Bila kita mencintai, maka sang kekasih yang akan selalu kita cari,  dan juga banyak mengingatnya. Yang ini tidak perlu lagi dicari, sudah ada dalam diri kita masing-masing. Keislaman dan keimanan sudah tertanam sejak kita masih menjadi benih yang belum diciptakan, ketika Allah mengambil sumpah kita yaitu hanya Dia lah Allah al Ahad, kesaksian ini telah tertanam dalam diri kita, kesaksian inilah yang membawa kita sekarang mengakui kelemahan dan kehambaan kita kepada Nya. Maka tidak perlu lagi dicari, namun masih perlu diingat, diingat dan diingat. 

Mengingat Allah dengan banyak menyebutnya melalui sifat dan nama-nama Nya, mengingat Allah dengan banyak berbincang-bincang dengan nya, malalui shalat dan doa. 

Redaksi zikir kepada Allah banyak dan tujuan utamanya adalah mengingat sang kekasih. Allah tidak menyebutkan orang yang banyak shalat, orang yang banyak puasa, orang yang banyak sedekah, dsb. Hanya menyebutkan orang-orang yang banyak berzikir (mengingat) Allah, maka mereka akan diberi maghfirah dan balasan yang berlipat-lipat. 

Mengingat Nya tidak saja setelah shalat, atau dalam menghadapi kesulitan saja, tidak juga ketika menginginkan sesuatu, tidak juga dengan bibir yang gerak-gerak atau dengan tasbih di tangan yang berputar-putar, tidak juga dengan menyendiri berjam-jam untuk menyelesaikan wirid seakan-akan beban yang harus tuntas.  Semua itu adalah cara, namun kalau cara-cara ini gak ditempuh berarti gak bisa zikir?

Lho kata siapa?

Zikir (mengingat) Allah dengan tahlil, tasbih, takbir, tahmid, bahkan dengan wiridan lain apa gak bisa sambil berjalan? Apa gak bisa sambil duduk bersama keluarga? Apa gak bisa di tempat kerja atau pulang kerja ketika berkendara? Apa gak bisa sambil berbincang-bincang dengan sahabat? Apakah harus dengan bibir naik turun?

Nah…. sesungguhnya zikir itu ada dalam hati kita semua, hanya tinggal kita asah dan optimalkan waktu agar hati tetap berzikir walaupun tanpa tasbih, tidak menghadap kiblat, tidak menyendiri, tidak lepas shalat, walaupun sedang macet, sedang ngobrol asik bersama kawan… dsb.

Wiridan juga  bisa diselesaikan tanpa harus bersemedi 2-3 jam seakan menyelesaikan PR yang berat, sesungguhnya Allah tidak memberatkan hamba Nya, tapi kita yang memberatkan diri kita, bisa ko dilakukan sambil berjalan, mengemudi, memasak, berolah raga, bermain bersama keluarga, dan rasanya pun akan lebih nikmat. 

واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون 

(Banyak lah mengingat Allah supaya kalian beruntung), tanpa syarat apa pun, 

والذاكرين الله كثيرا 

( dan mereka yang banyak mengingat Allah) , tanpa syarat.  

Janganlah menjadi bagai orang munafik yang jarang mengingat Allah, atau hanya mengingatnya dengan kondisi-kondisi yang dibuat-buat atau kondisi yang menimpanya.  

( لا يذكرون الله إلا قليلاً ).

Yuk, mari bersama kita asah hati ini, agar selalu menyebut Nya. 

Selamat menjalankan Qiyamul lail, semoga kita semua mendapatkan rahmat Nya dan ‘Afu Nya.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *