Saya punya Mbakyu ipar namanya Nur Fahimah. Beliau keluarga pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, putri Kiai Sholeh Abdul Hamid Chasbullah dengan Nyai Fathimah. Setelah lulus Muallimat Tambakberas, lalu kuliah di Malang.
Selanjutnya pasca menikah dengan Gus Jauhar Abdul Badi’ (sambung dengan Bani Shiddiq Jember), mereka tinggal di Bekasi sejak tahun 1996 di Rawalumbu dan pada tahun 2000 di perumahan Graha Harapan.
Ada hal yang bisa dipetik sebagai pelajaran dari kisahnya.
1. Beliau di Bekasi sebagai pengurus Muslimat NU Kota Bekasi ini juga memegang majelis taklim Al-Ukhuwwah dan juga mengajar pengajian ibu-ibu di perumahan Dukuh Zamrud dan Mutiara Gading Timur.
2. Hal yang menarik adalah saat pilpres beliau termasuk aktivis yang getol mendukung Kiai Ma’ruf yang berpasangan dengan Jokowi. Kalau belum dihapus Anda bisa cek statusnya di medsos.
3. Sekalipun di medsos beliau getol pendukung capres, tapi di dunia nyata, apalagi saat pengajian yang beliau ampu, beliau sama sekali tidak menyinggung pilpres, dan tidak boleh menjelekkan calon presiden lawannya.
Banyak terdengar suara adanya beberapa ustadz atau ustadzah pendukung capres yang hal itu dibawa hingga ke pengajian, akhirnya menimbulkan friksi. Katanya, kalau anda tinggal di Jabotebek akan paham hal itu.
4. Sekalipun pendukung kuat capres Jokowi-Kiai Ma’ruf, beliau yang menjadi Kepala sekolah di MI Unggulan Al Muntaha Mustika Jaya Bekasi ini juga tetap baik tehadap jamaah pengajiannya yang beda pilihan. Sekalipun begitu, ada jamaahnya yang keluar pengajian dan membuat pengajian tandingan.
5. Bahkan sampai ada yang tidak menyapa Mbakyu saya ini. Pernah terjadi yang dahulu teman dekatnya Mbak Nur dan sering bersama saat bepergian, tapi saat pilpres malah menjauhinya. Bahkan di grup WA malah membuat kisruh. Dia juga pernah mau mendongkel Mbak Nur sebagai ketua majelis Taklim Al Ukhuwwah, tapi masyarakat tidak setuju.
6. Alhamdulillah sekarang ada beberapa jamaah yang dulu membuat pengajian tandingan, sekarang sudah balik lagi. Namun ada beberapa yang tetap kekeuh tidak mau ikut pengajian dan tidak menegur. Begitulah pilpres lalu yang bisa sebagai pelajaran.
Tentu banyak juga pendukung capres yang bagus. Ada seorang wanita yang suaminya menjadi ketua timses Prabowo Sandi yang tetap obyektif yakni tetap bersikap baik kepada Mbakyu Nur Fahimah.
7. Beliau termasuk tangguh, pernah didatangi seorang pria Wahabi ngajak debat masalah maulid Nabi. Tapi tidak ketemu dialognya, malah akhirnya si Wahabi diminta pergi karena membuat bayinya Mbakyu Nur terbangun.
8. Desember lalu saat Mbakyu Nur diminta pengajian di Rumah Quran Al Amanah Ciganjur. Ada jamaah yang curhat bahwa dahulu saat ikut suatu pengajian, dia disuruh syahadat lagi. Padahal tiap hari sudah baca syahadat. Kata ustadzahnya ini kalau di pengajiannya ada peserta baru harus syahadat lagi.
Bagi orang awam pasti dianggap biasa membaca syahadat lagi. Tapi untuk kasus seperti ini hampir bisa dipastikan benih-benih Takfiri ada pada ustadazah itu, dan ini berbahaya untuk dalam jangka menengah untuk kehidupan bermasyarakat.
***
Foto siang ini jagongan dengan Mbakyu Nur Fahimah dan suaminya Mas Johar. Juga istri saya Umi Chaidaroh Sholeh serta Ning Zizah

No responses yet