Paijo terdiam ketika serombongan jama’ah berteriak kepadanya: “Jo kamu itu mengerti iman nggak sich, kami ini sedang menegakkan kebenaran, amar ma’ruf nahi mungkar. siapapun yang menghalangi kami kami anggap musuh Allah, musyrik, kafir dan munafik Kami akan libas semua termasuk kamu jika terus menerus menghalangi jihad kami menswepping toko, hotel, dan kemaksiatan di masyarakat. Nabi itu tegas terhada porang kafir, begiulah Al-Qur’an dan hadist menjelaskannya Jo.”
Tiba-tiba Paijo berdiri dan berujar : “Apa kalian sudah puas dengan meluapkan kedongkolan kalian terhadapku. Ketahuliah aku adalah orang yang paling tidak mengerti agama sampai aku dikenalkan oleh Yuk Tin pada sifat-sifat Tuhan yang harusnya aku imani sejak sebelum aku dilahirkan. Yuk Tin mengenalkanku pada kata Bismillahirrahmanirraahim. Apa kalian tahu makna kata yang harusnya diamalkan oleh setiap orang yang beriman.” Serentak para jamaah berteriak: “Ya tahulah Jo, itu maknanya dengan menyebut nama Allah yang Maha Penasih dan Maha Penyayang. Sambil tertawa keras.” Paijo menimpali jawaban mereka : “Apa kalian sudah mengamalkannya?” Tiba-tiba seluruh jama’ah itu terdiam, sebelum kemudian berteriak: “Setiap kami melakukan sesuatu kami selalu membacanya Jo. Itulah ajaran agama kami.”
Paijo tersenyum dan berujar: “Kenapa kalian masih berteriak-teriak kepada saya, padahal kalian tahu saya orang beriman.?” Para jama’ah saling berpandangan kebingungan, sebelum kemudian Paijo melanjutkan omongannya: “Ketahuilah, Bismillah itu lebih dari sekedar kata-kata pembuka amal, ia adalah “sumpah suci orang beriman yang menempatkan Allah sebagai zat paling Agung yang merawat semesta alam dengan segala mahluq ciptaan-Nya. Itulah kenapa Dia punya nama Arrahman (Maha Pengasih terhadap semua mahluq tanpa membedakan apa dan siapa dan tidak pula membedakan latar belakang apapun yang menempal pada apa dan siapa itu. Semua akan dikasihi-Nya. Apa kalian sudah mempraktekkan sifat Tuhan ini? Sedangkan Arrahim adalah Maha Penyayang yang menyanyangi apa dan siapa saja yang beriman dan berbuat amal sholeh terhadap semua mahluq-Nya karena ketundukannya terhadap Diri-Nya (Tuhan).Apa kalian sudah mengamalkan sifat ini juga?”
Suasana semakin senyap dan Paijo pun berujar: “Yuk Tin pernah menasehati saya bahwa Iman itu akan membuat orang berpikir sederhana, memudahkan, menghargai dan menyayangi orang dan mahluq lain dengan penuh kesadaran spiritual (keimanan). Sehingga tindakannya selalu mempertimbangkan nilai moral dan kemanusiaan. Bukan iman jika melahirkan pikiran bahwa dirinya paling benar sehingga bisa berbuat apa saja (kerusakan dan ketidak adilan) atas nama Tuhan dan agama. #SeriPaijo

No responses yet