Oleh:
Nisrina Kamila Fatin (2308015107)
Deskya Widyasari (2308015180)
Avina Srilia (2308015164)
Program studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
nisrinakamila726@gmail.com, deskyaw@gmail.com,
Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan dampak psikologis dari perceraian orang tua terhadap kesehatan mental anak dalam perspektif psikologi Islam. Dalam pembahasan ini, digunakan tinjauan literatur yang membahas implikasi psikologis perceraian orang tua pada anak, khususnya pada aspek-aspek yang ditimbulkan seperti kecemasan, depresi, perubahan perilaku, dan ketidakstabilan emosi pada anak. Selain itu, dalam pandangan perspektif Islam juga menyajikan pemahaman tentang pentingnya dukungan keluarga, nilai-nilai moral, serta upaya pemulihan psikologis dalam menghadapi situasi perceraian. Peran penting mengenai pandangan Psikologi Islam terhadap upaya pemulihan dan dukungan kesehatan psikologis anak dalam situasi perceraian orang tua menjadi hal utama yang diperhatikan dalam artikel ini. Dengan begitu diharapkan artikel ini dapat membuka pandangan masyarakat terhadap pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dan kesehatan mental anak dalam perspektif islam.
Abstract
This article aims to explain the psychological impact of parental divorce on children’s mental health from the perspective of Islamic Psychology. In this discussion, a literature review is used that discusses the psychological implications of parental divorce on children, especially on aspects such as anxiety, depression, behavioral changes, and emotional instability in children. In addition, the Islamic perspective also presents an understanding of the importance of family support, moral values, and psychological recovery efforts in dealing with divorce situations. The important role of the view of Islamic Psychology on the recovery efforts and support for children’s psychological health in situations of parental divorce is the main thing that is considered in this article. It is hoped that this article can open people’s views on the importance of maintaining family harmony and children’s mental health from an Islamic perspective.
Kata Kunci:
Pendahuluan
Perceraian di Indonesia telah menjadi fenomena yang semakin marak terjadi dan memengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat. Dalam 10 tahun terakhir, angka perceraian di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, baik itu cerai talak maupun cerai gugat (Sa’adah, 2022:6). Ini memberikan dampak besar bagi psikologis anak. Pernikahan adalah sebuah ikatan janji sakral dan komitmen antara dua orang (Suami-Istri) yang di dalamnya mengandung sebuah tanggung jawab besar dari keduanya. Ikatan janji dan komitmen tersebut merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk di ucapkan perlu keberanian besar untuk mengucapkannya dan merealisasikannya ke dalam sebuah pernikahan. Pernikahan sendiri bukan hanya dilandasi perasaan saling cinta, dan saling sayang, tetapi juga saling menghormati antara suami dan istri, dan saling mengerti. Di dalam sebuah hubungan keluarga membutuhkan hubungan yang harmonis antara kedua Orang Tua (pasangan suami-istri) dan Anak karena hal tersebut sangat berpengaruh bagi suasana rumah, hubungan antar sesama anggota keluarga, tumbuh kembang dan mental anak.
Pernikahan sendiri biasa diasumsikan sebagai hal sakral, atau sesuatu yang kekal dan abadi tetapi seiring perkembangan zaman banyak pernikahan yang sering kali diakhiri dengan perpisahan atau perceraian. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perceraian Orang Tua yaitu: Faktor Perselingkuhan, Faktor kekerasan dalam berumah tangga, Faktor ekonomi, Faktor lingkungan atau campur tangan orang ke-3 (orang tua) salah satu pasangan. Perceraian Orang Tua ini sangat berpengaruh pada anak, anak dapat mengalami gangguan bersosialisasi, tidak percaya diri, tidak bisa memecahkan masalah yang ia punya sendiri, menarik diri dari kehidupan masyarakat, menjerumuskan anak dalam pergaulan negatif (kenakalan anak) pada zaman ini, hingga menggunakan narkoba, biasanya rentan terjadi depresi gangguan kecemasan pada anak usia remaja.
