Terkadang, ketika kita membaca al-Qur’an menemukan beberapa kata yang tidak dapat dipahami maksudnya, dan belum bisa menggambarkan dan membayangkan bentuknya, walaupun sudah dijelaskan maknanya. Ada beberapa kitab menarik tentang kata-kata dan kalimat dalam Al-Qur’an yang sekaligus disajikan dengan gambarnya (contohnya).
Seperti kata Shinwanu (صنوان) dan Ghairu Shinwani (غير صنوان), dulu di Indonesia jarang sekali kita saksikan bagaimana pohon kurma tumbuh (mungkin, beberapa tahun terakhir di beberapa tempat sudah tumbuh pohon kurma), tetapi bagimana membayangkan pohon itu bercabang?. Keterangan Shinwan ada pada gambar 1.
(وَفِی ٱلۡأَرۡضِ قِطَعࣱ مُّتَجَـٰوِرَ ٰتࣱ وَجَنَّـٰتࣱ مِّنۡ أَعۡنَـٰبࣲ وَزَرۡعࣱ وَنَخِیلࣱ صِنۡوَانࣱ وَغَیۡرُ صِنۡوَانࣲ یُسۡقَىٰ بِمَاۤءࣲ وَ ٰحِدࣲ وَنُفَضِّلُ بَعۡضَهَا عَلَىٰ بَعۡضࣲ فِی ٱلۡأُكُلِۚ إِنَّ فِی ذَ ٰلِكَ لَـَٔایَـٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ یَعۡقِلُونَ)
Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti. [Surat Ar-Ra’d 4]
Pada gambar ke 2
(وَثَمُودَ ٱلَّذِینَ جَابُوا۟ ٱلصَّخۡرَ بِٱلۡوَادِ)
“dan (terhadap) kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah, [Surat Al-Fajr 9].
Bagaimana kaum Tsamud memotong batu-batu besar itu, seperti apa bentuknya? bisa dilihat pada gambar ke 2. Batu-batu di Timur Tengah berbeda dengan di Indonesia, dan dibeberapa negara juga terdapat ukiran dan bangunan dari batu, seperti Petra di Yordania, Borobudur di Indonesia, tetapi tidak sama dengan potongan batu besar yang dipotong Kaum Tsamut.
Gambar 3, kita sering membaca
(وَیَمۡنَعُونَ ٱلۡمَاعُونَ)
dalam Surat Al-Ma’un Ayat ke 7 yang diartikan dengan “dan enggan (memberikan) bantuan.” apa yang dimaksudkan bantuan, dijelaskan dalam gambar ini.
Gambar 4, menjelaskan tentang “dinding” برزخا
“Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus”
( وَهُوَ ٱلَّذِی مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَیۡنِ هَـٰذَا عَذۡبࣱ فُرَاتࣱ وَهَـٰذَا مِلۡحٌ أُجَاجࣱ وَجَعَلَ بَیۡنَهُمَا بَرۡزَخࣰا وَحِجۡرࣰا مَّحۡجُورࣰا)
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus. [Surat Al-Furqan 53]
Keterangan gambar di bawah, ada dua makna; sungai dan lautan, ada pula yang memberi makna tawar dan asin, selengkapnya dapat di lihat pada gambar 4.
Dan beberapa gambar lainnya cukup menarik, seperti arti pakaian (سرابيل), pakaian seperti apa?, sakumu (جيبك) itu bentuknya bagaimana? Dan lainnya.

No responses yet