Categories:

Oleh: Aida Suci Henita dan Siti Khodijah Adri
Instalasi: Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Kesehatan mental adalah suatu keadaan kesejahteraan psikologis dimana seseorang mampu
mengenali dan mengelola emosinya, berpikir jernih, berinteraksi positif dengan orang lain, dan
berfungsi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mencakup kemampuan mengatasi
stress, menghadapi tantangan hidup, dan beradaptasi terhadap perubahan. Depresi sendiri
melambangkan kesedihan yang sangat mendalam.
Hasil penelitian para ahli yang mendukung hasil-hasil penelitian sebelumnya bahwa istighfar
sangat efektif dalam menurunkan depresi pada:

  1. Pasien gagal ginjal (Himawan et.al, 2020)
  2. Ibu hamil (Mamlukah & Kumalasari, 2022)
  3. Klien gagal jantung (Okviasanti, 2016)
  4. Penderita kanker kolon yang menjalani kemoterapi (Majid & Sukartini, 2021)
  5. Lanjut usia (Bahtiar et al, 2020).
    Temuan tersebut juga mendukung pernyataan Kumara dkk. (2017) dan Triswidiastuty dkk.
    (2019) yang menyatakan bahwa proses pernafasan pada saat Istigfar membantu meredakan
    ketegangan, mencapai kedamaian dan ketenangan, serta meningkatkan konsentrasi dan
    pengendalian diri.
    Sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat, Uyun dan Kurniawan (2018) menemukan
    dzikir dan istigfar bermanfaat sebagai terapi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan
    mental seseorang. Hal ini sesuai dengan bukti bahwa terapi Istigfar membantu meningkatkan
    kesehatan mental seseorang (Rofiqah, 2015), ketenangan pikiran (Kumala et al., 2019) dan
    kesejahteraan psikologis (Wulandari & Nashori, 2014). Temuan penelitian ini menambah
    penelitian sebelumnya mengenai manfaat dzikir bagi individu yang memiliki masalah seperti
    depresi (Himawan et al., 2020), stress (Kartikasari & Nashori, 2022), bahkan gangguan jiwa
    (Rofiqah, 2015). sedang memeriksa ulang hasilnya.
    Dzikir secara bahasa berakar dari kata dzakara yang artinya mengingat, mengenang,
    memperhatikan, mengenal, mengerti dan mengambil pelajaran, dalam Alquran dimaksudkan
    dzikir Allah yang artinya mengingat Allah (Anshori, 2003). Dzikir biasa dilakukan dengan
    merenung dan mengucapkan lafadz-lafadz Allah. Dzikir juga dapat dikatakan latihan spiritual
    untuk menghadirkan Allah dalam hati manusia dengan menyebut-nyebut nama dan sifat Allah
    sambil mengenang keagungan Allah.