Orang tua yang telah bercerai harus memikirkan ke depannya bagaimana perkembangan dan pendidikan anak selanjutnya karena perceraian tidak hanya berdampak pada suami istri, namun dampak terbesar dari perceraian rumah tangga adalah perkembangan psikologis anak, karena banyak ditemukan pada umumnya perkembangan psikologis anak sangat terganggu, dampak negatif lainnya dari perceraian orang tua terhadap anak adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian terhadap anak-anak.
Pembahasan
Kata mental berasal dari kata lain yaitu mentis yang berarti jiwa, nyawa, ruh, atau semangat. Kesehatan mental adalah ilmu yang meliputi sistem tentang prinsip-prinsip, peraturan-peraturan serta prosedur untuk mempertinggi kesehatan rohani, terhindarnya seseorang dari gangguan jiwa atau penyakit jiwa agar terwujudnya sikap yang saling berinteraksi dengan diri sendiri maupun lingkungannya agar tercipta hidup yang bermakna di dunia dan di akhirat. Mental juga disebut sebagai “Tindakan yang dipengaruhi oleh pikiran” jadi dapat disimpulkan mental adalah sesuatu tindakan atau respon manusia terhadap suatu pristiwa atau kejadian yang terjadi dalam hidup manusia.
Kesehatan mental anak dapat berperan penting dalam kemampuan seorang anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Kesehatan mental anak yang terjaga juga dapat melindungi cara berpikir dan perilaku anak tersebut. Tahap penting perkembangan kesehatan mental anak dimulai saat usia dini hingga tumbuh remaja, karena di masa itu perkembangan otak anak akan bertumbuh secara cepat dan tangkap. Jika seorang anak tumbuh dengan pengalaman negatif, seperti percerain orang tua di lingkungan keluarganya, resiko yang terjadi yakni anak akan menderita gangguan kesehatan mental yang berpengaruh pada kurangnya rasa percaya diri, kemampuan belajar yang menurun, maupun psikologis anak akan terganggu.
Psikologi anak merupakan ilmu yang cenderung menggambarkan tentang fisik, perilaku kognitif, perkembangan sosial dan perkembangan emosional pada anak-anak. Ilmu Psikologi anak ini juga mencangkup cara anak untuk belajar, berpikir, berinteraksi, dan cara anak mengatur emosinya. Dalam lingkungan keluarga, orang tua yang telah bercerai harus tetap memikirkan perkembangan, pendidikan, dan kesehatan mental anak karena perceraian tidak hanya berdampak bagi suami istri saja tetapi dampak tersebar akan dirasakan oleh anak, terutama bagi perkembangan psikologis anak.
Perceraian tidak akan terjadi begitu saja, melainkan hampir semua kasus perceraian yang terjadi dilatarbelakangi oleh sebab-akibat sebagai faktor penyumbang mengapa perceraian menjadi jalan pilihannya. Tidak semua pasangan suami istri mengalami keharmonisan rumah tangga yang sempurna, bahkan tanpa kita sadari seringkali mereka pun mengalami hal rentan terhadap tantangan hubungan yang dapat berujung pada perceraian. Tidak mandang kasta baik itu selebriti, politikus, atau orang biasa pun tidak ada jaminan kebebasan dari kemungkinan berpisah. Dibalik itu semua, ada beberapa faktor yang mempengaruhi perceraian, diantaranya sebagai berikut:
Faktor Penyebab Perceraian
- Adaya orang ketiga atau terjadinya perselingkuhan. Terjadi biasanya karena pasangan tertarik dengan orrang lain yang menurutnya lebih menggoda dari pasangannya.
- KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga, terjadinya kekerasan fisik yang di alami pada salah satu pasangan di dalam hubungan pernikahan. Misal saat sedang bertenggkar salah satu pasangan selalu bermain tangan yang menyebabkan pasangannya cedera fisik.
- Masalah Ekonomi atau Finansial ini menjadi salah satu konflik yang biasanya sering terjadi. Sering kali konflik ini muncul karena penghasilan istri lebih besar darri suami, atau suami tidak mau bekerja hingga menyebabkan kekurangannya finansial dalam keluarga.
