau masyarakar untuk mengikuti protokol kesehatan tambahan diantaranya yaitu :
    a) Tetap waspada dan tidak panik
    b) Hindari keramaian baik itu tempat tertutup maupun tempat terbuka
    c) Gunakan masker dimana saja dan kapan saja bahkan dalam ruangan (mutlak dilakukan)
    d) Ciptakan ruangan dengan ventilasi yang baik seperti; membuka jendela sesering mungkin
    e) Tetap jaga kebersihan serta hindari menyentuh wajah sebelum mencuci tangan
    f) Selalu terapkan jaga jarak pada aktifitas sehari-hari
    Selain itu, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh (imunitas) merupakan upaya penting yang perlu dilakukan yaitu dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga teratur, tidur yang cukup, Hindari stres, tambahan suplemen jika diperlukan. Semua hal ini dilakukan sebegai bentuk kepedulian kepada didi sendiri dan orang lain disekiter kita agar risiko penularan covid 19 kecil.
  2. Memanfaatkan program pemerintah dengan bijak
    dimasa pandemi ini sektor ekonomi Indonesia mengalami penurunan. Dalam keadaan seperti ini, pemerintah berupaya keras untuk membantu mendongkrak ekonomi masyarakat dengan adanya bermacam-macam kebijakan bantuan; bantuan tunai, bantuan sembako, ataupun pelatihan-pelatihan yang digratiskan. BLT (bantuan Langsung Tunai), dana Banpres, Listrik gratis, kartu prakerja yang semakin diperkuat, pelatihan-pelatihan gratis dan event-event berhadiah kerjasama dengan lembaga seperti Vokraf dengan kemenparekraf, Gimpscape dengan kemendikbud, lomba-lomba oleh kemendikbud dan masih banyak lagi yang lain. Semua itu akan sangat membantu masyarakat Indonesia dan akan membangkitkan kesadaran agar masyarakat tetap kreatif dan produktif walaupun dimasa pandemi seperti ini.
    Tetapi, tidak bisa dipungkiri, bantuan-bantuan semacam itu akan meleset sasaran dan juga bisa disalahgunakan. Ketika bantuan telah turun kebawah, maka pemerintah akan sulit untuk melakukan pengecekan ketepatsasarannya bantuan tersebut. Dalam hal ini, maka masyarakat perlu ikut andil untuk bijak dalam melihat kondisi diri sendiri. Apabila dirasa masih mampu dan tidak terdampak covid 19, maka lebih baik berikan bantuan itu kepada yang lebih membutuhkan. Lalu, apabila bantuan tersebut berbentuk pelatihan gratis, maka jangan sia-siakan hal itu dengan sikap malas yang ada pada diri kita.
  3. Turut membantu berdonasi kepada yang terdampak pandemi
    Dimasa pandemi, terutama diawal-awal masa pandemi berbagai sektor usaha akan merasakan dampak. Terutama bagi masyarakat kelas ekonomi menengah kebawah. Beberapa pekerjaanpun akan turut hilang, dan angka pengangguran meningkat. Ditambah dengan beberapa kebijakan protokol kesehatan yang tentu akan membatasi keleluasaan masyarakat untuk membangun sebuah usaha dari nol.
    Maka dari itu, masyarakat yang memiliki ekonomi yang cukup dan masih bisa bertahan dimasa pandemi hendaknya turut serta dalam rangka mendongkrak usaha bagi masyarakat kelas bawah dan bisa bangkit kembali. Bentuan-bantuan tersebut akan sangat dibutuhkan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan.
    3 point tersebut merupakan sebuah usaha yang perlu kita lakukan secara ketat, disiplin, konsisten, dan bersama-sama dengan harapan kurva penyebaran covid 19 ini segera turun, sehingga kegiatan-kegiatan segera pulih, dan dunia segera terbebas dari virus yang mencekam ini.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *