Banyak orang yang bisa berdakwah, tapi sangat sedikit yang mau mengorbankan waktunya, waktu keluarga, dan waktu kepentingan dunia lainnya demi memenuhi dan konsisten di Jalan Dakwah.
Sungguh beruntung dan mulia Nakda Sayyid Ahmad Fauzi al-Mahdaly yang sejak dini meniti dan konsisten di Jalan Dakwah, hingga diberi amanah sebagai Imam Masjid Agung Syuhada Polewali, di Majelis Taklim, Komunitas dan masyarakat umumnya. Dakwahnya tak mengenal lelah dan akhir, waktu dan keluarga semuanya dikorbankan demi meraih ridha Allah dan Syafaat Rasulullah SAW.
Perjuanganmu persis yang dilakukan Abbamu Sayyid Ja’far Thaha, Sayyid Muhammad Thaha Abbana Hur, kakekmu KH. Sayyid Thaha, KH. Habib Saleh Hasan Al-Mahdaly.
Om sangat bangga dan sangat menaruh harapan besar padamu sebagai kader Dai yang dicintai dan mencintai umat diterima semua pihak.
Hati ini sungguh terasa berat dan sangat berat menarik nafas dan menggerakkan lidah mengucapkan
إنا لله وإنا إليه راجعون
Ketika mendengar kabar duka dari kakandamu Sayyid Ahmad Fadl Al-Mahdaly, bahwa Nakda dipanggil oleh Allah ke sisi-Nya dalam keadaan tenang.
Om hanya bisa membaca
ياايتها النفس المطمئنة ارجعي إلى ربك راضية مرضية فادخلي في عبادي وادخلي جنتي
Om adalah saksi nyata sejak kecil, ketika Om digembleng, dibimbing, dibina dan dikader langsung oleh alm. Abbamu Sayyid Ja’far di rumah di Bonde dan Masjid Ujung, hingga kita sama-sama di Monginsidi Baru, Nakda sabar dan tekun belajar bahasa Arab sebelum berangkat ke Hadramaut Yaman, terakhir sekitar setahun lalu kita di rumah Campalagian, lama ngobrol bincang tiada lain kecuali masalah dakwah dan masalah umat, termasuk problematika mengurusi dan memimpin Masjid.
Om jadi saksi Nakda adalah bukan sekedar baik dan berbuat baik, Nakda adalah Mujahid, pejuang dakwah sejati hingga akhir ajal menemui Pemilik segalanya.
Kami semua keluarga sayang dan merasakan duka yang sangat mendalam, namun Allah lebih sayang dan mencintaimu dengan Rahmat dan Ampunan-Nya
الذي احسن كل شي خلقه
Apa yang Allah tetapkan terhadap segala sesuatu itulah yang terbaik.
Selamat menemui dan berkumpul bersama Abba, Ummimu, para Kakek dan nenek, kakakmu Syarifah al-Khairat, dan sekeluarga di Raudhatul Jannah dan surga yang mulia.
إنا لله وإنا إليه راجعون
اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزله ووسع مدخله وتقبل حسناته واجعل قبره روضة من رياض الجنة وادخله الجنة مع الأبرار
لله وله الفاتحة
Ya Allah berikanlah kesabaran dan keikhlasan terhadap istri dan anak-anaknya, lindungilah, peliharalah dengan segala Keagunganmu ya Allah. Jauhkan dari segala bahaya
Salam Doa Duka dari Abba dan tantemu
Syarifah Maryam Said al-Mahdaly
Pontianak, 10 Desember 2020

No responses yet