- Adanya campur tangan orang tua salah satu pasangan pada permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga. Misal saat sedang ada konflik dengan pasangan orang tua salah satu pasangan cenderung suka ikut campur dalam konflik tersebut sehingga menyebabkan konflik tidak kunjung selesai.
- Kurangnya komunikasi sehingga menyebabkan berkurangnya keharmonisan dalam keluarga. Jarang bertemu dan berkumpul dengan pasangan atau keluarga juga bisa menjadi penyebab berkurangnya ke harmonisan rumah tangga.
Faktor Yang Mempengaruhi Psikologis Anak
- Faktor Orang Tua dan Keluarga.
Dalam hal ini kualitas hubungan orang tua dengan anak sangat berpengaruh bagi kesejahteran emosional anak. Konflik yang sering terjadi antara orang tua dengan anak dapat menciptakan lingkungan negatif dan tidak stabil bagi anak, berpengaruh bagi kepercayaan diri, bahkan perilaku seorang anak akan terganggu.
- Faktor Pola Asuh Orang Tua.
Cara orang tua dalam mengasuh anak, memberikan arahan, menetapkan batasan, memberikan kasih sayang, serta dukungan emosional, memiliki dampak signifikan pada perkembangan psikologis anak. Saat orang tua menerapkan pola asuh yang positif dan konsisten, mampu membantu memperkuat kepercayaan diri, meningkatkan kemandirian, serta mempersiapkan anak untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.
- Faktor Lingkungan Tempat Tinggal.
Lingkungan sekitar sangat berpengaruh bagi perkembangan psikologis anak. Jika seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang cukup mendukung dan posistif, maka mereka akan memiliki kecenderungan untuk berkembang dengan nilai-nilai yang positif. Namun sebaliknya, jika lingkungan sekitar kurang baik, maka akan berdampak negatif pula bagi perkembangan psikologis anak tersebut.
- Faktor ekonomi.
Kondisi ekonomi yang terbilang stabil memungkinkan anak-anak untuk mendapatkan Pendidikan yang terjamin, gizi yang memadai, dan akses layanan kesehatan yang optimal. Akan tetapi, anak-anak yang berasal dari lingkungan ekonomi dan social yang kurang stabil akan menghadapi tantangan yang lebih besar kedepannya.
- Faktor broken home atau perceraian orang tua.
Perceraian orang tua dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental pada anak-anak dan remaja. Terlepas dari faktor usia, jenis kelamin, dan budaya, anak-anak yang orang tuanya bercerai akan mengalami peningkatan masalah psikologis. Peneliti menemukan tingkat depresi dan kecemasan pada anak-anak lebih tinggi terjadi karena faktor latarbelakang orang tua mereka yang bercerai. Anak-anak akan merasakan dampak dari perceraian orang tuanya dalam usia rentan yakni 7 – 14 tahun, karena pada usia tersebut seorang anak sudah mulai memahami dan mengenal pola hubungan manusia. Mereka sudah bisa mengerti banyak hal bahwa perceraian membuat mereka harus kehilangan sosok peran orang tua dalam hidupnya. Hal itu bisa membuat jiwa seorang anak akan terganggu.
Dampak Negatif Perceraian Orang Tua Terhadap Mental anak
- Kurangnya kasih sayang dan perhatian kedua orang tua.
- Sulit beradaptasi dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
- Merasa bersalah atas apa yang terjadi dikeluarganya.
- Anak bisa saja jadi membenci orang tuanya.
- Anak menjadi pemberontak.
- Anak cenderung lebuh meyukain diluar rumah dari pada di rumah, sehingga dapat menyebabkan anal masuk kepergaulan yang salah.
- Trauma perceraian dapat berimbas pada anak yang menyebabkan anak trauma dan takut menikah atau memiliki pasangan dimasa depan, atau pun takut memiliki orang tua tiri.
- Kebencian anak pada orang tua juga bisa menimbulkan bahaya lain salah satunya kelainan seksual.
- Takunt Dan cemas berlebihan (Terkadang Irasional), merasa was-was dan takut pada segala sesuatu.
