Oleh Miftahul jannah – (Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah )
Manuskrip diatas berjudul Book of Islamic Jurispendence (kitab Yurispridensial/kitab fiqih), dinamakan kitab fiqih karena didalamnya berisi tentang pedoman untuk melakukan berbagai macam ibadah yang dianjurkan dalam agama Islam. Manuskrip ini ditemukan di Baubau (Sulawesi Tenggara). Sedangkan penulisnya tidak diketahui. Naskahnya tidak lengkap dan juga tidak memiliki cover, karena bagian awal dan akhir naskah tersebut hilang. Naskah ini ditulis menggunakan kertas Eropa, dan berjumlah 32 halaman dan setiap halaman terdapat 21 baris. Manuskrip ini sudah di digitalisasikan dan merupakan koleksi dari Digital Repository of Manuscripts on Southeast Asia (DREAMSEA).
Manuskrip ini umumnya membahas tentang shalat. Didalamnya terdapat banyak doa-doa shalat. Adzkarun Naum dalam manuskrip ini adalah kutipan dari kitab Adzkar karya Syeikh Rabbani Muhyi al-Din an-Nawawi. Penulis menganjurkan kita membaca doa dan dzikir ini, agar disaat bangun dari tidur kita selalu mengingat Allah swt. Hal ini juga bernilai ibadah. Selain itu, berdoa juga merupakan tuntutan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.
Istirahatnya manusia di malam hari setelah kesibukannya sepanjang siang hari merupakan hal yang dapat membantu kehidupan jasmaninya, membantu agar tetap tumbuh dan tetap bergairah sehingga dapat melaksanakan tugas-tugas yang telah dijadikan sebagai tujuan hidupnya. Saat menutup hari ataupun membuka hari, kita disarankan untuk selalu berdzikir kepada Allah. Dzikir yang termudah untuk mengawali hari adalah dengan membaca doa sesudah bangun tidur.
Tidur dapat dikatakan mati untuk sementara waktu. Jadi, doa bangun tidur merupakan perwujudan rasa syukur kita terhadap Allah SWT yang telah memberikan kesempatan lagi kepada kita untuk melihat dunia, melanjutkan kehidupan dalam aktivitasnya, dan memperbaiki perilaku kita yang jelek sehingga masih ada sisa hidup dalam pengampunan dosa.
Jika bukan karena rahmat Allah, belum tentu kita dapat bangun lagi setelah tidur atau mungkin kita justru akan tertidur selamanya. Oleh sebab itu, pentingnya bagi kita untuk selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan termasuk nikmat bangun tidur. Membaca doa bangun tidur juga merupakan salah satu Sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw.
Adzakrun Naum/Doa dan dzikir ketika bangun dari tidur sebagai berikut:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أحْيَانَا بَعْدَ مَا أمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ
“Segala puji bagi Allah yang mengembalikan hidup (kekuatan gerakan) kami setelah Dia menghilangkan (dengan tidur), dan kepadaNya-lah (kamu) kembali (setelah dibangkitkan).”
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ رَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ وَعَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ
“Segala puji bagi Allah yang mengembalikan ruhku dan menyehatkan tubuhku serta mengizinkanku mengingat-Nya.”
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ النَّوْمَ وَاليَقْظَةَ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بَعَثَنِيْ سَالِمًا سَوِيًّا، أَشْهَدُ أَنَّ للهَ يُحْيِ الْمَوْتَى وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan tidur dan jaga. Segala puji bagi Allah yang telah membangunkan diriku dalam keadaan selamat dan sempurna. Aku bersaksi bahwa Allah SWT yang menghidupkan orang. Orang yang mati, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Tidak ada Tuhan melainkan Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.”
كَبَّرَ عَشْرًا وَحَمَّدَ عَشْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَشْرًا وَسُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّسِ عَشْرًا وَاسْتَغْفَرَ عَشْرًا وَهَلَّلَ عَشْرًا اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ ضِيقِ الدُّنْيَا وَضِيقِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ عَشْرًا
“Membaca takbir ‘Allahu Akbar’ ‘Maha Suci Allah’ 10 kali, membaca tahmid ‘Alhamdulillah’ ‘Segala puji bagi Allah’ 10 kali, membaca ‘Subhanallah wa bihamdihi’ ‘Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya’ 10 kali, membaca ‘Subhanal maliki quddus’ ‘Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Suci’ 10 kali’, membaca istighfar ‘Aku memohon ampun kepada Allah’ 10 kali, membaca tahlil ‘Laailaaha illallah’ ‘Tiada Tuhan selain Allah’ 10 kali, membaca ‘Allahumma inni a’udzu bika min dhiqi dunya wa dhiqi yaumil qiyamah’ ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan dan kesempitan hari kiamat’ 10 kali”
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ أَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِيْ وَأَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ اللّٰهُمَّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَلاَ تُزِغْ قَلْبِيْ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِيْ وَهَبْ لِيْ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau ya Allah, Ampunilah dosa-dosaku dan aku memohon rahmat kepada-Mu. Ya Allah tambahkanlah ilmu bagiku, dan jangan Engkau gelincirkan hatiku setelah Engkau beri petunjuk, anugerahkanlah rahmat kepadaku dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Anugerah.”
اللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فيْٕهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ نُوْرُ السَّمٰوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَءُكَ حَقٌّ وَقَوْلَكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ.
“Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan Alam semesta serta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji. Engkau raja penguasa langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahaya langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah yang hak, dan janji-Mu adalah benar, dan perjumpaan-Mu itu adalah hak, dan firman-Mu adalah benar, dan surga adalah hak, dan neraka adalah hak, dan nabi-nabi itu hak benar, dan Nabi Muhammad Saw adalah benar, dan saat hari kiamat itu benar.”
اللّٰهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ اٰمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْلِيْ مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ
“Ya Allah, kepada-Mulah aku berserah diri (bertawakkal) kepada Engkau jualah aku kembali, dan kepada-Mulah aku rindu, dan kepada Engkaulah aku berhukum. Ampunilah aku atas kesalahan yang aku lewatkan dan yang aku akhirkan, apa yang aku rahasiakan, yang aku lakukan secara berlebihan, serta apa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku.”
Setelah bangun dari tidur, dianjurkan untuk melakukan shalat malam dan bermunajat kepada Allah SWT, karena di waktu malam ini memiliki keutamaan besar, di waktu malam banyak orang yang beristirahat dan tidak beribadah. Karena itu umat muslim harus mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar diganjarkan pahala yang tak ternilai agungnya.

No responses yet