Oleh: Ita Yosita Ratna dari mahasiswi ITB Ahmad Dahlan Jakarta
Apa sih kepemimpinan itu? Kepemimpinan menurut Quraish Shihab (2000:47) menyatakan bahwa kepemimpinan pada dasarnya terdiri dari dua istilah, yakni imam dan khalifah yang digunakan Al-Qur’an untuk menunjuk pemimpin. Kata imam di ambil dari kata amma – ya ummu yang berarti menuju, menumpu dan meneladani. Kata khalifah berakar dari Khalafa yang pada mulanya berarti “di- belakang” Kata khalifah sering diartikan “pengganti” karena yang menggantikan selalu berada di belakang, atau datang sesudah yang digantikannya.
Selanjutnya, Quraish Shihab menyatakan bahwa Al-Quran menggunakan kedua istilah ini untuk menggambarkan ciri seorang pemimpin. Dalam islam kepemimpinan di kenal dengan kata immamah, sedangkan secara etimologis kepemimpin adalah seorang yang di kenal dan berusaha untuk mempengaruhi para pengikutnya untuk merealisasikan apa yang menjadi visinya.
Dalam pengertian terminology kepemimpinan adalah hubungan yang erat antara seseorang dengan sekelompok manusia karena adanya kepentingan bersama, hubungan ini ditandai oleh tingkah laku yang tertuju dan terbimbing daripada manusia yang seorang itu.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan menggerakan, memberi motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang harus dilakukan.
Dasar-Dasar Kepemimpinan Islam
Ada beberapa dasar kepemimpinan dalam islam yang harus di jadikan landasan dalam berorganisasi, di antaranya:
- Tidak mengambil orang kafir atau orang yang tidak beriman sebagai pemimpin bagi orang-orang muslim karena bagaimanapun akan memengaruhi terhadap kualitas keberagaman rakyat yang di pimpinnya. Debagaimana Allah SWT berfirman: “Wahai-wahai orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mu’min, apakah kamu ingin menjadikan hal itu sebagai alasan bagi Allah untuk menimpakan siksaan yang nyata.” (QS. an-Nisa/4: 144).
- Tidak mengangkat pemimpin dari orang orang yang mempermainkan agama islam. Sebagaimana Allah SWT berfirman; “Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang memperolok-olokan dan mempermainkan agama kamu dari kaum yang diberi Kitab sebelum kamu dan orang-orang kafir sebagai pemimpin, dan berbaktilah kepada Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman.” (QS. al-Maidah/5: 57).
- Pemimpin harus mempunyai keahlian dalam bidangnya, pemberian tugas atau wewenang kepada yang tidak berkopenten akan mengakibatkan rusaknya pekerjaan bahkan organisasi yang menaunginya. Sebagaimana Nabi Saw bersabda: “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancurannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Pemimpin harus bisa di terima (acceptable), mencintai dan dicintai umatnya, mendoakan dan didoakan oleh umatnya. Sebagaimana Nabi Saw bersabda: “Sebaik-baiknya pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mencintai kamu, kamu berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untuk kamu. Seburuk-buruknya pemimpin adalah mereka yang kamu benci dan mereka membenci kamu, kamu melaknati mereka dan mereka melaknati kamu.” (HR. Muslim).
- Pemimpin harus mengutamakan, membela dan mendahulukan kepentingan umat, menegakan keadilan, melaksanakan syariat, berjuang menghilangkan segala bentuk kemungkaran, kekufuran, kekacauan, dan fitnah.
Sebagaimana Allah Swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebenciamnu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Maidah/5: 8).
Sifat Kepemimpian Menurut Rasulullah Saw
Dari hasil penelaahan para pakar yang rangkum dari Al-Qur’an dan hadis, diketemukan ada empat sifat kepemimpinan Rasulullah sebagai berikut:
- Al-Shidiq: yaitu kebenaran dan kesungguhan dalam bersikap, berucap serta berjuang melaksanakan tugasnya.
- Al-Amanah atau kepercayaan yang menjadikan dia memelihara sebaik baiknya apa yang diserahkan kepadanya, baik dari Allah maupun dari orang-orang yang dipimpinnya. Sehingga tercipa rasa aman bagi semua pihak.
- Al-Fathanah: yaitu kecerdasan yang melahirkan kemampuan menghadapi dan menanggulangi persoalan yang muncul seketika sekalipun.
- Al-Tablig: yaitu penyampaian yang jujur dan bertanggung jawab atau dapat diistilahkan dengan keterbukaan.
Jadi, itulah kriteria kepemimpian dalam islam yang harus dipilih dalam memimpin bangsa kita ini. Semoga apabila kita atau teman kita nanti, suatu saat menjadi soeorang pemimpin dapat menjadi pemimpin yang baik, bertanggung jawab, menegakan kebenaran, jujur dan sesuai yang diajarkan dalam islam.

No responses yet