- Depresi, Depresi biasanya mempengaruhi mood, perasaan, pikiran, bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Gangguan biopolar.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pernikahan adalah sebuah janji yang sakral, dan merupakan suatu hal yang tidak mudah untuk di ucapkan. Pernikahan dilandasi kepercayaan, rasa saling cinta dan menyayangi, rasa menghormati, saling mengerti dan menghargai pasangan.pernikahan bukan suatu hal untuk main-main maka dari itu memerlukan pemikiran yang matang dan diri yang siap untuk menjalaninya agar dimasa depan dapat mengurangi risiko perceraian. Keutuhan rumah tangga dan keharmonisan keluarga sangat dibutuhkan dalam membantu tumbuh kembang, mental anak, membentuk kepribadian anak dan pendidikan anak.
Perceraian sangat mempengaruhi kondisi Psikologis dan mental anak nantinya, dan memberikan dampak buruk pada tumbuh kembang anak. Anak kehilangan cinta, perhatian, perlindungan, rasa aman dan kasih sayang dari orang tuanya, tidak jarang jika mereka ikut salah satu dari orang tuanya yang telah bercerai anak susah untuk menerima ibu tiri ataupun ayah tiri, sulit menerima keadaan keluarganya yang tidak lagi utuh sehingga menyebabkan anak mengalami depresi, dan trauma terutama pada anak usia remaja yang rentan mengalami depresi.
Daftar Pustaka
Azizah, R. N. (2017). Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikologis Anak. AL-Ibrah Journal Pendidikan Dan Keilmuan Islam, 153-171. Retrieved from https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/34
D. F. (2022, July 05). 4 Dampak Perceraian Bagi Kesehatan Mental Anak Halodoc. Halodoc, p. 1. Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel/ini-4-dampak-perceraian-bagi-kesehatan-mental-anak
Makarim, D. R. (2022). Psikologi Anak, Halodoc.com. p. 1. Retrieved from https://www.halodoc.com/kesehatan/psikologi-anak
U. H. (2019). Pengaruh Perceraian Orang Tua Bagi Psikologis Anak IAIN Metro Lampung. Core.ac.uk, IAIN Metro Lampung, 18-24. Retrieved from https://core.ac.uk/download/pdf/288296056.pdf
Wati, B. S., & Oktora, N. D. (2021). Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Psikologis Anak, Institut Agama Islam Negri Metro. MetroUniv, 24-34. Retrieved from https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/jsga/article/download/3801/2455/
4 HAL YANG MEMPENGARUHI PSIKOLGI ANAK & PERKEMBANGANNYA. (n.d.). Retrieved December 30, 2023, from https://www.ibudanbalita.com/artikel/apa-saja-yang-pengaruhi-perkembangan-psikologi-anak
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA DAN PROBLEM PSIKOLOGIS ANAK. (n.d.).
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA. (n.d.). Retrieved December 30, 2023, from https://kumparan.com/nabillaafril/dampak-perceraian-orang-tua-terhadap-perkembangan-psikologi-remaja-1zXay7WLenD
DAMPAK-PECERAIAN-TERHADAP-KESEHATAN-JIWA-ANAK (1). (n.d.).
dr. Sienny Agustin. (2022). PENTINGNYA MENJAGA MENTAL HEALTH ANAK SEJAK DINI. https://www.alodokter.com/pentingnya-menjaga-mental-health-anak-sejak-dini
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK. (n.d.). Retrieved December 30, 2023, from https://www.halodoc.com/artikel/orang-tua-bercerai-ini-dampak-psikologi-pada-anak
ORANG TUA BERCERAI, INI DAMPAK PSIKOLOGI PADA ANAK. (n.d.). Retrieved December 30, 2023, from https://www.halodoc.com/artikel/orang-tua-bercerai-ini-dampak-psikologi-pada-anak
Syarif, M. (n.d.). SYARIAH: Journal of Islamic Law DAMPAK PERCERAIAN TERHADAP PSIKOLOGIS, EMOSIONAL DAN MENTAL ANAK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM.

No responses yet