Secara harfiah, dzikir adalah amalan yang berkaitan dengan ibadah ritual lainnya. Istighfar juga
dapat digambarkan sebagai suatu bentuk kesadaran yang dimiliki seseorang ketika menjalin
hubungan dengan Sang Pencipta (Michon dalam Subandi, 2009). Secara umum Istighfar berarti
mengingat Allah, memuji nama-Nya, memuji kekuasaan-Nya, dan menjalin komunikasi untuk
mendekatkan diri kepada-Nya (Mustofa, 2006).
Perlu diketahui bahwa dzikir yang disebutkan dalam penelitian ini bukan sekedar dzikir yang
didengar (Umamah & Fabiyanti, 2018), melainkan dzikir yang ditafsirkan secara mendalam
oleh seseorang. Kita diminta untuk terus menerapkan prinsip istighfar di segala waktu dan
tempat. Semoga arwahnya senantiasa dilindungi dan dilindungi dari depresi. Dengan kata lain,
semakin tinggi kualitas dan intensitas istighfar maka semakin efektif pula manfaat yang
diperoleh (Nashori, 2005).
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa istighfar dapat menurunkan depresi. Seseorang
memiliki tingkat depresi lebih rendah sesudah terapi dzikir istighfar, dibanding sebelum terapi
dzikir istighfar dilakukan. Istighfar menjadi salah satu cara yang efektif dalam menurunkan
depresi pada manusia karena memiliki dampak yang terlihat pada seseorang. Hasil penelitian
mendukung kebenaran dari ayat suci al-Quran bahwa istighfar dapat meningkatkan ketenangan
hati manusia (QS ar-Ra’d ayat 28). Islam juga menekankan pentingnya istighfar (memohon
ampun) sebagai bentuk refleksi diri. Istighfar membantu seseorang menyadari bahwa
kesalahan adalah bagian dari proses belajar.
Istigfar adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat-Nya. Istigfar juga
berfungsi sebagai metode psikoterapi, karena banyak berdzikir menjadikan pikiran tenteram
serta tidak mudah terganggu oleh pengaruh lingkungan dan budaya global (Anggrani dan
Subandi, 2014). Semua orang mempunyai kebutuhan dasar spiritual yang harus dipenuhi.
Sebagaimana disebutkan dalam Surat Az-Zummar ayat 23, “Kulit orang-orang yang bertakwa
kepada Tuhannya bergetar, dan ketika mereka mengingat Allah, kulit dan hati mereka menjadi
tenang.”
Istighfar mempunyai efek relaksasi, meredakan ketegangan, dan mendatangkan kedamaian
jiwa. Setiap pembacaan istighfar mengandung makna ungkapan keimanan dan kepercayaan
seseorang hanya kepada Allah SWT. Seseorang yang memiliki spiritualitas tinggi memiliki
keimanan yang kuat kepada Allah semata dan keimanan ini menciptakan pengendalian yang
kuat dan dapat membimbing individu ke arah yang positif.
Manfaat lainnya disebutkan oleh Rasulullah SAW. “Barang siapa senantiasa beristighfar,
niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, memberikan kelapangan
dari kesusahan dan memberi rezeki kepadanya dari arah yang tak disangka-sangka” (HR. Abu
Daud dan Ibnu Majah). Dari hadits tersebut dapat diambil pelajaran bahwa berdzikir terutama
membaca istighfar memiliki keutamaan di sisi Allah. Oleh karenanya peneliti ingin
menggunakan dzikir istighfar sebagai dzikir utama.

Kegiatan keagamaan seperti shalat dan mengingat Tuhan dapat meningkatkan kesehatan
mental dan mencegah tekanan darah tinggi. Dalam konferensi dzikir yang dihadiri total 260
responden, Istigfar mampu mengidentifikasi adanya hubungan yang signifikan antara
peningkatan ketenangan jiwa dan ketenangan jiwa. Penelitian yang dilakukan oleh Lulu (2002)
menunjukkan bahwa ketika dzikir merasuk keseluruh bagian tubuh bahkan seluruh sel tubuh

itu sendiri, maka berdampak pada tubuh (secara fisik) dengan merasakan getaran yang samar-
samar; tubuh manusia. Tubuh mengendurkan saraf dan meredakan ketegangan.

Melihat penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa istighfar memiliki efek positif yang
signifikan terhadap kesehatan mental. Melalui praktik berdzikir, terutama istighfar, seseorang
dapat merasakan ketenangan pikiran, mengurangi stres, dan menurunkan tingkat depresi.
Istighfar membantu meredakan ketegangan emosional dan fisik, memberikan rasa damai, serta
meningkatkan kesejahteraan psikologis. Secara spiritual, istighfar mendekatkan individu
kepada Allah, memperkuat kesadaran diri, dan memfasilitasi refleksi diri. Semua ini
berkontribusi pada pengelolaan emosi yang lebih baik, pengendalian diri, dan peningkatan
kualitas hidup secara keseluruhan.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *