Salafi secara umum itu menolak Terorisme tetapi di sisi lain menelorkan faham ekstrem ? Pertanyaan ini terkesan kontradiktif dan ambigu, dan saya mencoba menjawab secara rinci.
Dari sekian jama’ah, harokah atau aliran pemikiran, maka kelompok salafi adalah kelompok yang paling dekat dengan aksi Terorisme, ini bukan tuduhan Tampa dasar, dan saya akan bertanggung jawab atas ungkapan ini di hadapan Allah SWT kelak, di mana celahnya?
Pertama, kelompok salafi menolak Terorisme, karena mereka sadar, manhaj sejarah mereka sarat dengan pembangkangan kepada Ulil Amri, dulu nenek moyang mereka menyerbu daerah Hijaz Mekkah dan Madinah di era Abdul Aziz bin Muhammad bin Su’ud pada tahun 1803, lalu Mesir mengambil alih 1818 Hijaz dengan meratakan istana Dir’iyyah Najd di era Abdullah bin Su’ud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Su’ud.
Keluarga klan Su’ud juga memerangi Alu Rasyid , hampir saja klan Su’ud punah, jika tidak karena Inggris membantu mereka, klan Rasyid terafiliasi dengan Turki Usmani, dr konflik disini, muncullah fatwa2 aneh tentang Kafir nya Turki Usmani, kafirnya yang memberikan loyalitas kepada Turki Usmani, daerah nya menjadi darul Kufr, yang tidak menampakkan permusuhan di Darul Kufr tersebut berarti kafir, dan yang tidak mengkafirkan berarti Kafir dst.
Sehingga ulama Maroko, Sayyid Hasan Al-kattani pernah mengungkapkan
. و لك أن تتعجب إن علمت أن النجديين لم يقاتلوا كفارا أصليين أبدا بل كل قتالهم كان ل(مرتدين)، و أن جميع كلامهم عن موالاة الكفار فالمقصود بهم الدولة العثمانية
::: الشيخ الكتاني.
Dan bagi kalian tentu akan mengagetkan bahwa gerakan najd ( wahabi) itu tdak pernah berperang dengan kafir asli ( contoh yahudi/ nasrani) bahkan semua peperangan mereka hnya melawan orng yang dituduh murtad, dan kumpulan perkataan-perkataan loyalitas kpd orng2 kafir semua hnya di tujukan kepada turki ustmaniyah ( Syaikh Al-Kattani, harokatul najd wa harokatul jihadiyah hal. 2)
Kelak kelompok Takfir modern banyak meng-copy paste fatwa2 konflik interest ini ke wilayah di mana aktifis jihadis tinggal, menerapkan fatwa2 Najd ke wilayah kita saat ini, adalah kecelakaan dan musibah terbesar bagi perjalanan bangsa Indonesia.
Jika kelompok salafi tidak tegas menolak Terorisme, mmbatasi Maroji’ kitab2 NAJD seperti Ad-Durar As-Saniyah, Sabilun Najah Wal Fikak, NAWAQIDUL ISLAM dll, tentu nasib mereka tidak berbeda jauh dengan salafi Jihadi Aman Abdurrahman dengan JAD nya, untuk itu, dulu aman Abdurrahman selalu melebeli salafi yang Jilat kepada Ulil Amri versinya sebagai Salafi Maz’um alias salafi imitasi, sementara Salafi Jihadi Aman Abdurrahman mengklaim dirinya adalah Salafi yang murni asli bukan kaleng2.
Jika melihat tindak lakunya, ya Aman Abdurrahman lah salafi Wahabi yang asli, mereka adalah copy paste Wahabi jaman dulu, mereka lah kelompok yang jujur melaksanakan dakwah Najd Wahabi, angkat senjata, kopar kapur sana sini, sedangkan salafi selain itu, kelompok yang mengevaluasi, menjaga agar pengikutnya tdk otak Atik fatwa2 Najd dulu, berusaha taat agar aman dakwahnya, agar langgeng jalannya, melebeli semua pemimpin sebagai Ulil Amri.
Tapi siapa yang bisa menjamin adanya oknum yang menyebang ?

No responses yet