Udzur bi Jahl: Syaikh Sulaiman Al Ulwan VERSUS Ahmad Al Hazimi

Pasca diadakannya Pemilu di Tunisia pada tanggal 23 Oktober 2011, sekitar 2 bulan setelah itu Ahmad ibn Umar al-Hazimi yang berasal dari Saudi datang ke Tunisia tepatnya di ibu kota. Di ibu kota Tunisia dia memberikan daurah seputar aqidah, nahwu dan ushul fiqh.

Di daurah yang pertama ini nampak biasa saja, tidak ada masalah apa-apa, namun masalah mulai muncul pada daurahnya yang kedua yang diadakan di ibu kota Tunisia dimana dia menyatakan:

ﺇﻥ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻳﻌﺬﺭ ﺑﺎﻟﺠﻬﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﺍﻷﻛﺒﺮ ﻛﺎﻓﺮ ﻋﺎﻟﻤًﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﻡ ﻋﺎﻣﻴﺎ

“Sesungguhnya orang yang mengudzur dengan kebodohan dalam perkara syirik akbar maka dia Kafir, entah dia orang ‘alim atau orang awam”.

Dia menguatkan pemahaman dia ini dengan mengumpulkan kalam para Aimmah Da’wah Najdiyyah dan beberapa kutipan Ibn Taimiyyah dll rahimahumullah.

Pemahaman al-Hazimi ini pun sampai kepada telinga Syaikhuna Sulaiman ibn Nashir al-Ulwan fakkallahu asrah, dimana beliau ditanya:

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﺎﺋﻞ : ﺳﺄﻟﺖ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻧﺎﺻﺮ ﺍﻟﻌﻠﻮﺍﻥ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻨﺬ ﻗﻠﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻬﺎﺗﻒ ﺣﻮﻝ ﻣﺴﺄﻟﺔ ﺍﻟﻌﺬﺭ ﺑﺎﻟﺠﻬﻞ ﻭﺭﺃﻳﻪ ﻓﻲ ﻣﻦ ﻳﻘﻮﻝ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻳﻌﺬﺭ ﺑﺎﻟﺠﻬﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﺍﻷﻛﺒﺮ ﻻ ﻳﺴﻤﻰ ﻣﺴﻠﻤﺎ؟

“Berkata penanya: Aku berkata kepada Syaikhuna al-Allamah Sulaiman ibn Nashir al-Ulwan hafizhahullah beberapa waktu lalu via telepon seputar masalah udzur dengan kebodohan dan pendapat beliau seputar orang yang berkata bahwasanya orang yang mengudzur dengan kebodohan dalam syirik akbar itu tidak dinamakan Muslim?

ﻓﺄﺟﺎﺑﻨﻲ ﺑﺎﻟﻨﺺ : ﻣﻦ ﻳﻘﻮﻝ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻳﻌﺬﺭ ﺑﺎﻟﺠﻬﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﺍﻷﻛﺒﺮ ﻟﻴﺲ ﺑﻤﺴﻠﻢ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﻭﺍﻟﻀﻼﻝ ﻭﻻ ﻳﺴﻤﻰ ﻋﺎﻟﻤﺎ ﺑﻞ ﻭﻻ ﻃﺎﻟﺐ ﻋﻠﻢ ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻫﻮ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺨﻮﺍﺭﺝ ﻭﺍﻟﻤﻌﺘﺰﻟﺔ , ﻧﻌﻢ ﻟﻮ ﻗﺎﻝ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻳﻌﺬﺭ ﻓﻘﺪ ﻏﻠﻂ ﻓﻬﺬﺍ ﻻ ﺷﻰﺀ ﻓﻴﻪ ﻭﻣﺎﺯﺍﻝ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻣﺨﺘﻠﻔﻮﻥ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻭﻟﻢ ﻳﺒﺪﻉ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺑﻌﻀﺎ ﻓﻀﻼ ﻋﻦ ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ ﻓﻬﺬﺍ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻻ ﺃﺻﻞ ﻟﻪ.

“Maka beliau menjawab pertanyaanku, berikut jawabannya: Orang yang berkata bahwa orang yang mengudzur dengan kebodohan dalam syirik akbar tidak dinamakan Muslim, sungguh ini dia termasuk orang bodoh dan sesat dan tidak pantas disebut sebagai orang ‘alim dan tidak pula disebut thalibul ilmi. Ucapan dia ini adalah ucapan Khawarij dan Mu’tazilah. Na’am, seandainya ia mengatakan bahwa orang yang mengudzur dengan kebodohan adalah orang yang keliru maka ini tidak ada masalah karena para ahlul ilmi senantiasa berbeda pendapat dalam masalah ini dan sebagian mereka tidak saling membid’ahkan yang lainnya apalagi sampai saling takfir. Pendapat ini sama sekali tidak ada asal usulnya”.

al-Hazimi pun tahu bahwa pendapat dia ada yang membantah maka ia pun mengeluarkan kaset rekamannya yang terdiri dari 4 kaset yang berjudul “al-Adillah wal Barahin al-Qath’iyyah ‘ala Buthlanil Fatwa at-Tunisiyyah”, kaset ini khusus untuk membantah Syaikh al-Ulwan dan kami telah menyimak seluruh isi kaset ini via youtube.

Setelah itu pengikut al-Hazimi semakin banyak yang terdiri dari orang-orang Tunisia.

Inilah awal mula nama al-Hazimi melejit, bukan dari Saudi melainkan dari Tunisia-lah namanya melejit.

Jangan heran, jika Tunisia adalah pengimport terbanyak Junud Daisy

———–

Abu Ahmad Al-Hazimi adalah ulama asal Mekkah, bnyak mengambil istifadah dari madrasah Syaikh Rabi’ Madkhali.

Tema Udzhur Bil Jahl ada tema pintu masuk untuk mengkafirkan kaum muslimin, karena terjatuh kpd Ke syirikan, entah Syirik Qubur atau Syirik demokrasi itu mereka samakan.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *